5 momentos em que Jesus mostrou como amar ao próximo
O amor ao próximo é um dos princípios mais importantes ensinados por Jesus Cristo, sendo, para muitos, quase sinônimo de sua mensagem. Ao longo de sua vida e ministério, Jesus deu inúmeros exemplos de como devemos tratar os nossos irmãos com compaixão, perdão e amor incondicional. Inspire-se nos ensinamentos de Jesus, afinal, atos de amor ajudam a espalhar a Palavra.
1. Ore pelos seus inimigos
Namun, Aku berkata kepada kalian, kasihilah musuh-musuh kalian! Berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian!
A misericórdia salva!
Jesus ensinou que devemos amar não apenas aqueles que nos amam, mas também nossos inimigos ou quem consideramos inimigos, mesmo que sem absoluta certeza.
1. O Bom Samaritano
Perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati
Yesus menjawab pertanyaan itu dengan sebuah cerita. "Ada seorang yang sedang berjalan dari Yerusalem ke Yerikho. Di dalam perjalanan dia diserang para perampok. Mereka merampas semua miliknya, memukulinya, dan meninggalkannya tergeletak hampir mati di pinggir jalan.
Kebetulan seorang imam melewati tempat itu. Namun, ketika melihat orang yang tergeletak itu, dia menyeberang jalan untuk menghindarinya dan meneruskan perjalanannya. Seorang Lewi juga melewati tempat itu dan melakukan hal yang sama. Dia melihat orang itu, tetapi menyeberang jalan dan meneruskan perjalanannya.
Kemudian seorang Samaria melewati tempat itu. Ketika melihat orang yang hampir mati itu, dia merasa kasihan. Dia mendekatinya, mengobati luka-lukanya dengan minyak zaitun dan anggur, serta membalutnya. Kemudian dia membawa orang itu dengan keledainya ke sebuah penginapan untuk dirawat. Keesokan harinya, orang Samaria itu memberikan dua keping uang perak kepada penjaga penginapan dan berkata, ‘Rawatlah orang ini. Jika biayanya lebih, aku akan membayar kekurangannya ketika aku kembali.’
Dari ketiga orang di dalam cerita ini, menurutmu, siapakah yang menjadi sesama bagi orang yang diserang para perampok itu?" tanya Yesus.
Ahli Taurat itu menjawab, "Orang yang menunjukkan belas kasihan."
Jawab Yesus kepadanya, "Pergi dan lakukanlah hal yang sama."
O verdadeiro amor transcende barreiras!
Em Lucas 10:30-37, Jesus conta a parábola do Bom Samaritano. Um homem é assaltado e deixado quase morto. Dois passam por ele sem ajudá-lo, mas um samaritano, considerado inimigo dos judeus, oferece ajuda ao desamparado. Jesus explica que o verdadeiro amor ao próximo transcende barreiras culturais e preconceitos, encorajando-nos a agir com compaixão para com todos.
3. A Mulher Adúltera
Sementara Yesus sedang berbicara, para ahli Taurat dan orang Farisi datang membawa seorang perempuan yang kedapatan berzina. Mereka menempatkannya di depan orang banyak dan berkata, "Guru, perempuan ini tertangkap basah berzina. Menurut Hukum Musa, perempuan seperti ini harus dilempari batu sampai mati. Bagaimana menurut Guru?"
Mereka bertanya seperti itu karena ingin menjebak-Nya mengatakan sesuatu yang dapat dipakai sebagai alasan untuk menuntut-Nya. Namun, Yesus membungkuk dan menulis dengan jari-Nya di tanah. Karena mereka terus mendesak-Nya, Dia pun mengangkat kepala dan berkata, "Baiklah. Orang yang tidak pernah berdosa di antara kalian, haruslah yang terlebih dahulu melemparkan batu kepadanya." Kemudian Dia membungkuk lagi dan menulis di tanah.
Mendengar perkataan itu, para penuduh itu pergi satu per satu, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggal Yesus dan perempuan itu, dikelilingi oleh orang banyak. Kemudian Yesus mengangkat kepala-Nya dan berkata kepada perempuan itu, "Di manakah orang-orang yang menuduhmu itu? Tidak adakah yang menghukummu?"
"Tidak ada, Tuan," kata perempuan itu. Kata Yesus, "Aku pun tidak menghukummu. Pergi dan janganlah berdosa lagi."]
Perdão e compaixão acima de tudo!
Em João 8:3-11, Jesus encontra uma mulher acusada de adultério, prestes a ser apedrejada. Diferente dos demais, Ele não a condena, mas desafia os acusadores, dizendo:
"Aquele que dentre vós está sem pecado seja o primeiro que atire pedra contra ela."
Todos vão embora, e Jesus salva e orienta a mulher, mostrando um exemplo poderoso de perdão e compaixão.
4. O Servo do Centurião
Seorang Perwira Romawi Menjadi Percaya kepada Yesus
Pada saat Yesus masuk ke Kapernaum, seorang perwira Romawi datang dan memohon kepada-Nya, "Tuan, hambaku terbaring di rumah. Dia lumpuh dan sangat kesakitan."
Yesus berkata, "Aku akan datang dan menyembuhkannya."
Namun, perwira itu berkata, "Tuan, aku tidak layak menerima kehormatan sebesar ini dengan menyambut Tuan di rumahku. Ucapkanlah sepatah kata saja, maka hambaku pasti akan sembuh. Aku sendiri berada di bawah perintah atasanku, dan aku pun mempunyai wewenang atas bawahanku. Kalau aku memerintahkan seorang prajurit atau seorang hamba untuk pergi, atau datang atau mengerjakan sesuatu, mereka pun melaksanakannya."
Ketika mendengar kata-kata ini, Yesus menjadi kagum. Dia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, "Kupastikan kepada kalian, di antara orang Israel, Aku belum pernah bertemu orang yang mempunyai iman sebesar ini. Aku katakan kepada kalian, banyak orang dari seluruh dunia akan datang menikmati perjamuan bersama Abraham, Ishak dan Yakub, di dalam Kerajaan Surga. Namun, banyak orang Israel yang seharusnya menjadi warga Kerajaan itu, akan dibuang ke dalam kegelapan. Di sana mereka akan meratap dan mengertakkan gigi dengan marah."
Kemudian Yesus berkata kepada perwira Romawi itu, "Pulanglah. Terjadilah apa yang kamu percayai itu." Pada saat itu juga hamba perwira Romawi itu sembuh.
Fé que move montanhas!
Em Mateus 8:5-13, um centurião prova a sua fé, acreditando que Jesus pode curar seu servo apenas com uma palavra. Jesus, impressionado com a fé do centurião, cura o servo.
Este ato de amor e cura mostra que Jesus ajuda a todos, independentemente de origem, posição social ou qualquer outra classificação. Ele é misericordioso sem ver a quem.
5. O Sacrifício na Cruz
Tidak ada orang yang kasihnya lebih besar daripada orang yang mati demi sahabat-sahabatnya.
O maior ato de amor ao próximo!
O maior ato de amor ao próximo foi feito por Cristo na Cruz para que pudéssemos ser salvos. Em João 15:13, Jesus disse:
"Ninguém tem maior amor do que este, de dar alguém a sua vida pelos seus amigos."
Lembre-se sempre de agradecer pelo sacrifício de Jesus, que deu sua vida na Terra por nós, a humanidade.
Compartilhe esses ensinamentos de Jesus sobre amor, perdão e salvação e ajude a espalhar o Amor e a Palavra de Cristo.
Deus abençoe!