Egoísmo
O egoísmo é o oposto do amor cristão. Jesus nos ensinou a negar a nós mesmos, tomar a cruz e segui-lo. A vida cristã é vida de entrega, serviço e generosidade.
Negar-se a si mesmo
Se alguém quer vir após mim, negue-se a si mesmo. O caminho de Cristo é o caminho da auto-entrega e do serviço.
Tekad menjadi pengikut Yesus
Sesudah itu Yesus memanggil para murid-Nya dan orang banyak yang sedang mengikuti Dia, lalu berkata kepada mereka, "Siapa yang mau mengikut Aku, dia harus melupakan kepentingan diri sendiri dan terus mengikut Aku dengan bertekad, ‘Sekalipun harus mati, bahkan mati disalibkan, aku tidak akan mundur!’
Dan perintah paling penting kedua adalah
‘Kasihilah sesamamu sama seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.’
Tidak ada yang lebih penting daripada kedua perintah itu."
Sekarang secara rohani saya sudah disalibkan bersama Kristus. Itu berarti bukan lagi saya yang mengatur hidup saya, melainkan Kristus yang hidup dalam diri saya. Seluruh hidup yang saya jalani dalam tubuh duniawi ini hanyalah berdasarkan keyakinan penuh kepada Anak Allah, yang begitu mengasihi saya sampai rela menyerahkan diri-Nya untuk menebus saya.
Apa pun yang kamu lakukan, janganlah mementingkan kepentinganmu sendiri atau menonjolkan diri. Utamakanlah kepentingan setiap saudara seiman lebih daripada kepentinganmu sendiri, dan tetaplah rendah hati.
Tetapi bagi saya, kesengsaraan itu bukan masalah. Mati pun saya tidak takut. Saya hanya ingin tetap berjuang dengan sukacita sampai garis akhir dan menyelesaikan tugas yang sudah Tuhan Yesus percayakan kepada saya, yaitu memberitakan Kabar Baik tentang keselamatan karena kebaikan hati Allah.
Viver para os outros
Ninguém busque o próprio interesse, mas o do próximo. O amor não busca os seus próprios interesses.
Jangan mementingkan kesenangan diri sendiri saja! Hiduplah sedemikian rupa agar selalu menjadi teladan yang menguatkan saudara-saudari seiman.
Sifat kasih itu sabar, murah hati, tidak iri,
tidak membesarkan diri, dan tidak sombong.
Kasih itu tidak berbuat kasar, tidak mengutamakan kepentingan sendiri,
tidak cepat marah, dan tidak mengingat-ingat kesalahan orang lain.
Janganlah kamu menipu diri sendiri. Siapa pun yang merasa pandai dalam ilmu duniawi, tinggalkan saja ilmumu itu! Biarlah kamu dianggap bodoh di mata manusia, yang penting kamu menjadi bijak di mata Allah.
tetapi berusahalah untuk menyenangkan satu sama lain, sehingga kalian saling menolong dan menguatkan.
Orang yang mengulurkan tangan untuk memberkati dan mencukupi sesamanya
akan menerima pertolongan juga sampai dia pun puas dan berkelebihan.
Orang bebal tidak suka diajar
dan hanya ingin didengar.
Selama kamu masih iri hati dan mementingkan diri sendiri, berarti hidupmu masih kacau dan kamu bisa melakukan kejahatan apa saja.