Pular para o conteúdo
Publicidade

Compaixão

Por Bíblia Online

A compaixão é o coração de Deus em ação. Ele é compassivo e misericordioso, tardio em irar-se e grande em amor. Somos chamados a refletir essa compaixão no mundo.

beginilah jawab TUHAN:

Mungkinkah seorang ibu mengabaikan anak yang disusuinya?

Mungkinkah seorang ibu tidak menyayangi anak yang dilahirkannya?

Ya, mungkin saja ada ibu yang seperti itu.

Tetapi Aku tidak mungkin mengabaikanmu!

Ketahuilah, nama Yerusalem sudah terukir di hati-Ku.

Maka Aku pasti mengingat kalian selalu.

Nubuat Yesaya: TUHAN akan mengasihani umat-Nya

Akan tetapi, TUHAN menunggu-nunggu kalian kembali kepada-Nya,

agar Dia bisa menyatakan belas kasih-Nya kepadamu.

Dia sudah siap memberikan kemurahan bagi-Mu,

karena TUHAN adalah Allah yang adil.

Sungguh berbahagia orang yang menantikan Dia!

"Aku akan menguatkan serta menyelamatkan Yehuda dan seluruh kerajaan Israel.

Karena Aku mengasihani mereka,

Aku akan membawa mereka kembali dan memulihkan keadaan mereka

hingga tak tampak lagi bahwa mereka pernah Aku buang.

Akulah TUHAN, Allah mereka, dan Aku akan menjawab doa mereka.

Jadi, jawaban-Ku masih sama seperti yang disampaikan oleh para nabi sebelumnya: Lakukanlah yang adil dan jujur. Tunjukkan belas kasihan dan kebaikan hati kepada sesamamu. Jangan menindas para janda dan anak yatim, orang asing, ataupun orang miskin. Jangan sekali-kali berencana untuk melakukan kejahatan terhadap sesamamu.

"Itulah yang Aku, TUHAN Panglima Semesta, sampaikan kepada nenek moyang kalian ketika kalian masih hidup makmur di Yerusalem, di kota-kota sekitarnya, dan di padang belantara Negeb.

Wujud hidup baru di antara saudara seiman

Oleh karena itu Saudara-saudari, sebagai orang yang sudah dipilih, dikasihi, dan disucikan oleh Allah sebagai umat-Nya sendiri, biarlah sifat-sifat ini melekat pada dirimu seperti pakaian baru. Hendaklah kamu

saling mengasihani dalam kesusahan,

selalu murah hati,

rendah hati,

lemah lembut,

dan sabar terhadap orang lain.

Sebaliknya hendaklah kamu selalu baik hati, saling mengasihi, dan saling memaafkan, seperti Allah sudah mengampuni kita ketika kita percaya kepada Kristus.

Menderita karena berbuat benar

Kesimpulannya, hendaklah kalian semua hidup dengan satu tujuan, turut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudari seiman, saling mengasihi, saling mengasihani, dan ramah satu sama lain.

Kalau ada di antara kita yang berkecukupan harta duniawi lalu melihat saudaranya menderita kekurangan, tetapi dia menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, berarti dia belum mengalami kelahiran baru di dalam Allah yang membuat kita mampu mengasihi sesama.

Paulus bersyukur kepada Allah

Terpujilah Allah, Bapa dari Penguasa kita Kristus Yesus, Bapa yang penuh belas kasih dan selalu menguatkan kita! Dialah yang menguatkan kami sehingga kami sanggup menghadapi setiap penderitaan. Dengan begitu, kami pun bisa menguatkan orang lain yang juga mengalami berbagai penderitaan. Mereka dikuatkan ketika kami bersaksi tentang cara Allah menguatkan kami.

Meskipun Imam Agung kita itu ada di surga, Dia bisa turut merasakan semua kelemahan kita, karena Dia pernah hidup di dunia ini dan mengalami segala macam pencobaan sama seperti kita. Bedanya, Dia tidak pernah berdosa.

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita. Menangislah bersama orang yang menangis.

Akhir kata, Saudara-saudari, bersukacitalah! Usahakanlah kehidupan rohani kalian masing-masing terus bertumbuh dewasa. Terimalah semua nasihat saya. Hendaklah kalian sehati sepikiran dan hidup dengan damai. Saya berdoa kiranya Allah sumber kasih dan ketenangan senantiasa menyertai kalian.

Seja o primeiro