10 Milagres de Jesus na Bíblia: Lista com versículos e explicação
Os milagres de Jesus são muito mais do que demonstrações de poder sobrenatural; eles são sinais que confirmam sua divindade e missão. Ao longo dos Evangelhos, vemos Cristo curando enfermos, dominando a natureza e vencendo a morte.
Neste guia, selecionamos 10 milagres de Jesus na Bíblia, organizados com referências e uma breve explicação sobre o impacto espiritual de cada um deles.
Os principais milagres de Jesus nos Evangelhos
1. Transformação da Água em Vinho
Referência: João 2:1-11
Explicação: Ocorreu nas Bodas de Caná. Sendo o seu primeiro milagre público, Jesus demonstrou autoridade sobre a matéria e a natureza, revelando sua glória aos discípulos e abençoando a instituição da família.
Pesta perkawinan di Kana
Dua hari kemudian, ada pesta perkawinan di desa Kana, di daerah Galilea. Yesus dan murid-muridnya juga hadir di sana karena mereka juga diundang. Saat pesta perkawinan sedang berlangsung, persediaan minuman anggur habis, jadi ibu Yesus berkata kepada-Nya, "Mereka kehabisan anggur."
Jawab Yesus, "Mengapa hal itu menjadi urusan ibu dan saya? Waktuku belum tiba."
Ibunya berkata kepada pelayan-pelayan yang ada di situ, "Lakukanlah apa saja yang Dia katakan padamu."
Di tempat itu ada enam tempat toples penyimpanan air yang terbuat dari batu. Air yang ditampung di situ biasanya dipakai untuk mencuci tangan dan kaki mereka, sesuai dengan adat Yahudi. Masing-masing toples penyimpanan air itu bisa menampung sekitar 75 sampai dengan 115 liter. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, "Isilah air ke dalam setiap toples penyimpanan air itu sampai penuh." Lalu Dia berkata kepada mereka, "Timbahlah beberapa dan berilah kepada pengurus pesta." Pelayan-pelayan itu melakukan sesuai dengan apa yang Yesus katakan. Bahwa pengurus pesta acara tidak tahu dari mana asalnya, hanya pelayan-pelayan saja yang tahu. Tetapi ketika dia mencicipi air yang telah berubah menjadi anggur, dia memanggil mempelai laki-laki. "Orang lain biasanya menyajikan minum anggur terbaik pada awal pesta," katanya. "Lalu sesudah tamu undangan sudah banyak minum barulah dia mengeluarkan air anggur yang biasa. Tetapi kamu menyimpan air anggur terbaik untuk dikeluarkan paling akhir." Apa yang terjadi di desa Kana, di daerah Galilea merupakan kali pertama Yesus melakukan keajaiban. Di sini Ia menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya.
2. Cura do cego de nascença
Referência: João 9:1-12
Explicação: Jesus usa lodo para curar um homem que nunca havia enxergado. Este milagre prova que Ele é a Luz do Mundo e tem poder para restaurar o que nasceu com defeito.
Yesus menyembuhkan orang yang buta dari lahir
Saat Yesus sedang berjalan, Dia melihat ada seorang laki-laki yang buta sejak lahir. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, "Guru, dosa siapakah yang membuat orang ini lahir buta? Apakah dia yang berbuat dosa ataukah orang tuanya yang berbuat dosa?"
Jawab Yesus, "Dia ataupun kedua orang tuanya tidak berbuat dosa. Hal ini terjadi supaya orang banyak bisa melihat apa yang Allah akan buat dengan kuasa-Nya melalui dia. Aku harus melakukan tugas-tugas dari Bapa yang sudah mengutus Aku selagi hari masih siang. Malam akan tiba, dan akan terlalu gelap untuk melakukan apapun. Selama Aku masih berada di dunia ini Aku adalah terang dunia."
Sesudah itu, Yesus membuang ludah ke tanah, lalu Dia mengambil dan menaruh tanah yang basah dari ludah-Nya itu, pada kedua mata orang buta itu. "Pergilah," perintah Yesus, "dan cucilah matamu di kolam Siloam." (Dalam bahasa Ibrani arti "Siloam" adalah "Diutus.") Orang itu pergi dan mencuci matanya Sesudah itu, dia bisa melihat.
Tetangga-tetangganya, dan orang-orang yang pernah melihat dia waktu dia buta berkata, "Bukankah orang ini yang biasanya duduk di sini dan mengemis." Ada beberapa orang berkata, "Benar, inilah orangnya." Yang lain berkata, "Bukan, dia memang mirip orang itu."
Mereka, lalu bertanya, "Bagaimana caranya kamu sekarang bisa melihat."
Dia menjawab, "Orang yang bernama Yesus membuat lumpur dengan cara mencampur ludah-Nya dengan tanah untuk membuat lumpur. Lalu dia menaruh lumpur itu pada kelopak mata saya. Dia menyuruh saya pergi mencuci mata di kolam Siloam. Sesudah saya lakukan itu, saya bisa melihat."
"Di mana orang itu sekarang?" tanya mereka.
Dia menjawab, "Saya tidak tahu."
3. Multiplicação dos pães e peixes
Referência: Mateus 14:13-21
Explicação: Com apenas cinco pães e dois peixes, Jesus alimentou mais de 5 mil homens. Este sinal revela Cristo como o Pão da Vida, aquele que supre todas as nossas necessidades.
Mujizat lima roti dan dua ekor ikan
Ketika Yesus mendengar kabar itu, pergilah Dia ke suatu tempat yang sunyi dengan memakai perahu, tetapi ketika orang banyak mengetahui tempat yang dituju oleh Yesus, mereka mengikuti Dia dengan berjalan kaki dari kota-kota kecil. Ketika Yesus turun dari perahu dan melihat kumpulan orang itu, maka Yesus merasa kasihan dengan mereka, dan menyembuhkan banyak yang sakit dari antara mereka. Ketika hari sudah menjelang malam, datanglah murid-murid-Nya dan berkata, "Tempat ini sangat jauh dari manapun, dan sudah mulai malam. Mintalah agar orang-orang ini pergi ke desa-desa, sehingga mereka bisa membeli makanan untuk diri mereka."
Tetapi jawab Yesus kepada murid-murid-Nya, "Mereka tidak perlu pergi. Kalianlah yang harus memberi mereka makan!"
"Kami hanya punya lima potong roti dan dua ekor ikan," kata mereka.
"Berikanlah mereka kepada-Ku," kata Yesus. Lalu Dia meminta agar orang banyak itu duduk di atas rumput. Dan kemudian diambil-Nya lima roti dan dua ekor ikan itu, menengadahkan kepala-Nya ke langit dan memberkati makanan itu. Sesudah itu Yesus membelah-belah roti into menjadi potongan-potongan kecil dan memberikannya kepada para murid-Nya, dan murid-murid-Nya memberikan potongan itu kepada orang banyak. Setiap orang makan sampai kenyang. Lalu para murid-Nya mengumpulkan sisa makanan itu yang jumlahnya sampai dua belas keranjang. Yang ikut makan jumlahnya 5.000 laki-laki, belum terhitung wanita dan anak-anak.
4. Jesus acalma a tempestade
Referência: Marcos 4:35-41
Explicação: Com uma ordem, o vento e o mar se aquietam. O milagre ensina sobre a paz que excede o entendimento e a autoridade do Messias sobre a criação.
Belajar percaya kepada Yesus
Di hari yang sama, ketika sudah malam, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Mari kita menyeberang ke seberang danau." Lalu Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan orang banyak itu dan naik ke perahu. Sementara itu, ada juga perahu-perahu yang lain mengikuti mereka. Tiba-tiba angin kencang dan ombak besar datang dan menghantam perahu itu, sehingga perahu itu kemasukan air sampai penuh. Waktu itu Yesus sedang tidur di bagian belakang perahu, dengan kepala Dia atas bantal. Murid-murid membangunkan-Nya, sambil berteriak, "Guru, apakah kamu tidak peduli kita akan tenggelam?"
Lalu Yesus bangun. Dia memerintahkan angin danau, "Berhenti dan diamlah!" Saat itu juga angin kencang berhenti dan danau menjadi tenang sekali. Kemudian Yesus berkata kepada para murid-Nya, "Kenapa kamu begitu ketakutan? Apakah kamu tidak belajar untuk percaya kepada-Ku?"
Mereka tertegun dan benar-benar ketakutan. Dan saling bertanya, "Siapakah orang ini? Bahkan angin dan ombak pun taat kepada-Nya!"
5. Cura da mulher com fluxo de sangue
Referência: Marcos 5:25-34
Explicação: Uma cura que aconteceu pelo toque da fé. Jesus mostra que está atento ao sofrimento individual e que a fé é o canal para receber o milagre.
Di situ ada seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Dia sudah menghabiskan banyak uang untuk bertobat ke banyak dokter. Tetapi tidak ada yang dapat sembuhkan dia, bahkan sakitnya menjadi lebih parah. Perempuan itu sudah mendengar tentang Yesus. Jadi dia mengikuti Yesus dari belakang bersama orang banyak dan menyentuh jubah-Nya. Dia berkata pada dirinya sendiri, "Jika saya bisa menyentuh saja jubah-Nya, saya pasti sembuh."
Waktu dia melakukannya, pendarahannya langsung berhenti, dan dia merasakan tubuhnya sudah sembuh dari penyakitnya. Seketika itu Yesus langsung merasakan bahwa ada kekuatan yang keluar dari diri-Nya. Jadi Dia berbalik dan bertanya kepada orang banyak itu, "Siapa yang sudah menyentuh jubah-Ku?"
Tetapi murid-murid-Nya menjawab, "Bapa lihat sendiri, terlalu banyak orang yang berdesak-desakan. Kenapa Bapa tanya siapa yang menyentuh jubah-Mu?"
Tetapi Yesus terus melihat dan mencari orang yang sudah menyentuh jubah-Nya. Perempuan itu menyadari bahwa dia sudah sembuh. Lalu dengan gemetar dan takut dia datang dan sujud di depan kaki Yesus dan menceritakan apa yang sudah dia lakukan.
Maka Yesus berkata kepadanya, "Anak-Ku, karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu menjadi sembuh. Jadi sekarang, pulanglah dalam damai karena kamu benar-benar sudah sembuh dari penyakitmu itu."
6. Libertação do endemoninhado Gadareno
Referência: Marcos 5:1-20
Explicação: Jesus liberta um homem dominado por uma legião de espíritos. É a prova clara de sua autoridade absoluta sobre o reino das trevas.
Yesus menyembuhkan seorang pria yang memiliki roh jahat
Yesus dan para murid-Nya tiba di seberang danau di daerah Gadara. Waktu Yesus turun dari perahu, seorang laki-laki yang dikuasai oleh roh jahat datang dari kuburan yang ada di dekat pantai itu, untuk menemui Yesus. Laki-laki itu tinggal di antara kuburan, dan sudah tidak mungkin lagi mengikat dia, bahkan dengan rantai sekalipun. Dia sering diikat dengan rantai dan belenggu, tetapi dia bisa memutuskan rantai dan mematahkan belenggu menjadi beberapa bagian. Tidak ada yang memiliki kekuatan untuk menahannya. Siang dan malam orang itu selalu berteriak di antara kuburan dan bukit di dekat situ. Dia sering melukai dirinya sendiri dengan batu tajam.
Waktu dia melihat Yesus dari kejauhan dia berlari dan berlutut di depan-Nya. Dengan suara keras orang itu berteriak, "Apa hubungan-Mu dengan saya, Yesus, Anak Allah Yang Mahakuasa? Demi Allah, berjanjilah bahwa kau tidak akan menyiksa saya!" Karena Yesus sudah menyuruh roh jahat untuk meninggalkan orang itu.
Kemudian Yesus bertanya kepadanya, "Siapa namamu?"
Lalu roh-roh jahat yang ada dalam diri orang itu menjawab, "Nama saya Legiun, karena kami banyak!" Dan roh-roh jahat itu berulang kali memohon kepada Yesus untuk tidak mengusir mereka keluar jauh dari situ.
Waktu itu ada sekelompok besar babi sedang makan di lereng bukit di dekat situ. Lalu roh-roh jahat itu memohon kepada Yesus, "Izinkan kami masuk ke dalam babi-babi itu." Yesus setuju dan mengizinkan roh-roh jahat itu keluar dari laki-laki itu dan masuk ke dalam babi-babi itu. Jumlah bai-babi itu kira-kira dua ribu ekor. Babi-babi itu lari dengan cepat lalu terjun dari pinggir jurang ke dalam danau dan mati tenggelam. Waktu para penjaga babi itu melihat apa yang terjadi, mereka melarikan diri, dan menceritakan kejadian itu ke seluruh kota dan daerah sekitarnya. Lalu orang-orang yang mendengar berita itu keluar untuk melihat apa yang sudah terjadi. Ketika mereka tiba di tempat Yesus berada, mereka melihat orang yang dulu dikuasai roh jahat sedang duduk tenang dan dia sudah berpakaian, dan pikirannya sudah sehat kembali. Melihat kejadian itu mereka pun menjadi takut kepada Yesus! Para penjaga babi yang sudah melihat apa yang sudah terjadi pada orang yang dikuasai roh jahat itu, menceritakan kepada orang-orang yang baru datang. Sesudah itu, mereka memohon kepada Yesus untuk meninggalkan daerah mereka. Pada waktu Yesus naik ke perahu, laki-laki yang dulu dikuasai oleh roh jahat itu meminta kepada Yesus supaya dia bisa ikut bersama-Nya. Tetapi Yesus menolak dan berkata kepada orang itu, "Pulanglah dan ceritakan kepada keluargamu dan orang-orang di kampungmu, berapa banyak yang telah Tuhan lakukan untukmu dan betapa dia telah berbelas kasih kepadamu."
Lalu orang itu pergi dan mulai memberitakan kepada orang-orang di Sepuluh Kota segala sesuatu yang sudah Yesus lakukan untuknya. Dan semua orang yang mendengarkan kesaksian orang itu menjadi heran.
7. Ressurreição da filha de Jairo
Referência: Marcos 5:21-43
Explicação: Jesus demonstra que a morte para Ele é como o sono. Ele restaura a vida de uma criança, trazendo esperança para uma família desesperada.
Sesudah itu, Yesus dan para murid-Nya kembali lagi dengan perahu ke sebelah barat Danau Galilea. Waktu mereka tiba, banyak orang datang berkumpul di sekeliling Dia di pinggir danau. Seorang pemimpin rumah pertemuan orang Yahudi yang bernama Yairus, datang kepada Yesus. Ketika dia melihat Yesus, dia berlutut di depan kaki-Nya dan memohon kepada Yesus, katanya, "Anak perempuan saya yang kecil sakit parah dan hampir mati. Tolong Bapa datang ke rumah saya! Letakkanlah tangan-Mu di atasnya supaya dia sembuh dan tidak mati."
Yesus menyembuhkan seorang wanita yang menderita pendarahan
Jadi Yesus dan para murid-Nya pergi bersamanya. Tetapi semua orang mengikuti mereka bahkan saling berdesakan di sekeliling Yesus. Di situ ada seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Dia sudah menghabiskan banyak uang untuk bertobat ke banyak dokter. Tetapi tidak ada yang dapat sembuhkan dia, bahkan sakitnya menjadi lebih parah. Perempuan itu sudah mendengar tentang Yesus. Jadi dia mengikuti Yesus dari belakang bersama orang banyak dan menyentuh jubah-Nya. Dia berkata pada dirinya sendiri, "Jika saya bisa menyentuh saja jubah-Nya, saya pasti sembuh."
Waktu dia melakukannya, pendarahannya langsung berhenti, dan dia merasakan tubuhnya sudah sembuh dari penyakitnya. Seketika itu Yesus langsung merasakan bahwa ada kekuatan yang keluar dari diri-Nya. Jadi Dia berbalik dan bertanya kepada orang banyak itu, "Siapa yang sudah menyentuh jubah-Ku?"
Tetapi murid-murid-Nya menjawab, "Bapa lihat sendiri, terlalu banyak orang yang berdesak-desakan. Kenapa Bapa tanya siapa yang menyentuh jubah-Mu?"
Tetapi Yesus terus melihat dan mencari orang yang sudah menyentuh jubah-Nya. Perempuan itu menyadari bahwa dia sudah sembuh. Lalu dengan gemetar dan takut dia datang dan sujud di depan kaki Yesus dan menceritakan apa yang sudah dia lakukan.
Maka Yesus berkata kepadanya, "Anak-Ku, karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu menjadi sembuh. Jadi sekarang, pulanglah dalam damai karena kamu benar-benar sudah sembuh dari penyakitmu itu."
Yesus membangkitkan putri Yairus
Ketika Yesus masih berbicara dengan perempuan itu, beberapa orang datang dari rumah Yairus dan berkata kepadanya, "Anak perempuanmu sudah meninggal. Jadi kamu tidak perlu mengganggu Guru lagi."
Tetapi Yesus tidak peduli apa yang mereka katakan kepada Yairus. Jadi Yesus berkata kepada Yairus, "Jangan takut, tetap saja percaya pada-Ku." Dan Yesus tidak mengizinkan orang lain ikut bersama-Nya, kecuali Petrus, Yakobus, dan Yohanes, saudara laki-laki Yakobus.
Ketika mereka tiba di rumah Yairus, Yesus melihat keadaan di situ sangat ribut karena orang-orang yang sedang menangis dan meratap. Lalu Yesus masuk dan berkata kepada mereka, "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak itu tidak mati, dia hanya tidur." Orang-orang itu menertawakan Dia.
Tetapi Yesus menyuruh semua orang keluar. Kemudian Dia mengajak orang tua anak itu dan ketiga murid-Nya masuk ke dalam kamar di mana anak itu terbaring. Kemudian Yesus memegang tangan anak itu dan berkata dalam bahasa mereka, "Talita kum," yang berarti, "Anak perempuan, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Anak perempuan itu langsung bangun dan berjalan. Umur anak itu dua belas tahun. Dan semua orang yang berada di situ benar-benar heran dengan apa yang sudah terjadi. Tetapi Yesus dengan keras melarang mereka untuk tidak menceritakan hal itu kepada orang lain. Lalu Yesus menyuruh orang tua anak itu memberi dia makanan untuk dimakan.
8. Jesus anda sobre as águas
Referência: Mateus 14:22-33
Explicação: Ao caminhar sobre o Mar da Galileia, Jesus mostra que não está sujeito às leis da física. O episódio também serve para tratar a fé e a dúvida no coração de Pedro.
Yesus berjalan di atas air
Segera sesudah mereka makan, Yesus menyuruh murid-murid-Nya naik ke dalam perahu dan menyeberangi danau sementara Dia menyuruh orang banyak itu pulang. Sesudah itu, naiklah Yesus seorang diri ke atas bukit untuk berdoa. Saat itu sudah malam, dan Yesus berdoa seorang diri. Sementara itu perahu yang ditumpangi oleh murid-murid-Nya sudah jauh dari daratan, sedang diombang ambingkan oleh ombak sebab angin sedang bertiup kencang. Sekitar pukul 3 pagi, Yesus menyusul mereka, berjalan di atas laut. Ketika para murid-Nya melihat Dia berjalan di atas laut, mereka menjadi ketakutan. Berteriaklah mereka, "Itu hantu!"
Tetapi dengan segera Yesus menjawab mereka, "Ini Aku, jangan kuatir! Jangan takut!"
"Tuhan, jika itu benar-benar diri-Mu, biarlah saya datang kepada-Mu, berjalan di atas air," jawab Petrus.
"Mari sini jika demikian," kata Yesus, dan Petrus keluar dari dalam perahu dan berjalan di atas air menuju Yesus. Tetapi ketika dia menyadari betapa kuatnya angin itu, dia menjadi takut, dan mulai tenggelam, "Tuhan! Tolong aku!" Petrus berseru. Dengan segera Yesus mengulurkan tangan-Nya dan memegang Petrus, dan berkata, "Kamu memiliki sedikit kepercayaan pada saya. Mengapa kamu ragu?" Ketika mereka masuk ke dalam perahu, angin tiba-tiba menjadi tenang, dan mereka yang ada di dalam perahu menyembah Dia, dan berkata, "Engkau ini benar-benar Anak Allah!"
9. Cura do paralítico
Referência: Marcos 2:1-12
Explicação: Jesus cura o corpo, mas primeiro perdoa os pecados. Este milagre estabelece que sua missão principal é a reconciliação espiritual do homem com Deus.
Yesus menyembuhkan orang lumpuh
Beberapa hari kemudian Yesus kembali lagi ke Kapernaum, dan dengan cepat tersebar berita bahwa Yesus sudah kembali. Begitu banyak orang datang dan berkumpul di dalam rumah untuk mendengar Yesus mengajar tentang Kabar Baik, sehingga penuh sesak, bahkan di depan pintu juga tidak ada tempat untuk berdiri. Sementara itu, ada empat orang membawa orang lumpuh, tetapi mereka tidak dapat mendekati Yesus karena orang banyak. Jadi mereka naik ke atap dan membongkarnya. Setelah mereka membuat lubang di atas Yesus, mereka menurunkan tikar dengan orang lumpuh itu berbaring di atasnya.
Ketika Yesus melihat iman yang dimiliki orang-orang ini, Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, "Teman, dosamu sudah diampuni."
Tetapi ada beberapa guru agama Yahudi yang duduk di sana berpikir, "Kenapa dia berbicara seperti ini? Dia menghina Allah! Siapa yang bisa mengampuni dosa? Hanya Allah yang bisa melakukan itu!"
Yesus langsung tahu apa yang mereka pikirkan. Dia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu berpikir seperti ini? Apa yang lebih mudah: mengatakan kepada orang lumpuh, ‘Dosa-dosamu sudah diampuni,’ atau ‘Bangun, angkatlah tikarmu dan pulanglah’? Tetapi untuk meyakinkan kalian bahwa Anak Manusia berhak untuk mengampuni dosa, Aku berkata kepadamu (orang yang lumpuh), ‘Bangunlah, ambil tikarmu, dan pulanglah ke rumahmu.’"
Orang itu berdiri, dia mengambil tikarnya, dan berjalan keluar di depan semua orang di sana. Mereka semua terheran-heran sambil memuji Allah, dan berkata "Kami belum pernah melihat yang seperti ini!"
10. Ressurreição de Lázaro
Referência: João 11:1-44
Explicação: O milagre mais impactante antes da crucificação. Ao ressuscitar alguém morto há quatro dias, Jesus declara: "Eu sou a ressurreição e a vida".
Kematian dan kebangkitan Lazarus
Ada seorang yang bernama Lazarus yang jatuh sakit. Dia tinggal di Betania bersama kedua saudara perempuannya bernama Maria dan Marta. (Maria adalah perempuan yang sama yang akan menyirami minyak wangi pada kaki Yesus dan mengeringkannya dengan rambutnya.) Jadi kedua saudara perempuan itu mengutus seseorang untuk memberitahu Yesus. Orang itu berkata, "Tuan, orang yang Engkau kasihi sedang jatuh sakit." Ketika Yesus menerima pesan itu, Dia berkata, "Penyakit ini tidak akan mengakibatkan kematian. Hal ini terjadi untuk membuktikan kepada manusia tentang kuasa Allah Anak Allah akan dimuliakan melalui kejadian ini."
Yesus sangat mengasihi Marta, saudara perempuannya dan Lazarus. Tetapi ketika Dia mendengar bahwa Lazarus sedang jatuh sakit, selama dua hari, Dia tetap tinggal di tempat di mana dia sedang berada saat itu. Sesudah itu, Dia berkata kepada murid-muridnya, "Marilah kita balik ke Yehuda."
Lalu murid-muridnya berkata, "Rabi, belum lama ini pemimpin-pemimpin Yahudi ingin melemparimu dengan batu sampai mati. Apakah Engkau benar-benar mau kembali ke sana?"
Jawab Yesus kepada mereka, "Bukankah dalam satu hari matahari bersinar selama dua belas jam Kalau? Seseorang berjalan pada siang hari, dia tidak akan jatuh Dia dapat melihat karena terang bagi dunia ini Tetapi kalau seseorang berjalan pada malam hari, dia akan tersandung karena tidak ada terang." Sesudah Yesus berkata itu, Dia berkata, "Sahabat kita, Lazarus sedang tidur, tetapi Aku akan membangunkannya."
Murid-muridnya berkata, "Tuhan, kalau dia sedang tidur, berarti tidak akan terjadi sesuatu."
Murid-murid berpikir bahwa apa yang Dia maksudkan adalah tidur untuk beristirahat. Lalu dengan terus terang Yesus berkata, "Lazarus sudah mati. Sebenarnya, aku senang tidak berada di sana untuk menyembuhkan dia. Karena dengan kejadian ini, kalian akan benar-benar percaya pada Aku Tetapi marilah, kita pergi kepadanya."
Lalu Tomas, yang juga disebut Si Kembar, berkata kepada murid-murid yang lain "Ayo, kita juga ikut, biarlah kita mati bersama-sama dengan Yesus."
Jadi, waktu Yesus tiba dia menemukan bahwa Lazarus sudah dikubur selama empat hari. (Betania jaraknya kurang lebih tiga kilometer dari Yerusalem.) Banyak orang Yahudi sudah datang untuk melayat dan sedang mengunjungi Marta dan Maria untuk memberi penghiburan atas kematian saudara laki-laki mereka. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus sudah tiba, dia pergi menyambutnya. Sementara itu, Maria tinggal di rumah.
Marta berkata kepada Yesus, "Tuhan, kalau saja Engkau berada di sini, saudaraku tidak akan meninggal! Tetapi walaupun seperti itu, saya yakin bahwa Allah akan memberi-Mu apa pun yang Engkau minta dari-Nya."
Jawab Yesus, "Saudaramu itu akan hidup kembali."
Marta berkata kepada-Nya, "Saya tahu bahwa dia akan bangkit pada waktu semua orang mati dibangkitkan pada di hari terakhir."
Yesus berkata, "Aku-lah yang akan membangkitkan kembali dan memberi hidup bagi mereka. Siapa pun yang percaya kepada-Ku akan hidup, sekalipun dia sudah mati. Dan siapa pun yang masih hidup dan percaya kepada Aku tidak akan pernah mati. Apakah kamu percaya hal ini?"
Jawabnya, "Iya, Tuhan, saya percaya bahwa Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang akan datang ke dalam dunia ini."
Sesudah dia berkata itu, dia kembali untuk memanggil saudaranya, Maria katanya, "Maria, Guru sudah datang, dan Dia mau bertemu denganmu."
Ketika Maria mendengar hal ini, dia langsung berdiri dan pergi untuk ketemu Yesus. Saat itu, Yesus belum sampai di kampung Dia masih berada di tempat yang sama di mana Marta menyambut-Nya. Orang-orang Yahudi yang sedang berada di rumah bersama Maria untuk menghiburnya melihat bahwa dia bangun dengan cepat dan pergi. Mereka mengikuti dia. Mereka berkata, "Dia akan pergi ke kubur untuk meratap." Saat Maria sampai di tempat di mana Yesus sedang berada, dia melihatnya, dan berlutut di hadapan-Nya sambil berkata, "Tuhan, kalau saja Engkau ada di sini, saudaraku tidak mungkin meninggal!"
Yesus melihat bahwa dia sedang menangis. Dia juga melihat bahwa orang-orang yang datang bersama dia juga sedang menangis. Yesus merasa sangat sedih dan bermasalah.
Katanya, "Di manakah kalian menguburnya?"
Jawab mereka, "Ikutlah bersama kami, Tuhan dan lihatlah."
Lalu Yesus pun menangis. Kata orang-orang yang berada di sana, Lihatlah, Dia benar-benar mengasihi Lazarus.
Ada di antara orang-orang itu yang berkata, "Orang ini membuat orang buta melihat Mengapa dia tidak selamatkan Lazarus dari kematian."
Yesus sangat bermasalah dan dia pergi ke kuburan yaitu sebuah goa dengan batu besar ditempatkan di pintu masuk.
Lalu Yesus berkata kepada orang-orang yang berada di situ, "Pindahkan batu itu."
Marta saudara orang yang sudah mati berkata, "Tuhan, pastilah jenazahnya sudah bau karena sudah empat hari dia dikuburkan."
Jawab Yesus kepadanya, "Bukankah Aku sudah katakan, kalau kamu percaya Allah, kamu akan melihat kemuliaan-Nya."
Jadi mereka mendorong batu besar yang menutupi pintu kuburan, dan Yesus melihat ke atas dan berkata, "Bapa, Aku bersyukur karena Engkau sudah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi Aku katakan hal ini supaya orang-orang yang sedang berdiri di sini percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku."
Sesudah dia berkata seperti itu, dia berteriak, "Lazarus, keluarlah!"
Lalu keluarlah orang mati itu. Kain yang mereka pakai untuk menguburnya masih terikat pada tangan dan kakinya. Mukanya juga masih terikat dengan kain.
Kata Yesus kepada orang-orang, "Lepaskanlah kain-kain itu supaya dia bisa bebas berjalan."
Conclusão
Os milagres de Jesus revelam sua autoridade sobre a natureza, as enfermidades, o mundo espiritual e até a morte. Eles não são apenas demonstrações de poder, mas sinais que apontam para sua identidade e missão.
Ao estudar esses milagres, é possível compreender melhor o papel de Jesus e a mensagem central do Evangelho.
Se este conteúdo ajudou você a entender os milagres de Jesus na Bíblia, compartilhe este artigo para que mais pessoas também conheçam esses ensinamentos.