Pular para o conteúdo
Publicidade

Amor de casal

Por Bíblia Online

O amor de casal é celebrado na Bíblia como dom sagrado. O Cântico dos Cânticos exalta a beleza do amor conjugal — íntimo, exclusivo e forte como a morte.

Kemudian TUHAN Allah berkata, "Tidak baik kalau laki-laki ini hanya sendirian. Aku akan menjadikan seorang pendamping yang cocok baginya."

TUHAN Allah menjadikan seorang perempuan dari tulang rusuk yang sudah diambil-Nya, kemudian membawanya kepada laki-laki itu. Maka laki-laki itu berkata,

"Inilah dia yang cocok bagiku!

Tulangnya dari tulangku, dan dagingnya dari dagingku!

Aku akan menyebut dia perempuan,

karena dia diambil dariku." (perempuan) karena dia diambil dari ish (laki-laki)."

Itulah sebabnya, ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk keluarga baru, laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu.

Mendapatkan istri yang baik adalah berkat yang indah dari TUHAN.

Biarlah rasa hausmu dipuaskan hanya oleh istrimu itu,

yang engkau nikahi sejak masa mudamu.

Dia bagaikan rusa betina muda:

anggun dan penuh kasih sayang.

Pelukan di dadanya memuaskan engkau,

dan cintanya selalu memikat hatimu.

Jadi anakku, untuk apa terpikat oleh perempuan sundal!

Tak ada gunanya memeluk dada perempuan lain.

Dengan demikian, di mata Allah suami-istri bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan tidak boleh diceraikan oleh manusia."

Sifat kasih itu sabar, murah hati, tidak iri,

tidak membesarkan diri, dan tidak sombong.

Kasih itu tidak berbuat kasar, tidak mengutamakan kepentingan sendiri,

tidak cepat marah, dan tidak mengingat-ingat kesalahan orang lain.

Kasih itu berdukacita waktu melihat orang lain melakukan yang jahat,

tetapi bersukacita waktu melihat mereka hidup sesuai ajaran benar.

Kasih itu kuat bertahan menghadapi segala kesulitan.

Kasih selalu percaya dan mengharapkan yang baik tentang orang lain.

Kasih selalu tabah menanggung setiap keadaan.

Demikianlah setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Karena mengasihi istri adalah sama seperti mengasihi dirimu sendiri. Tidak ada orang yang pernah membenci tubuhnya sendiri. Setiap orang memberi makan tubuhnya serta merawatnya. Itulah yang selalu dilakukan Tuhan Yesus untuk jemaat-Nya,

Jadi inilah kesimpulannya: Setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti dia mengasihi dirinya sendiri, dan istri harus menghormati suaminya.

Tetapi sifat yang paling penting di atas segalanya adalah saling mengasihi. Hendaklah kasih menjadi tali pengikat yang mempersatukan kita dengan sempurna.

Berdua lebih baik daripada seorang diri saja, karena mereka memperoleh upah yang lebih baik dari hasil kerja keras mereka. Dan apabila salah satu dari mereka jatuh, maka yang lain bisa menolongnya untuk berdiri. Tetapi betapa menyedihkan apabila seseorang yang hanya sendirian jatuh, sebab tidak ada yang menolongnya untuk berdiri. Bila dua orang tidur berdampingan, mereka bisa saling menghangatkan. Tetapi bila hanya seorang diri, sulit baginya untuk merasa hangat. Umpama dalam perkelahian, seorang diri saja akan mudah dikalahkan musuh. Tetapi kalau berdua, lebih mungkin mereka mampu bertahan. Tiga orang akan lebih kuat lagiseperti tiga utas tali yang dijalin menjadi satu akan sulit diputuskan.

Allah sudah mempersatukan tubuh dan rohmu dengan istrimu, supaya dari kesatuan ini kalian menghasilkan keturunan yang sah di hadapan-Nya. Oleh sebab itu, hai suami-suami, jagalah hatimu dan jangan mengkhianati istrimu, yang kamu nikahi pada masa mudamu.

Beberapa peraturan lainnya

"Laki-laki yang baru menikah tidak boleh diutus berperang atau dibebani tugas wajib lainnya. Dia harus dibiarkan tinggal di rumah selama satu tahun untuk berbahagia bersama istrinya.

Seja o primeiro