Casamento
O casamento é aliança sagrada instituída por Deus. Ele une marido e mulher em uma só carne — pacto de amor, fidelidade e companheirismo que reflete o amor de Cristo pela Igreja.
Fundamento divino
Não é bom que o homem esteja só. Deus criou o casamento como aliança de companheirismo, amor e fecundidade.
Kemudian TUHAN Allah berkata, "Tidak baik kalau laki-laki ini hanya sendirian. Aku akan menjadikan seorang pendamping yang cocok baginya."
Maka TUHAN membuat laki-laki itu tertidur sangat nyenyak. Saat itulah TUHAN mengambil salah satu tulang rusuknya dan menutup kembali bekasnya dengan daging. TUHAN Allah menjadikan seorang perempuan dari tulang rusuk yang sudah diambil-Nya, kemudian membawanya kepada laki-laki itu. Maka laki-laki itu berkata,
"Inilah dia yang cocok bagiku!
Tulangnya dari tulangku, dan dagingnya dari dagingku!
Aku akan menyebut dia ‘perempuan’,
karena dia diambil dariku." (perempuan) karena dia diambil dari ish (laki-laki)."
Itulah sebabnya, ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk keluarga baru, laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu.
Itulah sebabnya, ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk keluarga baru, laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu.
Laki-laki dan perempuan itu telanjang, tetapi keduanya tidak merasa malu satu sama lain.
Itulah sebabnya, ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk keluarga baru, laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu.
TUHAN Allah menjadikan seorang perempuan dari tulang rusuk yang sudah diambil-Nya, kemudian membawanya kepada laki-laki itu. Maka laki-laki itu berkata,
"Inilah dia yang cocok bagiku!
Tulangnya dari tulangku, dan dagingnya dari dagingku!
Aku akan menyebut dia ‘perempuan’,
karena dia diambil dariku." (perempuan) karena dia diambil dari ish (laki-laki)."
Itulah sebabnya, ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk keluarga baru, laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu.
Kemudian Allah berkata, "Marilah Kita menciptakan manusia supaya menyerupai Kita dan mencerminkan sifat-sifat Kita. Mereka akan berkuasa atas seluruh bumi, yaitu atas segala jenis ikan, burung, hewan ternak, binatang liar, bahkan serangga."
Maka Allah menciptakan manusia supaya menyerupai Dia.
Allah menciptakan mereka, laki-laki dan perempuan.
Kemudian Allah memberkati mereka, "Beranakcuculah hingga kalian menjadi banyak. Penuhilah seluruh bumi dan berkuasalah atasnya. Hendaklah kalian berkuasa atas semua binatang di laut, di udara, dan di bumi."
TUHAN menghukum Kain karena membunuh Habel
Adam dan Hawa pun hidup bersama sebagai suami-istri. Lalu Hawa mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Pada waktu anak itu lahir, Hawa berkata, "TUHAN sudah menolongku untuk memperoleh seorang anak laki-laki." Maka dia menamai anak itu Kain.
Kelahiran Set
Kemudian Hawa mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki lagi. Hawa berkata, "TUHAN sudah memberiku seorang anak sebagai pengganti Habel, yang sudah dibunuh oleh Kain." Maka dia menamai anak itu Set.
Fidelidade conjugal
O que Deus ajuntou não separe o homem. O casamento deve ser honrado e o leito matrimonial preservado sem impureza.
Dengan demikian, di mata Allah suami-istri bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan tidak boleh diceraikan oleh manusia."
Jawab Yesus kepada mereka, "Kalian pasti sudah membaca yang tertulis dalam Kitab Suci, bahwa pada mulanya Sang Pencipta menciptakan manusia sepasang, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Allah juga berkata,
‘Oleh karena itulah, dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya dan dipersatukan dengan seorang istri, sehingga mereka berdua menjadi satu.’
Dengan demikian, di mata Allah suami-istri bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan tidak boleh diceraikan oleh manusia."
Allah juga berkata,
‘Oleh karena itulah, dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya dan dipersatukan dengan seorang istri, sehingga mereka berdua menjadi satu.’
Dengan demikian, di mata Allah suami-istri bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan tidak boleh diceraikan oleh manusia."
Ajaran Yesus tentang perceraian
"Kita juga sudah mendengar pengajaran tentang perintah Musa yaitu, ‘Setiap suami yang menceraikan istrinya harus memberikan surat cerai kepadanya.’ Tetapi Aku berkata kepadamu: Satu-satunya alasan seorang suami boleh menceraikan istrinya adalah kalau istrinya itu terbukti berzina. Tetapi kalau istrinya tidak berzina dan suaminya menceraikan dia karena hal lain, berarti suami itu seakan mendorong istrinya untuk berzina. Sebab kalau istri yang diceraikan itu menikah lagi, di hadapan Allah pasangan baru itu dianggap berzina. Setiap laki-laki yang menikah dengan perempuan yang sudah diceraikan juga dianggap berzina di mata Allah."
Ajaran Yesus tentang dosa perzinaan
"Kita sudah mendengar pengajaran bahwa Musa memberi perintah, ‘Jangan berzina.’ Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap laki-laki yang memandang perempuan dengan hawa nafsu dan membayangkan bersetubuh dengannya, meski hanya dalam pikiran, sesungguhnya dia sudah melakukan dosa zina.
Mereka berkata, "Musa mengizinkan seorang suami menceraikan istrinya dengan syarat memberikan surat keterangan cerai kepada perempuan itu." Maka jawab Yesus, "Musa menulis perintah seperti itu karena hatimu keras dan jahat. Tetapi sebenarnya kehendak Allah sudah nyata sejak Allah menciptakan dunia ini,
‘Dia hanya menjadikan seorang laki-laki dan seorang perempuan.’
‘Oleh karena itulah, dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya dan dipersatukan dengan seorang istri,
sehingga mereka berdua menjadi satu.’
Dengan demikian, di mata Allah suami-istri bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan, tidak boleh diceraikan oleh manusia."
Begitu juga, kalau seorang istri menceraikan suaminya dan menikah lagi dengan laki-laki lain, maka di mata Allah dia terus hidup berzina terhadap suaminya yang pertama."
Hendaklah kamu semua menghargai pernikahanmu masing-masing sebagai ikatan yang suci, dan jagalah hubungan antara suami-istri supaya tetap murni. Karena Allah akan menghukum setiap orang yang berbuat cabul atau zina.
Hendaklah kamu semua menghargai pernikahanmu masing-masing sebagai ikatan yang suci, dan jagalah hubungan antara suami-istri supaya tetap murni. Karena Allah akan menghukum setiap orang yang berbuat cabul atau zina.
Hendaklah kamu semua menghargai pernikahanmu masing-masing sebagai ikatan yang suci, dan jagalah hubungan antara suami-istri supaya tetap murni. Karena Allah akan menghukum setiap orang yang berbuat cabul atau zina.
Amor como Cristo
Maridos, amai vossas mulheres como Cristo amou a igreja. O amor conjugal reflete o evangelho em ação.
Sebaliknya, jika kamu seorang suami, kasihilah istrimu sama seperti Kristus mengasihi kita jemaat Allah. Dia bahkan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban bagi kita, supaya kita disucikan dan menjadi milik-Nya yang istimewa. Kita juga disucikan melalui Firman Allah yang sudah Yesus ajarkan. Firman itu bagaikan air murni yang membersihkan kita.
Sebaliknya, jika kamu seorang suami, kasihilah istrimu sama seperti Kristus mengasihi kita jemaat Allah. Dia bahkan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban bagi kita, supaya kita disucikan dan menjadi milik-Nya yang istimewa. Kita juga disucikan melalui Firman Allah yang sudah Yesus ajarkan. Firman itu bagaikan air murni yang membersihkan kita. Untuk itulah Kristus mati bagi kita: Supaya kita sebagai kesatuan jemaat-Nya dikhususkan bagi diri-Nya sendiri, seperti seorang pengantin laki-laki mengambil seorang pengantin perempuan sebagai istrinya. Maksudnya, kita disucikan dan dimuliakan secara khusus untuk menetap bersama Kristus, tanpa dosa, tanpa kesalahan, dan tanpa noda apa pun.
Sebaliknya, jika kamu seorang suami, kasihilah istrimu sama seperti Kristus mengasihi kita jemaat Allah. Dia bahkan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban bagi kita, supaya kita disucikan dan menjadi milik-Nya yang istimewa. Kita juga disucikan melalui Firman Allah yang sudah Yesus ajarkan. Firman itu bagaikan air murni yang membersihkan kita. Untuk itulah Kristus mati bagi kita: Supaya kita sebagai kesatuan jemaat-Nya dikhususkan bagi diri-Nya sendiri, seperti seorang pengantin laki-laki mengambil seorang pengantin perempuan sebagai istrinya. Maksudnya, kita disucikan dan dimuliakan secara khusus untuk menetap bersama Kristus, tanpa dosa, tanpa kesalahan, dan tanpa noda apa pun. Demikianlah setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Karena mengasihi istri adalah sama seperti mengasihi dirimu sendiri. Tidak ada orang yang pernah membenci tubuhnya sendiri. Setiap orang memberi makan tubuhnya serta merawatnya. Itulah yang selalu dilakukan Tuhan Yesus untuk jemaat-Nya, karena kita adalah anggota tubuh-Nya, ibarat daging dan tulang-Nya sendiri.
Demikianlah setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Karena mengasihi istri adalah sama seperti mengasihi dirimu sendiri.
Demikianlah setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Karena mengasihi istri adalah sama seperti mengasihi dirimu sendiri. Tidak ada orang yang pernah membenci tubuhnya sendiri. Setiap orang memberi makan tubuhnya serta merawatnya. Itulah yang selalu dilakukan Tuhan Yesus untuk jemaat-Nya, karena kita adalah anggota tubuh-Nya, ibarat daging dan tulang-Nya sendiri.
Dalam hubungan suami-istri
Jika kamu seorang istri, hendaklah kamu menaati suamimu sama seperti menaati Tuhan Yesus. Karena suami adalah kepala dari istri, sama seperti Kristus adalah kepala dari seluruh jemaat Allah. Sebagai tubuh Kristus, kita taat kepada Dia yang sudah menyelamatkan kita. Jadi sebagaimana seluruh jemaat menaati kehendak Kristus, begitu jugalah istri menaati kemauan suaminya dalam segala hal.
Dalam hubungan suami-istri
Jika kamu seorang istri, hendaklah kamu menaati suamimu sama seperti menaati Tuhan Yesus. Karena suami adalah kepala dari istri, sama seperti Kristus adalah kepala dari seluruh jemaat Allah. Sebagai tubuh Kristus, kita taat kepada Dia yang sudah menyelamatkan kita.
Dalam hubungan suami-istri
Jika kamu seorang istri, hendaklah kamu menaati suamimu sama seperti menaati Tuhan Yesus. Karena suami adalah kepala dari istri, sama seperti Kristus adalah kepala dari seluruh jemaat Allah. Sebagai tubuh Kristus, kita taat kepada Dia yang sudah menyelamatkan kita. Jadi sebagaimana seluruh jemaat menaati kehendak Kristus, begitu jugalah istri menaati kemauan suaminya dalam segala hal.
Sebaliknya, jika kamu seorang suami, kasihilah istrimu sama seperti Kristus mengasihi kita jemaat Allah. Dia bahkan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban bagi kita, supaya kita disucikan dan menjadi milik-Nya yang istimewa. Kita juga disucikan melalui Firman Allah yang sudah Yesus ajarkan. Firman itu bagaikan air murni yang membersihkan kita. Untuk itulah Kristus mati bagi kita: Supaya kita sebagai kesatuan jemaat-Nya dikhususkan bagi diri-Nya sendiri, seperti seorang pengantin laki-laki mengambil seorang pengantin perempuan sebagai istrinya. Maksudnya, kita disucikan dan dimuliakan secara khusus untuk menetap bersama Kristus, tanpa dosa, tanpa kesalahan, dan tanpa noda apa pun. Demikianlah setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Karena mengasihi istri adalah sama seperti mengasihi dirimu sendiri. Tidak ada orang yang pernah membenci tubuhnya sendiri. Setiap orang memberi makan tubuhnya serta merawatnya. Itulah yang selalu dilakukan Tuhan Yesus untuk jemaat-Nya, karena kita adalah anggota tubuh-Nya, ibarat daging dan tulang-Nya sendiri. Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, "Dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu." Ajaran yang baru saja saya tuliskan itu sangat dalam artinya. Tetapi arti yang mau saya tegaskan adalah tentang Kristus dan kesatuan seluruh jemaat-Nya. Jadi inilah kesimpulannya: Setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti dia mengasihi dirinya sendiri, dan istri harus menghormati suaminya.
Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, "Dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu."
Jadi inilah kesimpulannya: Setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti dia mengasihi dirinya sendiri, dan istri harus menghormati suaminya.
Jadi inilah kesimpulannya: Setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti dia mengasihi dirinya sendiri, dan istri harus menghormati suaminya.
Janganlah ada percabulan, kejahatan, atau keserakahan di antara kalian. Hal-hal itu sama sekali tidak pantas bagi umat Allah, karena kalian sudah disucikan oleh-Nya.
Submissão e respeito
Mulheres, sujeitem-se aos próprios maridos. Maridos, convivam com as esposas com conhecimento e honra.
Wujud hidup baru di antara keluarga
Para istri, hendaklah kalian menaati suamimu masing-masing, karena itulah cara hidup yang sesuai bagi kita yang bersatu dengan Penguasa kita Yesus.
Setiap suami wajib mengasihi istrinya dan tidak boleh menyakiti dia.
Tetapi sifat yang paling penting di atas segalanya adalah saling mengasihi. Hendaklah kasih menjadi tali pengikat yang mempersatukan kita dengan sempurna. Biarlah ketenangan dalam perlindungan Allah menguasai hati dan pikiranmu. Karena Allah sudah memanggil kita menjadi anggota dari satu tubuh, yaitu tubuh Kristus, supaya kita bersatu dan hidup dengan tenang. Dan marilah kita selalu bersyukur kepada-Nya.
Biarlah ajaran Kristus terus memimpin kehidupanmu dan bertumbuh dengan subur dalam hatimu, supaya kalian saling mengajar dan menasihati dengan hikmat. Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah dengan menyanyikan lagu-lagu dari Kitab Mazmur maupun lagu rohani yang lain. Biarlah hatimu selalu penuh dengan rasa syukur kepada Tuhan Yesus. Hendaklah semua perkataan dan perbuatanmu mewakili Tuhan Yesus di dunia ini. Dan melalui Dia marilah kita terus bersyukur kepada Allah Bapa!
Tetapi sifat yang paling penting di atas segalanya adalah saling mengasihi. Hendaklah kasih menjadi tali pengikat yang mempersatukan kita dengan sempurna.
Karena itu yakinkanlah dirimu masing-masing dengan kesadaran ini, "Setiap anggota tubuhku sudah mati terhadap bermacam-macam keinginan duniawi,
seperti keinginan untuk berzina,
segala macam dosa percabulan,
hawa nafsu,
keinginan untuk melakukan kejahatan,
dan keserakahan."
Saudara-saudari, keserakahan sama seperti menyembah berhala, karena dengan serakah kamu sudah mendewakan uang.
Kepada para suami, hendaklah kalian masing-masing juga hidup baik dengan istrimu dan menyadari bahwa secara jasmani perempuan lebih lemah daripada laki-laki. Kamu harus menghargai istrimu, mengingat bahwa dia— atas kebaikan hati Allah— juga mewarisi hidup yang kekal. Kalau kamu tidak menghargai istrimu, maka doa-doamu tidak akan dijawab Allah.
Kepada para suami, hendaklah kalian masing-masing juga hidup baik dengan istrimu dan menyadari bahwa secara jasmani perempuan lebih lemah daripada laki-laki. Kamu harus menghargai istrimu, mengingat bahwa dia— atas kebaikan hati Allah— juga mewarisi hidup yang kekal. Kalau kamu tidak menghargai istrimu, maka doa-doamu tidak akan dijawab Allah.
Pureza no casamento
Não adulterarás. A impureza sexual destrói alianças e famílias. Deus chama à santidade no matrimônio.
Jangan berzina.
Jangan mengingini milik orang lain, baik istrinya, rumahnya, hambanya laki-laki atau perempuan, sapi, keledai, maupun segala miliknya yang lain."
Namun, karena bahaya percabulan, sebaiknya setiap laki-laki mempunyai istri sendiri, dan setiap perempuan mempunyai suami sendiri.
Dengan begitu, kebutuhan setiap orang bisa terpenuhi oleh pasangannya masing-masing. Karena setelah menikah, istri menjadi hak suaminya, dan suami menjadi hak istrinya.
Dengan begitu, kebutuhan setiap orang bisa terpenuhi oleh pasangannya masing-masing. Karena setelah menikah, istri menjadi hak suaminya, dan suami menjadi hak istrinya. Itu sebabnya, suami dan istri tidak boleh saling menjauh, kecuali untuk sementara waktu atas kesepakatan bersama, ketika kalian memerlukan waktu khusus untuk berdoa dan berpuasa. Tetapi sesudah itu kalian harus bersatu lagi supaya Satanas tidak mendapat kesempatan untuk mencobaimu, sebab kamu tidak bisa mengendalikan hawa nafsu.
Dengan begitu, kebutuhan setiap orang bisa terpenuhi oleh pasangannya masing-masing. Karena setelah menikah, istri menjadi hak suaminya, dan suami menjadi hak istrinya. Itu sebabnya, suami dan istri tidak boleh saling menjauh, kecuali untuk sementara waktu atas kesepakatan bersama, ketika kalian memerlukan waktu khusus untuk berdoa dan berpuasa. Tetapi sesudah itu kalian harus bersatu lagi supaya Satanas tidak mendapat kesempatan untuk mencobaimu, sebab kamu tidak bisa mengendalikan hawa nafsu.
Tetapi untuk kalian yang belum menikah, juga para janda, saya menganjurkan: Lebih baik kamu terus hidup melajang atau membujang, seperti saya. Namun, jika kamu tidak bisa menguasai diri, sebaiknya kamu menikah, karena lebih baik menikah daripada terbakar oleh hawa nafsu.
Sekarang saya memberi perintah kepada orang yang sudah menikah, dan perintah ini bukan berasal dari saya sendiri, melainkan dari Tuhan Yesus: Seorang istri tidak boleh memutuskan hubungan dengan suaminya. Tetapi kalau istri terlanjur berpisah dari suaminya, dia tidak boleh kawin dengan laki-laki lain. Dia bisa berdamai kembali dengan suaminya. Demikian juga sebaliknya, suami tidak boleh menceraikan istrinya.
Sebab pernikahan itu tetap sah di mata Allah karena salah satu pihak, yakni suami atau istri, sudah percaya kepada Yesus. Dengan demikian, anak-anak mereka tidak dianggap anak haram di mata Allah. Mereka adalah anak yang sah.
Saya ingin kamu semua tidak kuatir tentang apa pun dalam hidup ini. Bagi laki-laki, kalau kamu tidak menikah, kamu bisa memusatkan perhatianmu sepenuhnya untuk pekerjaan Tuhan Yesus. Jadi kamu hanya berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan. Tetapi kalau kamu menikah, kamu akan sibuk dengan hal-hal duniawi, yaitu berusaha menyenangkan istrimu, sehingga perhatianmu terbagi antara menyenangkan istri dan menyenangkan TUHAN. Begitu juga bagi para perempuan. Kalau kamu tidak menikah, kamu bisa memusatkan perhatian sepenuhnya untuk pekerjaan Tuhan. Jadi kamu hanya berusaha untuk menyenangkan Tuhan Yesus, baik dalam kehidupan jasmani maupun rohani. Tetapi kalau kamu menikah, kamu akan sibuk dengan hal-hal duniawi, yaitu berusaha menyenangkan suamimu.
Perlu diingat bahwa seorang perempuan terikat secara hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Sesudah suaminya meninggal, perempuan itu bebas untuk menikah dengan laki-laki yang dia inginkan, asalkan orang itu percaya kepada Tuhan Yesus.
Tentang pernikahan
Sekarang saya akan menanggapi persoalan yang disebut dalam surat kalian: Ya, saya setuju bahwa memang baik bila seorang laki-laki tidak menikah. Namun, karena bahaya percabulan, sebaiknya setiap laki-laki mempunyai istri sendiri, dan setiap perempuan mempunyai suami sendiri.
Jadi, jangan pernah melakukan percabulan. Semua dosa lain tidak langsung berkaitan dengan tubuh pelakunya. Tetapi orang yang melakukan percabulan merusak tubuhnya sendiri. Jangan lupa bahwa tubuhmu ibarat ruang mahakudus untuk Roh Allah, yaitu Roh-Nya yang sudah kamu terima dan yang tinggal dalam dirimu. Artinya tubuhmu bukan lagi milikmu sendiri. Ingatlah bahwa kamu sudah ditebus dengan harga yang sangat mahal, yaitu darah Kristus. Oleh sebab itu, muliakanlah Allah dengan tubuh dan rohmu, karena tubuh dan rohmu adalah milik Allah.
Contohnya, ada yang berkata, "Makanan diciptakan untuk mengisi perut, dan perut diciptakan untuk menikmati makanan. Berarti kita bebas makan apa saja ataupun melakukan percabulan dengan tubuh kita." Saya katakan bahwa tubuh dan makanan adalah fana. Allah akan mengakhirinya waktu kita mati. Pahamilah bahwa tubuh kita diciptakan Allah bukan untuk melakukan percabulan. TUHAN adalah Pemilik tubuh kita, maka hendaklah kita menggunakannya demi kemuliaan Allah. Allah sudah menunjukkan kuasa-Nya waktu Dia menghidupkan tubuh Tuhan Yesus dari kematian. Jadi, Dia pasti juga akan menghidupkan kita dari kematian. Karena itu, berhati-hatilah menggunakan tubuhmu!
Ingatlah bahwa orang-orang jahat tidak akan menjadi warga kerajaan Allah! Jadi, jangan menipu diri sendiri! Yang tidak akan masuk ke dalam kerajaan Allah adalah
orang-orang yang melakukan percabulan, menyembah berhala,
berzina, melakukan segala macam perbuatan homoseksual,
orang serakah, pencuri,
pemabuk, pemfitnah, dan penipu.
Sifat kasih itu sabar, murah hati, tidak iri,
tidak membesarkan diri, dan tidak sombong.
Kasih itu tidak berbuat kasar, tidak mengutamakan kepentingan sendiri,
tidak cepat marah, dan tidak mengingat-ingat kesalahan orang lain.
Kasih itu berdukacita waktu melihat orang lain melakukan yang jahat,
tetapi bersukacita waktu melihat mereka hidup sesuai ajaran benar.
Kasih itu kuat bertahan menghadapi segala kesulitan.
Kasih selalu percaya dan mengharapkan yang baik tentang orang lain.
Kasih selalu tabah menanggung setiap keadaan.
Pikirkanlah: Kristus tidak bisa dibagi-bagi! Dan bukan Paulus yang sudah disalibkan untuk kalian! Kalian juga tidak dibaptis dalam nama Paulus! Karena itu saya bersyukur kepada Allah bahwa saya tidak membaptis kalian, kecuali Krispus dan Gayus. Saya bersyukur karena sekarang tidak ada orang yang bisa mengatakan bahwa kalian dibaptis dalam nama saya. (Saya memang sudah membaptis keluarga Stefanus, namun selain mereka, saya tidak ingat pernah membaptis orang lain di antara kalian.) Karena Kristus tidak memberi saya tugas untuk membaptis orang, tetapi untuk memberitakan Kabar Baik. Dan Dia tidak mau saya memberitakannya dengan memakai kepandaian berbicara menurut ilmu duniawi, supaya kuasa rohani yang ada dalam berita tentang salib Kristus tidak sia-sia.
Masalah tingkah laku dalam jemaat
Saya sangat prihatin mendengar berita bahwa ada dosa percabulan yang sangat memalukan di antara kalian, yang bahkan jarang terjadi di antara bangsa-bangsa kafir! Saya dengar ada seorang laki-laki yang mengambil istri ayahnya. Karena itu, kalian tidak pantas menyombongkan diri sebagai umat Allah yang hebat! Lebih baik kalian menangis! Lalu orang yang melakukan dosa itu harus dikeluarkan dari antara kalian.
Sabedoria conjugal
Acha esposa, acha o bem. Bebe água da tua própria cisterna. A fidelidade conjugal é fonte de bênção permanente.
Mendapatkan istri yang baik adalah berkat yang indah dari TUHAN.
Mendapatkan istri yang baik adalah berkat yang indah dari TUHAN.
Mendapatkan istri yang baik adalah berkat yang indah dari TUHAN.
Seorang ayah dapat mewariskan rumah dan harta,
tetapi hanya TUHAN yang dapat mengaruniakan istri yang bijaksana.
Biarlah rasa hausmu dipuaskan hanya oleh istrimu itu,
yang engkau nikahi sejak masa mudamu.
Dia bagaikan rusa betina muda:
anggun dan penuh kasih sayang.
Pelukan di dadanya memuaskan engkau,
dan cintanya selalu memikat hatimu.
Bujukan istri orang manis seperti tetesan madu,
dan kata-katanya lihai merayu.
Namun pada akhirnya, bila engkau mengikut dia,
akibatnya akan pahit bagai empedu
dan menyakitkan bagai pisau belati.
Jalan hidup perempuan itu membinasakan.
Mengikutinya hanya akan menjerumuskan engkau ke dalam Syeol.
Tak pernah sekalipun dia berpikir
tentang hidup yang benar di mata Allah.
Tanpa dia sadari, jalan hidupnya sudah sesat.
Oleh sebab itu hai anak-anak, dengarkanlah aku.
Janganlah menyimpang dari pengajaranku.
Jauhilah perempuan seperti itu!
Jangan mendekat ke pintu rumahnya
agar engkau tidak membuang masa keemasanmu dan kehormatanmu
hanya untuk memuaskan hawa nafsu.
Akibat satu kali percabulan,
hancurlah masa depanmu
di tangan suaminya yang tak akan melepaskanmu.
Bujukan istri orang manis seperti tetesan madu,
dan kata-katanya lihai merayu.
Namun pada akhirnya, bila engkau mengikut dia,
akibatnya akan pahit bagai empedu
dan menyakitkan bagai pisau belati.
Jalan hidup perempuan itu membinasakan.
Mengikutinya hanya akan menjerumuskan engkau ke dalam Syeol.
Tak pernah sekalipun dia berpikir
tentang hidup yang benar di mata Allah.
Tanpa dia sadari, jalan hidupnya sudah sesat.
Jauhilah perempuan seperti itu!
Jangan mendekat ke pintu rumahnya
agar engkau tidak membuang masa keemasanmu dan kehormatanmu
hanya untuk memuaskan hawa nafsu.
Akibat satu kali percabulan,
hancurlah masa depanmu
di tangan suaminya yang tak akan melepaskanmu.
Jangan biarkan hartamu ditelan orang-orang asing
dan hasil kerja kerasmu dinikmati orang lain.
Pada akhirnya engkau akan mengerang
ketika penyakit menggerogoti daging tubuhmu.
Saat itu engkau akan berkata,
"Ah, seharusnya dulu aku tidak keras kepala
menolak nasihat dan teguran!
Aku tidak taat pada guru-guru
yang memberi bimbingan kepadaku.
Akibatnya, aku nyaris hancur.
Aku menanggung malu dan menjadi tontonan semua orang."
Dia bagaikan rusa betina muda:
anggun dan penuh kasih sayang.
Pelukan di dadanya memuaskan engkau,
dan cintanya selalu memikat hatimu.
Jadi anakku, untuk apa terpikat oleh perempuan sundal!
Tak ada gunanya memeluk dada perempuan lain.
Begitu juga bila engkau berzina dengan istri orang,
pastilah engkau dihukum.
Jauh lebih celaka orang yang berzina!
Siapa berzina sungguh tak berotak.
Dia menghancurkan dirinya sendiri.
Jauh lebih celaka orang yang berzina!
Siapa berzina sungguh tak berotak.
Dia menghancurkan dirinya sendiri.
Orang seperti itu pasti dipukul dan dihina.
Dia tidak akan dihormati lagi,
karena aibnya tak terlupakan.
Rasa cemburu seorang suami
membuat hatinya dibakar amarah.
Saat membalas dendam, dia tak akan berbelas kasihan.
Dia tidak akan mau menerima ganti rugi.
Seberapa pun besarnya suap yang diberikan
untuk menutupi perzinaan itu,
dia pasti menolaknya!
Istri yang baik bagaikan mahkota kehormatan bagi suaminya,
tetapi istri yang bertingkah buruk bagaikan penyakit yang menggerogoti tulang suaminya.
Manusia menyusun rencana dalam hati,
tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.
Lebih baik hidup sendirian di kamar yang sempit
daripada tinggal di rumah besar bersama istri yang suka bertengkar.
Pujian bagi istri yang cakap
Sungguh beruntung apabila seorang lelaki mendapat istri yang cakap.
Sungguh, wanita itu jauh lebih berharga daripada permata.
Bíblia e casamento
Deus abomina o divórcio. A aliança matrimonial é reflexo da aliança de Deus com seu povo — sagrada e eterna.
Allah sudah mempersatukan tubuh dan rohmu dengan istrimu, supaya dari kesatuan ini kalian menghasilkan keturunan yang sah di hadapan-Nya. Oleh sebab itu, hai suami-suami, jagalah hatimu dan jangan mengkhianati istrimu, yang kamu nikahi pada masa mudamu. Sebab TUHAN, Allah Israel, berkata, "Aku membenci perceraian!" Jika kamu menceraikan istrimu, kamu melakukan kekejaman terhadap dia yang seharusnya kamu lindungi. Maka jagalah hatimu agar kamu tidak berkhianat.
Umat Allah sebagai rumah Allah yang suci
Janganlah terikat dengan orang-orang yang tidak percaya pada Yesus. Karena orang yang hidupnya benar tidak bisa bekerjasama dengan orang yang hidupnya tidak benar. Sama seperti kuasa gelap tidak bisa bersatu dengan kuasa terang.
yaitu, Allah mau supaya kita hidup semakin suci dan menjauhkan diri dari dosa percabulan. Allah juga menginginkan agar kita masing-masing dapat menguasai diri, khususnya mengendalikan hawa nafsu, agar cara hidup kita suci dan terhormat di hadapan semua orang. Jangan biarkan hawa nafsu menguasai dirimu seperti cara hidup orang-orang yang tidak mengenal Allah,
Jangan ada seorang pun dari kalian yang membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi berusahalah untuk selalu berbuat baik kepada saudara-saudari seiman dan semua orang.
Karena kita tahu bahwa tujuan hukum Taurat diberikan bukanlah untuk membebani orang yang sudah dibenarkan oleh Allah, melainkan untuk menghukum orang-orang yang
suka melanggar perintah TUHAN dan melawan Dia,
tidak tahu menghormati-Nya,
suka berbuat dosa dan tidak mau hidup suci,
hanya memikirkan hal-hal duniawi,
memberi kesaksian palsu,
suka menipu,
menjual orang untuk diperbudak,
membunuh orang lain— bahkan orangtuanya sendiri,
melakukan percabulan dan menyukai sesama jenis,
serta hidup bertentangan dengan ajaran benar.
Karena itu, yang boleh diangkat sebagai pemimpin jemaat haruslah orang yang hidupnya tidak bercela, setia kepada istrinya, dan tidak boleh mempunyai lebih dari satu istri. Dia juga haruslah seorang yang sabar, dapat mengendalikan diri, hidup teratur, mau memberi tumpangan di rumahnya, dan mampu mengajar dengan baik.
Laki-laki yang diangkat sebagai pengerja jemaat harus setia kepada istrinya, tidak boleh mempunyai lebih dari satu istri, dan dapat mengatur anak-anaknya serta rumah tangganya dengan baik.
Untuk dipilih menjadi pemimpin jemaat, orang itu harus hidup tidak bercela. Dia harus setia kepada istrinya dan tidak boleh mempunyai lebih dari satu istri. Anak-anaknya juga harus pengikut Kristus yang dikenal berperilaku baik dan sopan.
Beberapa peraturan lainnya
"Laki-laki yang baru menikah tidak boleh diutus berperang atau dibebani tugas wajib lainnya. Dia harus dibiarkan tinggal di rumah selama satu tahun untuk berbahagia bersama istrinya.
Peraturan tentang bercerai dan menikah kembali
Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, "Suatu saat mungkin terjadi hal seperti ini: Tak lama sesudah menikah, seorang suami tidak lagi menyukai istrinya karena menemukan sesuatu yang tidak sesuai pada perempuan itu. Lalu suaminya menulis surat cerai, memberikan surat itu kepadanya, dan menyuruh perempuan itu pergi dari rumahnya.
Peraturan tentang pernikahan
"Suatu saat mungkin terjadi hal seperti ini: Seorang laki-laki menikahi seorang perempuan, tetapi sesudah bersetubuh dengan dia sekali, laki-laki itu menjadi tidak suka padanya. Lalu suami itu secara terbuka menuduh istrinya sudah pernah bersetubuh dengan laki-laki lain sebelum mereka menikah. Untuk membuktikan bahwa tuduhan tersebut palsu, orang tua perempuan itu harus mengambil kain pengantin yang ada bekas darahnya sebagai bukti bahwa anak mereka masih perawan ketika dinikahi oleh laki-laki itu. Mereka harus menunjukkan kain itu kepada sidang para pemimpin di gerbang kota. Ayah perempuan itu akan berkata kepada mereka, ‘Saya sudah memberikan anak saya kepada laki-laki ini untuk menjadi istrinya, tetapi sekarang dia membencinya. Dia menuduh anak saya sudah tidak perawan saat mereka menikah. Tetapi inilah bukti bahwa anak saya pada waktu itu masih perawan. Lihatlah, ini kain alas tempat tidur dengan noda darah dari malam pertama pernikahan mereka!’
Jangan pula melecehkan ayahmu dengan bersetubuh dengan istrinya yang lain.
Jangan menajiskan dirimu dengan bersetubuh dengan istri orang lain.
Berbagai dosa seksual
"Jika seorang laki-laki berzina dengan perempuan yang sudah bersuami, maka laki-laki dan perempuan yang berzina itu harus dihukum mati.
Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan sesama laki-laki seperti bersetubuh dengan perempuan, maka kedua laki-laki itu harus dihukum mati karena mereka melakukan perilaku yang menjijikkan. Demikianlah mereka bertanggung jawab atas perbuatan itu.
"Imam tidak boleh menikah dengan pelacur, perempuan yang sudah tidak perawan, atau yang sudah bercerai dari suaminya, karena imam dikhususkan untuk hidup suci bagi-Ku.
"Seorang imam besar harus menikah dengan seorang perempuan yang masih perawan. Dia tidak boleh menikah dengan janda, atau pelacur, ataupun perempuan yang sudah bercerai dari suaminya. Imam besar hanya boleh menikah dengan seorang gadis perawan dari bangsanya sendiri.
Exemplos bíblicos
O Cântico dos Cânticos celebra o amor conjugal. A Bíblia honra o casamento em toda a sua beleza e profundidade.
Nikmatilah hidup dengan istrimu, yang kamu cintai. Itulah upah yang Allah berikan atas segala jerih lelahmu selama hidup yang singkat dan sia-sia di dunia ini.
Nikmatilah hidup dengan istrimu, yang kamu cintai. Itulah upah yang Allah berikan atas segala jerih lelahmu selama hidup yang singkat dan sia-sia di dunia ini.
Berdua lebih baik daripada seorang diri saja, karena mereka memperoleh upah yang lebih baik dari hasil kerja keras mereka. Dan apabila salah satu dari mereka jatuh, maka yang lain bisa menolongnya untuk berdiri. Tetapi betapa menyedihkan apabila seseorang yang hanya sendirian jatuh, sebab tidak ada yang menolongnya untuk berdiri. Bila dua orang tidur berdampingan, mereka bisa saling menghangatkan. Tetapi bila hanya seorang diri, sulit baginya untuk merasa hangat. Umpama dalam perkelahian, seorang diri saja akan mudah dikalahkan musuh. Tetapi kalau berdua, lebih mungkin mereka mampu bertahan. Tiga orang akan lebih kuat lagi— seperti tiga utas tali yang dijalin menjadi satu akan sulit diputuskan.
Juízo e restauração
O Senhor é testemunha do pacto conjugal. Casamentos quebrados podem ser restaurados pelo poder e graça de Deus.
Namun, karena raja hendak menikahi Sarai, TUHAN membuat raja dan semua orang di dalam istana itu menderita berbagai penyakit yang berbahaya. Akhirnya raja menyadari penyebab penyakit berbahaya yang menyerang orang-orang di istananya. Dia pun memanggil Abram dan berkata, "Kamu sudah membohongi aku! Kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa dia adalah istrimu?!
Abram mendapat anak laki-laki dari Hagar
Hingga saat itu, Sarai belum juga memberikan keturunan bagi Abram. Namun, karena dia memiliki seorang budak perempuan dari Mesir bernama Hagar, berkatalah Sarai kepada Abram, "Sampai sekarang TUHAN belum mengizinkan aku mengandung. Kalau kamu setuju, aku akan memberikan budakku Hagar kepadamu. Barangkali dia bisa hamil dan memberikan keturunan yang diperhitungkan sebagai anak yang aku lahirkan." Abram menyetujui usul Sarai. Kemudian Sarai menyerahkan Hagar kepada Abram untuk dijadikan istri berstatus budak. Hal ini terjadi sesudah mereka menetap di Kanaan selama sepuluh tahun.
Orang yang kelihatannya seperti pemimpin di antara mereka bertiga itu berkata, "Aku akan kembali satu tahun dari sekarang. Pada waktu itu, Sara sudah memiliki seorang anak laki-laki!"
Sara sedang berada di pintu kemah, di belakang orang yang sedang berbicara itu. Dia mendengar pembicaraan mereka. Abraham dan Sara sudah sangat tua, dan Sara sudah tidak haid lagi. Berarti dia sudah tidak bisa hamil. Karena itu, Sara tertawa dalam hati dan berpikir, "Aku sudah lanjut usia, suamiku juga sudah sangat tua. Bagaimana mungkin aku bisa mengalami berkat semacam itu!"
Tetapi Onan tahu bahwa dengan berbuat demikian, artinya dia tidak membangun garis keturunan sendiri. Maka setiap kali dia bersetubuh dengan Tamar, dia sengaja menumpahkan air maninya di tanah supaya tidak memberi keturunan bagi kakaknya. Perbuatan Onan itu sangat jahat di mata TUHAN. Maka TUHAN mengambil nyawanya juga.
Lalu Daud menghibur Batseba istrinya. Sesudah Daud bersetubuh dengan dia, Batseba mengandung dan melahirkan anak laki-laki lagi. Daud memberi nama anak itu Salomo. Dan TUHAN mengasihi anak ini. Terbukti karena TUHAN mengirim pesan melalui Nabi Natan untuk menamainya Yedidayah.
"Demikanlah peraturannya ketika seorang suami merasa cemburu karena dia mencurigai istrinya sudah berselingkuh. Suami akan membawa istrinya menghadap imam, dan imam akan melaksanakan semua peraturan tersebut terhadap perempuan itu di hadapan-Ku.
Nubuat kelima tentang akhir yang indah bagi umat Allah
Yerusalem ibarat perempuan mandul yang mendapat anak
TUHAN berkata:
Yerusalem kosong tanpa penduduk
ibarat perempuan yang mandul tanpa anak.
Tetapi sebentar lagi kota yang terlantar itu akan penuh
lebih daripada keadaannya sebelum ditinggalkan.
Maka seperti girangnya perempuan mandul ketika mendapat anak,
demikianlah sukacita di Yerusalem akan sangat besar!
Bernyanyilah dengan riang, hai putri Sion!
Ketika semuanya itu terjadi, kalian akan berseru,
"Aku bergirang riang karena TUHAN!
Hatiku bergembira karena Allahku,
sebab Dia telah menyelamatkan aku dan menjadikanku orang benar.
Keselamatan dan kebenaran itu bagaikan jubah pesta yang membuatku indah,
seperti mempelai pria mengenakan busana pengantin
dan mempelai perempuan dipercantik dengan perhiasan."
Hana melihat Yesus
Di situ juga ada seorang nabi perempuan bernama Hana, anak Fanuel dari suku Asyer. Hana adalah janda yang sudah tua sekali. Suaminya meninggal sekitar delapan puluh empat tahun lalu, pada waktu pernikahan mereka berusia tujuh tahun. Sejak itu Hana tidak pernah menikah lagi dan hampir selalu berada di teras rumah Allah. Sepanjang hari dia beribadah di sana sambil berdoa dan berpuasa.
"Ketika kamu menghadiri pesta pernikahan, janganlah kamu duduk di tempat yang terhormat. Karena ada kemungkinan tuan rumah sudah mengundang seseorang yang lebih terhormat daripadamu.
"Setiap suami yang menceraikan istrinya lalu menikah lagi dengan perempuan lain, maka laki-laki itu berzina. Dan laki-laki yang menikahi perempuan yang diceraikan suaminya, dia juga berzina."
Dulu mereka tidak berpikir bahwa bencana akan menimpa mereka. Mereka sibuk makan dan minum, laki-laki menikahi perempuan, dan perempuan dinikahi laki-laki. Mereka terus hidup seperti biasa sampai tiba waktunya Nuh masuk ke dalam perahu besar, lalu datanglah banjir membinasakan mereka semua.
Yesus berdiri dan bertanya kepadanya, "Di manakah orang-orang yang menuduh engkau tadi? Apakah tidak ada yang mau menghukummu?"
Perempuan itu menjawab, "Tidak ada, Tuan."
Dan Yesus berkata kepadanya, "Aku juga tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi."
Dan setiap orang yang sudah meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, orangtuanya, pasangannya, anak-anaknya, atau ladangnya karena mengikut Aku, dia akan mendapat seratus kali lipat yang serupa, dan dia juga akan menerima hidup yang kekal.
"Guru, Musa mengajarkan bahwa kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya harus menikahi jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.
Nanti, ketika orang yang sudah meninggal dihidupkan kembali, mereka tidak akan berpasang-pasangan lagi, tetapi hidup tanpa pasangan seperti semua malaikat di surga.
Karena dari dalam hatilah berasal semua pikiran jahat, termasuk pikiran untuk membunuh, berzina, berbagai dosa percabulan, mencuri, berbohong, dan menjelekkan orang.
Sebaliknya, kalau kita hidup menurut keinginan badani yang jahat, hasilnya jelas perbuatan-perbuatan dosa ini:
perzinaan, percabulan, persetubuhan yang tidak wajar, mengikuti hawa nafsu,
menyembah berhala, terlibat dalam ilmu sihir, membenci orang lain,
berkelahi, cemburu, mudah marah,
mementingkan diri sendiri, menimbulkan perpecahan, mengikuti ajaran sesat,
iri hati, membunuh, mabuk-mabukan, berpesta liar,
dan semua dosa yang lain.
Sekarang saya ulangi lagi peringatan yang pernah saya berikan kepada kalian waktu kita masih bersama: Orang-orang yang terus melakukan hal-hal seperti itu tidak termasuk warga kerajaan Allah!
Contohnya seperti seorang perempuan yang sudah menikah, ikatan pernikahan itu berlaku selama suaminya masih hidup. Kalau suaminya meninggal, dia bebas dari peraturan pernikahan yang ada dalam hukum Taurat. Bila perempuan itu menikah atau bersetubuh dengan laki-laki lain sewaktu suaminya masih hidup, maka menurut peraturan, dia berzina. Jika suaminya sudah meninggal, dia bebas dari peraturan pernikahan itu. Jadi, kalau perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sesudah suaminya meninggal, dia tidak berzina.
Tetapi Aku kecewa terhadap kalian, karena kalian terus saja membiarkan perempuan yang bernama Isebel menyesatkan umat-Ku. Dia mengaku sebagai nabi, tetapi dengan ajarannya dia mengajak umat-Ku melakukan percabulan dan ikut dalam pesta makan penyembahan berhala.
Mereka juga tidak bertobat dari perbuatan jahat lainnya, seperti membunuh, mencuri, serta melakukan sihir dan percabulan.
Karena Dia selalu menghakimi dengan adil dan benar.
Sekarang Allah sudah menghukum ratu pelacur itu,
yang merusak penduduk bumi dengan penyembahan berhala.
Di mata Allah, hal itu seperti dosa percabulan.
Dan Allah sudah membalaskan pembunuhan hamba-hamba-Nya terhadap pelacur itu."