Milagres de Jesus
Os Evangelhos registram dezenas de milagres realizados por Jesus — curas, ressurreições, domínio sobre a natureza e libertações. Cada milagre revelava sua divindade e compaixão.
Curas de cegos e surdos
Jesus devolveu a visão aos cegos e a audição aos surdos, manifestando seu poder sobre toda enfermidade e deficiência.
Orang Buta Melihat
Setelah Yesus meninggalkan rumah anak itu, dua orang buta mengikuti-Nya dan berteriak, "Anak Daud, kasihanilah kami!"
Ketika Dia memasuki rumah tempat-Nya menginap, mereka mendekati-Nya. Yesus bertanya kepada mereka, "Percayakah kalian kalau Aku sanggup menolong kalian?"
Jawab mereka, "Ya, Tuan, kami percaya."
Yesus menyentuh mata mereka dan berkata, "Terjadilah sesuai dengan iman kalian." Mereka pun dapat melihat. Yesus dengan tegas melarang mereka, "Jangan beri tahu siapa pun tentang kejadian ini." Namun, mereka bercerita tentang Yesus di seluruh daerah itu.
Yesus Menyembuhkan Dua Orang Buta
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan Yerikho, orang banyak mengikuti-Nya. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan. Ketika mendengar Yesus melewati jalan itu, mereka berseru, "Tuan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
Orang banyak menyuruh mereka diam. Namun, mereka semakin keras berseru, "Tuan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
Yesus pun berhenti dan memanggil mereka. Dia bertanya, "Apa yang kalian ingin Aku lakukan bagi kalian?"
Jawab mereka, "Tuan, sembuhkan mata kami." Yesus merasa kasihan kepada mereka dan menyentuh mata mereka. Saat itu juga mereka dapat melihat, lalu mengikuti-Nya.
Yesus Menyembuhkan Orang Buta
Setelah Yesus dan murid-murid-Nya sampai di Betsaida, beberapa orang membawa seorang buta kepada Yesus. Mereka memohon Dia menyentuh orang buta itu untuk menyembuhkannya. Yesus memegang tangan orang itu dan menuntunnya keluar dari kampung itu. Kemudian Yesus meludahi dan menyentuh mata orang buta itu, lalu bertanya, "Dapatkah kamu melihat sesuatu sekarang?"
Orang itu melihat ke depan dan berkata, "Ya, aku melihat orang, tetapi tidak terlalu jelas. Mereka terlihat seperti pohon-pohon yang berjalan."
Yesus menyentuh lagi mata orang itu. Ketika membuka matanya, penglihatan orang itu pulih, dan dia dapat melihat semua dengan jelas. Yesus menyuruhnya, "Pulanglah ke rumahmu, jangan kembali ke kampung itu."
Yesus Menyembuhkan Seorang Tuli dan Bisu
Yesus meninggalkan daerah Tirus dan meneruskan perjalanan-Nya melalui Sidon dan melewati Danau Galilea ke daerah Dekapolis.. Di situ beberapa orang datang kepada-Nya dengan membawa seorang yang tuli dan sulit untuk berbicara. Mereka memohon supaya Yesus meletakkan tangan ke atas orang itu untuk menyembuhkannya.
Yesus membawa orang itu menjauh dari orang banyak, lalu memasukkan jari-Nya ke kedua telinga orang itu. Kemudian Dia meludahi jari-Nya dan menyentuh lidah orang itu. Sesudah itu, Yesus menengadah ke langit, menarik napas panjang dan berkata, "Efata", yaitu bahasa Aram yang berarti, "Terbukalah!" Saat itu juga telinga orang itu terbuka dan lidahnya terbebas sehingga dia dapat mendengar dan berbicara dengan baik.
Yesus melarang orang-orang yang melihat hal itu menceritakannya kepada siapa pun. Namun, semakin dilarang oleh Yesus, mereka semakin menyebarkannya. Semua orang sangat takjub dan berkata, "Sungguh baik semua yang dilakukan-Nya! Bahkan Dia membuat yang tuli mendengar, dan yang bisu berbicara!"
Yesus Menyembuhkan Bartimeus yang Buta
Yesus dan para murid-Nya sampai di Yerikho. Ketika mereka meninggalkan kota itu, banyak orang mengikuti mereka. Pada waktu itu ada seorang pengemis buta bernama Bartimeus, yaitu anak Timeus, sedang duduk di pinggir jalan yang mereka lalui. Mendengar bahwa Yesus orang Nazaret sedang lewat di situ, dia mulai berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Banyak orang menyuruhnya diam. Namun, dia semakin keras berseru, "Anak Daud, kasihanilah aku!"
Yesus pun berhenti dan berkata, "Panggil dia ke sini."
Mereka pun memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, "Bersemangatlah! Berdirilah! Dia memanggilmu." Orang buta itu pun melemparkan jubahnya, melompat berdiri dan datang kepada Yesus.
Yesus bertanya kepadanya, "Apa yang kamu ingin Aku lakukan bagimu?"
Jawab orang buta itu, "Rabuni., aku ingin supaya bisa melihat!"
Yesus berkata kepadanya, "Pergilah, imanmu telah menyembuhkanmu." Saat itu juga orang itu dapat melihat, dan dia pun mulai mengikuti Yesus dalam perjalanan itu.
Yesus Menyembuhkan Pengemis yang Buta
Yesus hampir tiba di Yerikho. Dekat pintu gerbang kota itu ada seorang pengemis buta yang sedang duduk di pinggir jalan. Ketika mendengar ramainya orang banyak yang lewat, dia menanyakan apa yang sedang terjadi. Dia diberi tahu bahwa Yesus dari Nazaret sedang lewat. Mendengar hal itu, dia mulai berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Orang banyak yang berjalan di depan Yesus menyuruhnya diam. Namun, dia berseru dengan lebih keras, "Anak Daud, kasihanilah aku!"
Yesus pun berhenti dan menyuruh pengemis buta itu dibawa kepada-Nya. Ketika pengemis itu mendekat, Yesus bertanya kepadanya, "Apa yang kamu ingin Aku lakukan bagimu?"
Jawabnya, "Tuan, aku ingin dapat melihat!"
Yesus berkata, "Melihatlah! Imanmu telah menyembuhkanmu." Seketika itu juga orang itu dapat melihat. Dia mengikuti Yesus sambil memuji Allah. Orang banyak yang menyaksikan mukjizat itu pun memuji Allah.
Yesus Menyembuhkan Orang yang Buta Sejak Lahir
Saat Yesus berjalan, Dia melihat seorang yang buta sejak lahir. "Rabi," tanya murid-murid-Nya, "mengapa orang ini buta sejak lahir? Apakah itu akibat dosanya sendiri ataukah dosa orang tuanya?"
Yesus menjawab, "Bukan karena dosanya, juga bukan dosa orang tuanya. Dia buta supaya melalui dirinya kuasa Allah dapat terlihat. Selagi masih siang, kita harus melaksanakan tugas yang diberikan oleh Dia yang mengutus Aku. Malam akan tiba, dan tidak seorang pun dapat bekerja lagi. Selama masih berada di dunia, Akulah Cahaya bagi dunia."
Setelah berkata begitu, Yesus meludah ke tanah dan mencampurkan ludah-Nya dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang itu. Kata-Nya, "Pergilah, cuci mukamu di Kolam Siloam." Dalam bahasa Ibrani, Siloam berarti Yang Diutus. Orang buta itu pergi dan mencuci mukanya di sana. Ketika kembali, dia sudah dapat melihat.
Curas de paralíticos e enfermos
Paralíticos caminharam, leprosos ficaram limpos e todo tipo de doença foi curada pelo toque e pela palavra de Jesus.
Seorang yang sakit kusta mendekati Yesus, sujud di hadapan-Nya dan memohon, "Tuan, kalau Tuan mau, Tuan dapat menyembuhkanku."
Yesus menyentuh dia dengan tangan-Nya dan berkata, "Aku mau, jadilah sembuh!" Seketika itu juga penyakit kustanya lenyap. Yesus berkata kepadanya, "Jangan ceritakan hal ini kepada siapa pun. Pergilah kepada imam dan mintalah dia memeriksamu. Setelah dia menyatakan bahwa kamu sudah sembuh, bawalah kurban yang ditetapkan oleh Hukum Musa tentang kesembuhan dari penyakit kusta.. Itu akan menjadi bukti kepada semua orang bahwa kamu sudah sembuh."
Di sana, beberapa orang membawa seorang lumpuh yang terbaring di atas tikar kepada Yesus. Ketika melihat iman orang itu dan teman-temannya, Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, "Anak-Ku, bersemangatlah! Dosamu sudah diampuni!"
Beberapa ahli Taurat yang ada di sana berkata di dalam hati mereka, "Orang ini menghujat Allah!"
Yesus mengetahui pikiran mereka dan bertanya, "Mengapa kalian berpikiran jahat seperti itu? Mana yang lebih mudah, mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni,’ atau ‘Bangun dan berjalanlah!’? Baiklah, Aku akan membuktikan kepada kalian bahwa Aku, Anak Manusia, memiliki kuasa di bumi ini untuk mengampuni dosa." Kemudian Yesus berpaling kepada orang lumpuh itu dan berkata, "Bangun, angkat tikarmu, dan pulanglah!"
Orang lumpuh itu pun bangun dan pulang ke rumahnya.
Di situ ada orang yang tangan kanannya cacat. Orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, "Apakah Hukum Musa mengizinkan penyembuhan dilakukan pada hari Sabat?" Mereka mencari alasan untuk dapat mendakwa-Nya. Dia menjawab, "Jika seorang dari kalian mempunyai seekor domba dan terperosok ke dalam lubang pada hari Sabat, tidakkah dia akan menariknya keluar? Bukankah manusia jauh lebih berharga dibanding seekor domba? Jadi, boleh berbuat baik kepada orang pada hari Sabat."
Kemudian Yesus berkata kepada orang itu, "Ulurkanlah tanganmu." Orang itu mengulurkannya dan tangannya pun pulih, sembuh seperti tangannya yang lain.
Di sana Yesus diberi tahu bahwa ibu mertua Simon terbaring di tempat tidur karena demam tinggi. Yesus mendatangi dia, memegang tangannya, dan membantu dia berdiri. Demam ibu itu pun hilang dan dia menyiapkan makanan untuk mereka.
Yesus Menyembuhkan Orang Sakit Kusta
Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, berlutut di hadapan-Nya dan memohon, "Kalau Tuan mau, Tuan dapat menyembuhkanku."
Yesus merasa kasihan kepada orang itu. Jadi, Dia menyentuh orang itu dengan tangan-Nya dan berkata, "Aku mau, jadilah sembuh!" Saat itu juga penyakit kustanya lenyap dan dia menjadi sembuh.
empat orang membawa seorang lumpuh kepada-Nya. Namun, mereka tidak berhasil membawanya kepada Yesus karena terlalu banyak orang. Jadi, mereka membongkar atap di atas tempat Yesus berada, lalu menurunkan tikar bersama orang lumpuh yang terbaring di atasnya. Ketika melihat iman orang itu dan teman-temannya, Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, "Anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
Namun, beberapa ahli Taurat yang sedang duduk di situ berpikir di dalam hati mereka, "Apa-apaan ini? Dia menghujat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa, kecuali Allah?"
Yesus segera mengetahui pikiran mereka, lalu bertanya, "Mengapa kalian berpikiran seperti itu? Mana yang lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini, ‘Dosamu sudah diampuni,’ atau ‘Bangun, angkatlah tikarmu, dan berjalanlah!’? Baiklah, Aku akan membuktikan kepada kalian bahwa Aku, Anak Manusia, memiliki kuasa di bumi ini untuk mengampuni dosa." Kemudian, Yesus berpaling kepada orang lumpuh itu dan berkata, "Bangun, angkat tikarmu, dan pulanglah!"
Orang lumpuh itu bangun, segera mengangkat tikarnya, dan berjalan keluar disaksikan semua orang. Mereka terkagum-kagum dan memuji Allah, "Kita belum pernah melihat kejadian seperti ini!"
Yesus Menyembuhkan Orang pada Hari Sabat
Yesus pergi lagi ke rumah ibadah. Di situ ada orang yang tangannya cacat sebelah. Lawan-lawan Yesus terus mengawasi-Nya untuk melihat apa yang akan dilakukan-Nya. Jika Dia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, mereka dapat mendakwa-Nya.
Yesus berkata kepada orang yang tangannya cacat sebelah itu, "Mari, berdirilah di depan orang banyak." Kemudian, Yesus bertanya kepada lawan-lawan-Nya, "Menurut Hukum Taurat, manakah yang boleh dilakukan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Namun, mereka diam saja.
Yesus memandang orang-orang di situ dengan rasa marah, tetapi juga sedih karena mereka keras kepala. Kemudian, Dia berkata kepada orang yang tangannya cacat sebelah itu, "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu mengulurkannya, dan tangannya pun pulih!
Yesus Menyembuhkan Orang Sakit Kusta
Di salah satu desa yang dikunjungi-Nya, Yesus bertemu dengan orang yang tubuhnya penuh kusta. Ketika melihat Yesus, dia sujud di hadapan-Nya dan memohon, "Tuan, kalau Tuan mau, Tuan dapat menyembuhkanku."
Yesus menyentuh dia dengan tangan-Nya dan berkata, "Aku mau, jadilah sembuh!" Seketika itu juga penyakit kustanya lenyap.
Beberapa orang datang membawa seorang lumpuh yang terbaring di atas tikar. Mereka berusaha membawanya masuk ke rumah untuk meletakkannya di hadapan Yesus. Namun, karena tidak dapat menerobos kerumunan orang banyak, mereka naik ke atap rumah. Mereka membongkar sebagian genteng dan menurunkan orang lumpuh itu di atas tikarnya, tepat di hadapan Yesus.
Ketika melihat iman orang itu dan teman-temannya, Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, "Saudara, dosamu sudah diampuni!"
Mendengar perkataan Yesus, para ahli Taurat dan orang Farisi berkata dalam hati, "Dia pikir Dia siapa? Dia menghujat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa, kecuali Allah?"
Yesus mengetahui pikiran mereka dan bertanya, "Mengapa kalian berpikir seperti itu? Mana yang lebih mudah, mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni,’ atau ‘Bangun dan berjalanlah!’? Nah, Aku akan membuktikan kepada kalian bahwa Aku, Anak Manusia, memiliki kuasa di bumi ini untuk mengampuni dosa." Yesus berpaling kepada orang lumpuh itu dan berkata, "Bangun, angkat tikarmu, dan pulanglah!" Seketika itu juga orang itu berdiri di depan semua orang, mengangkat tikarnya, dan pulang ke rumahnya sambil memuji-muji Allah.
Yesus Menyembuhkan Orang pada Hari Sabat
Pada hari Sabat yang lain, Yesus mengajar di rumah ibadah. Di situ ada orang yang tangan kanannya cacat. Para ahli Taurat dan orang Farisi memperhatikan Yesus dengan saksama untuk melihat apa yang akan dilakukan-Nya. Jika Dia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, mereka memiliki alasan untuk mendakwa-Nya. Namun, Yesus mengetahui pikiran mereka. Dia berkata kepada orang yang tangannya cacat itu, "Berdirilah di sini di depan semua orang." Orang itu pun bangun dan melangkah maju.
Yesus berkata kepada para ahli Taurat dan orang Farisi, "Aku ingin bertanya kepada kalian, menurut Hukum Taurat, manakah yang boleh dilakukan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
Yesus memandang orang-orang di sekeliling-Nya, dan berkata kepada orang bertangan cacat itu, "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu mengulurkannya dan tangannya pun pulih.
Iman Seorang Perwira Romawi
Setelah selesai mengatakan semua itu di depan orang banyak, Yesus pergi ke Kapernaum. Di kota itu tinggal seorang perwira tentara Romawi yang memiliki seorang hamba yang sangat disayanginya. Hamba itu sedang sakit dan hampir mati. Ketika mendengar tentang Yesus, perwira itu mengutus beberapa pemimpin Yahudi untuk meminta agar Yesus datang dan menyembuhkan hambanya. Setelah bertemu dengan Yesus, mereka sungguh-sungguh memohon agar Dia ikut bersama mereka untuk memenuhi permintaan perwira itu. Kata mereka, "Permohonannya patut Guru kabulkan karena dia mengasihi bangsa kita dan dialah yang membangun rumah ibadah kami."
Kemudian Yesus pergi bersama mereka. Namun, ketika mereka hampir sampai, perwira itu mengutus beberapa orang temannya untuk mengatakan kepada Yesus, "Tuan, janganlah bersusah-susah untuk datang ke rumahku. Aku tidak layak menerima kehormatan sebesar ini dengan menyambut Tuan di rumahku. Aku juga tidak pantas menjumpai Tuan. Itulah sebabnya aku mengirim teman-temanku. Ucapkanlah sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh. Aku sendiri berada di bawah perintah atasanku, dan aku pun mempunyai wewenang atas bawahanku. Kalau aku memerintahkan seorang prajurit atau seorang hamba untuk pergi, atau datang atau mengerjakan sesuatu, mereka pun melaksanakannya."
Ketika mendengar kata-kata itu, Yesus menjadi kagum. Dia berpaling kepada orang banyak yang mengikuti-Nya dan berkata, "Kukatakan kepada kalian, dari semua orang di Israel, Aku belum pernah bertemu orang yang mempunyai iman sebesar ini."
Ketika orang-orang yang diutus itu kembali ke rumah perwira itu, hambanya sudah sembuh.
Di situ ada seorang perempuan yang menderita karena roh jahat. Sudah delapan belas tahun lamanya dia bungkuk dan sama sekali tidak dapat berdiri tegak. Ketika melihat perempuan itu, Yesus memanggilnya dan berkata, "Ibu, kamu sudah sembuh!" Yesus meletakkan tangan-Nya pada perempuan itu dan seketika itu juga dia berdiri tegak lalu mulai memuji Allah.
Yesus Menyembuhkan Orang pada Hari Sabat
Pada suatu hari Sabat, Yesus diundang makan bersama di rumah seorang pemimpin Farisi. Orang-orang di sana memperhatikan dengan saksama apa yang akan dilakukan-Nya. Sebelum perjamuan dimulai, Yesus melihat seorang yang bengkak kaki dan tangannya. Yesus bertanya kepada para ahli Taurat dan orang Farisi, "Apakah boleh menurut Hukum Taurat menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Saat mereka tidak menjawab, Yesus memegang orang sakit itu, menyembuhkannya, dan menyuruhnya pergi.
Sepuluh Orang Kusta
Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus menyusuri perbatasan antara Samaria dan Galilea. Ketika Dia akan memasuki sebuah desa, sepuluh orang kusta berdiri pada jarak tertentu, sesuai dengan ketentuan Hukum Musa. Mereka berteriak, "Yesus! Tuan! Kasihanilah kami!"
Yesus melihat mereka dan berkata, "Pergilah dan perlihatkanlah diri kalian masing-masing kepada para imam dan minta mereka menyatakan kesembuhan kalian.". Di dalam perjalanan, mereka sembuh dari penyakit mereka.
Ketika seorang dari mereka menyadari bahwa dia telah sembuh, dia kembali kepada Yesus dan berseru memuji Allah. Dia bersujud di kaki Yesus dan berterima kasih kepada-Nya. Orang itu orang Samaria.
Yesus bertanya, "Sepuluh orang yang Aku sembuhkan! Di mana sembilan lainnya? Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah kecuali orang asing ini?" Kemudian Yesus berkata kepada orang itu, "Berdiri dan pergilah. Imanmu telah menyembuhkanmu."
Yesus Menyembuhkan Orang di Kolam Betzata
Tidak lama kemudian, pada salah satu hari raya orang Yahudi, Yesus pergi ke Yerusalem. Di kota itu, di dekat pintu Gerbang Domba, ada kolam yang dalam bahasa Aram disebut Betzata, yang memiliki lima serambi. Banyak orang sakit terbaring di sana. Ada yang buta, pincang, dan lumpuh. [Mereka menunggu air kolam itu berguncang, karena dari waktu ke waktu seorang malaikat datang dan membuat air berguncang. Orang yang pertama masuk setelah air berguncang akan disembuhkan dari penyakit apa pun yang dideritanya.] Di antara mereka ada orang yang sudah sakit selama 38 tahun. Ketika Yesus melihatnya terbaring di sana, dan tahu bahwa orang itu sudah lama sakit, Dia bertanya kepadanya, "Apakah kamu mau sembuh?"
"Mau, Tuan!" kata orang yang sakit itu. "Namun, tidak ada orang yang membantuku masuk ke dalam kolam ketika air berguncang. Kalau aku mencoba masuk sendiri, selalu ada orang lain yang mendahuluiku."
Yesus berkata kepadanya, "Berdiri, angkat tikarmu, dan berjalanlah!" Saat itu juga orang itu sembuh, mengangkat tikarnya, dan berjalan.
Peristiwa ini terjadi pada hari Sabat.
Dalam perjalanan-Nya di Galilea, Yesus datang lagi ke Kana, tempat Dia pernah mengubah air menjadi anggur. Pada waktu itu di Kapernaum, yang dekat dari sana, tinggal seorang pejabat kerajaan yang anaknya sedang sakit keras. Ketika mendengar Yesus sudah kembali dari Yudea dan sekarang berada di Galilea, dia pergi menemui Yesus. Dia memohon agar Yesus mau datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya yang hampir mati.
Namun, Yesus berkata, "Apakah kalian akan pernah percaya jika tidak melihat tanda ajaib dan mukjizat?"
Pejabat kerajaan itu terus memohon, "Tuan, datanglah ke rumahku sebelum anakku mati."
Yesus berkata kepadanya, "Pulanglah! Anakmu sudah sembuh."
Pejabat itu memercayai perkataan Yesus, dan pulang. Di tengah jalan, beberapa pelayannya menemui dia dan memberi tahu bahwa anaknya sudah sembuh. Pejabat itu bertanya kepada mereka kapan anak itu mulai membaik. Mereka menjawab, "Kira-kira jam satu siang kemarin dia tidak demam lagi." Ayah anak itu pun teringat bahwa pada saat itulah Yesus berkata, "Anakmu sudah sembuh." Sejak itu dia dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus. Itulah tanda ajaib kedua yang dilakukan Yesus di Galilea. Dia melakukannya setelah kembali ke sana dari Yudea.
A mulher com fluxo de sangue
Uma mulher que sofria há doze anos tocou a orla do manto de Jesus e foi curada instantaneamente pela sua fé.
Di dalam perjalanan, seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun, mendekati Yesus dari belakang dan diam-diam. menyentuh ujung jubah-Nya.. Dia berkata dalam hatinya, "Asal kusentuh saja jubah-Nya, aku pasti sembuh." Yesus menoleh dan melihat perempuan itu lalu berkata kepadanya, "Anak-Ku, bersemangatlah! Imanmu telah menyembuhkanmu." Pada saat itu juga perempuan itu sembuh.
Di antara mereka ada juga seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Dia berobat ke banyak dokter dan sangat menderita selama menjalani perawatan itu. Dia telah menghabiskan seluruh hartanya, tetapi bukannya sembuh, keadaannya malah memburuk. Dia sudah mendengar tentang Yesus. Karena itu, di tengah-tengah orang banyak, dia mendekati Yesus dari belakang dan diam-diam. menyentuh jubah-Nya. Dia melakukan itu karena pikirnya, "Asalkan aku dapat menyentuh jubah-Nya saja, aku pasti sembuh!" Seketika itu juga pendarahannya berhenti. Dia bisa merasa tubuhnya telah disembuhkan dari penyakitnya.
Di antara mereka ada juga seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Meskipun telah menghabiskan semua miliknya untuk berobat ke dokter, tidak seorang pun dapat menyembuhkannya. Perempuan itu mendekati Yesus dari belakang dan diam-diam. menyentuh ujung jubah-Nya.. Seketika itu juga pendarahannya berhenti.
"Siapa yang menyentuh-Ku?" tanya Yesus.
Ketika tidak seorang pun mengakuinya, Petrus berkata, "Tuan, bukankah orang banyak mengimpit dan mendesak-desak-Mu?"
"Pasti ada yang sengaja menyentuh-Ku," balas Yesus. "Aku merasa ada kuasa telah keluar dari diri-Ku."
Ketika sadar bahwa perbuatannya ketahuan, perempuan itu datang dengan gemetar dan bersujud di kaki Yesus. Di hadapan semua orang dia memberitahukan alasan dia menyentuh Yesus dan bagaimana dia disembuhkan pada saat itu juga. Yesus berkata kepadanya, "Anak-Ku, imanmu telah menyembuhkanmu. Pergilah dengan damai."
Ressurreições
Jesus ressuscitou mortos — a filha de Jairo, o filho da viúva de Naim e Lázaro. Ele é Senhor sobre a morte.
Yesus Berkuasa atas Penyakit dan Kematian
Sementara Yesus masih berbicara kepada murid-murid Yohanes Pembaptis, datanglah seorang kepala rumah ibadah. Dia bersujud di depan Yesus, dan berkata, "Anak perempuanku baru saja meninggal. Kumohon datanglah ke rumahku dan letakkanlah tangan-Mu di atasnya supaya dia hidup kembali."
Yesus dan para murid-Nya berdiri lalu mengikuti orang itu.
Akhirnya Yesus sampai di rumah kepala rumah ibadah itu. Ketika melihat pemain-pemain musik perkabungan dan orang banyak yang sedang ribut, Yesus berkata kepada mereka, "Keluar, kalian semua! Anak ini tidak mati, dia hanya tidur." Mereka mentertawai-Nya. Setelah mereka keluar, Yesus masuk ke kamar dan memegang tangan anak itu. Anak perempuan itu pun bangun.
Seorang kepala rumah ibadah setempat yang bernama Yairus juga datang ke sana. Ketika melihat Yesus, dia bersujud di depan kaki-Nya dan memohon dengan sungguh-sungguh, "Anak perempuanku hampir mati. Aku mohon Guru datanglah ke rumahku dan letakkanlah tangan-Mu di atasnya, supaya dia selamat dan tetap hidup." Yesus pun pergi bersamanya. Semua orang mengikuti Yesus dan berdesak-desakan di sekeliling-Nya.
Setelah sampai di rumah Yairus, Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan nyaring. Yesus masuk ke dalam rumah dan bertanya kepada mereka, "Mengapa kalian ribut dan menangis? Anak itu tidak mati, dia hanya tidur." Mereka mentertawai-Nya. Yesus menyuruh semua orang keluar, lalu membawa orang tua anak itu serta ketiga murid-Nya masuk ke dalam kamar anak itu. Yesus memegang tangan anak itu dan berkata, "Talita kum," yang dalam bahasa Aram berarti, "Nak, bangunlah!" Anak perempuan yang berumur dua belas tahun itu langsung bangun dan mulai berjalan. Semua yang melihatnya terkagum-kagum.
Pendapat Yesus atas Orang-orang Sezaman-Nya
Yesus berkata, "Dengan apakah Aku dapat menggambarkan orang-orang zaman ini? Seperti apa mereka itu? Mereka seperti anak-anak yang duduk di pasar dan saling mengecam,
‘Kami memainkan musik pernikahan,
tetapi kalian tidak menari,
kami memainkan musik perkabungan,
tetapi kalian tidak menangis.’
Bukankah kalian berbuat sama seperti itu? Yohanes Pembaptis sering berpuasa dan tidak minum anggur, tetapi kalian berkata, ‘Dia dirasuki roh jahat.’ Aku, Anak Manusia, makan dan minum anggur seperti orang-orang lain, kalian malah berkata, ‘Lihat Orang itu! Rakus dan pemabuk, teman para penagih pajak dan orang-orang yang tidak berguna lainnya!’ Namun, hikmat Allah terbukti benar dari kehidupan semua orang yang menaatinya."
Yesus Diurapi oleh Seorang Pelacur
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Dia menerima undangan itu dan pergi ke sana. Di kota itu ada seorang perempuan pelacur. Ketika mengetahui bahwa Yesus diundang makan oleh orang Farisi itu, dia datang membawa sebuah botol pualam berisi minyak wangi yang sangat mahal.
Seorang kepala rumah ibadah setempat bernama Yairus, datang dan bersujud di kaki Yesus. Dia memohon kepada Yesus untuk datang ke rumahnya karena anak perempuan, anak tunggalnya, yang berumur sekitar dua belas tahun, hampir mati.
Di sepanjang jalan menuju rumah Yairus, Yesus hampir terimpit karena orang banyak yang berdesak-desakan.
Sementara Yesus masih berbicara, seseorang dari rumah Yairus datang dan berkata kepada Yairus, "Anak Tuan sudah mati. Jangan lagi menyusahkan Guru."
Mendengar ini, Yesus berkata kepada Yairus, "Jangan takut. Percaya saja, dan anakmu akan selamat."
Setelah sampai di rumah Yairus, Yesus tidak mengizinkan siapa pun untuk masuk bersama-Nya, kecuali Petrus, Yohanes, dan Yakobus, serta orang tua anak itu. Semua orang sedang menangis dan meratapi kematian anak itu. Namun, Yesus berkata, "Jangan menangis. Dia tidak mati, dia hanya tidur."
Mereka mentertawai-Nya karena mereka tahu benar bahwa anak itu sudah mati. Kemudian Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, "Nak, bangunlah!" Anak itu hidup kembali dan seketika itu juga dia bangun. Kemudian Yesus menyuruh mereka untuk memberinya makan. Orang tuanya tercengang, tetapi Yesus melarang mereka untuk menceritakan peristiwa itu kepada siapa pun.
Lazarus Dihidupkan Kembali
Ada seorang bernama Lazarus yang sedang sakit parah. Dia berasal dari Betania di Yudea, dan di 10:40-42., yaitu desa tempat tinggal Maria dan Marta, saudara perempuannya. Maria inilah perempuan yang nantinya menuangkan minyak wangi pada kaki Tuhan dan mengeringkannya dengan rambutnya.. Karena Lazarus, saudara mereka, sudah parah penyakitnya, kedua perempuan itu mengirim pesan kepada Yesus, "Tuan, saudara kami yang Kaukasihi sakit parah."
Ketika mendengar kabar itu, Yesus berkata, "Penyakit ini tidak akan berakhir dengan kematian. Ini terjadi supaya Allah dimuliakan, karena melalui penyakit itu kemuliaan Anak-Nya akan dinyatakan."
Yesus mengasihi Marta, Maria, dan Lazarus. Namun, ketika mendengar bahwa Lazarus sakit, Dia tetap tinggal dua hari lagi di tempat Dia berada.
Setelah itu, Dia berkata kepada murid-murid-Nya, "Ayo kita kembali ke Yudea." Namun, murid-murid-Nya berkata, "Rabi, baru beberapa hari yang lalu orang-orang di Yudea mencoba membunuh-Mu, dan sekarang Engkau mau kembali ke sana?"
Yesus menjawab, "Bukankah siang hari lamanya dua belas jam? Pada waktu siang orang tidak tersandung karena ada cahaya yang menerangi jalannya. Namun, pada malam hari orang mudah tersandung karena tidak ada cahaya."
Setelah itu, Yesus berkata lagi, "Lazarus, teman kita, sudah tidur, tetapi Aku akan ke sana untuk membangunkan dia."
Para murid menjawab, "Tuan, jika dia tidur, berarti dia akan segera sembuh." Mereka menyangka yang dimaksud Yesus adalah Lazarus sedang tidur, padahal maksud-Nya adalah Lazarus sudah mati.
Karena itu, Yesus berkata terus terang kepada mereka, "Lazarus sudah mati.
Domínio sobre a natureza
Jesus acalmou a tempestade, andou sobre as águas e multiplicou pães. A natureza obedece à voz do seu Criador.
Yesus Meredakan Badai
Yesus naik ke perahu dan para murid mengikuti-Nya. Ketika mereka menyeberangi danau itu, datanglah badai yang hebat, dan perahu mereka dihantam gelombang. Namun, Yesus tetap tidur. Para murid mendekati-Nya dan berteriak membangunkan-Nya, "Tuan, tolong! Kita akan tenggelam!"
Yesus menjawab, "Mengapa kalian takut? Mengapa kalian kurang percaya?" Dia berdiri, lalu membentak angin dan ombak itu. Badai itu berhenti dan danau pun menjadi sangat tenang.
Para murid takjub dan bertanya, "Siapakah Orang ini? Bahkan angin dan ombak pun menaati-Nya!"
Sore harinya para murid datang kepada Yesus dan berkata, "Tempat ini terpencil dan hari sudah hampir malam. Suruhlah orang banyak itu pergi ke desa-desa di sekitar sini supaya mereka dapat membeli makanan."
Yesus menjawab, "Mereka tidak perlu pergi. Kalianlah yang harus memberi mereka makan."
"Bagaimana mungkin?" seru mereka. "Kami hanya punya lima roti dan dua ikan!"
"Bawalah kemari," kata-Nya.
Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di atas rumput. Dia mengambil lima roti dan dua ikan, lalu menengadah ke langit dan mengucapkan doa berkat. Setelah itu, Dia menyobek-nyobek roti, lalu memberikannya kepada para murid untuk dibagikan kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Ketika makanan yang tersisa dikumpulkan, masih ada dua belas bakul penuh. Jumlah orang yang ikut makan ada sekitar 5.000 laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak!
Pagi-pagi buta, Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air.
Yesus Memberi Makan Empat Ribu Orang
Kemudian Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata, "Aku kasihan kepada orang-orang itu. Sudah tiga hari mereka bersama-Ku dan tidak mempunyai makanan lagi. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan perut lapar. Jangan-jangan mereka akan pingsan di jalan."
Murid-murid-Nya bertanya, "Di mana kita akan mendapat makanan yang cukup untuk orang sebanyak itu di daerah yang terpencil ini?"
"Berapa banyak roti yang kalian miliki?" tanya Yesus kepada mereka.
Mereka menjawab, "Tujuh roti dan beberapa ikan yang kecil."
Kemudian Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Dia mengambil ketujuh roti dan ikan itu, mengucap syukur, dan menyobek-nyobeknya, lalu memberikan kepada murid-murid-Nya yang membagikannya kepada orang banyak.
Setelah semua orang makan sampai kenyang, murid-murid Yesus mengumpulkan kelebihan makanan dan semuanya ada tujuh bakul penuh. Jumlah orang yang makan itu ada 4.000 laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak.
Pembayaran Pajak Bait Allah
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sampai di Kota Kapernaum, para penagih pajak Bait Allah. datang kepada Petrus dan bertanya, "Tidakkah Guru kalian membayar pajak Bait Allah?"
Jawab Petrus, "Ya, Dia membayarnya." Kemudian dia masuk ke dalam rumah.
Sebelum dia sempat menceritakan apa pun tentang kejadian itu, Yesus berkata kepadanya, "Petrus, apa pendapatmu? Siapa yang harus membayar bea masuk dan pajak kepada raja-raja dunia ini? Anak-anak mereka sendiri atau rakyatnya?"
Jawab Petrus, "Rakyatnya."
Yesus berkata, "Kalau begitu, anak-anak tidak wajib membayar pajak. Namun, kita tidak mau menyinggung perasaan orang-orang itu. Jadi, pergilah memancing di danau dan ambillah ikan pertama yang kautangkap. Ketika membuka mulutnya, kamu akan menemukan uang yang diperlukan untuk membayar pajak kita berdua. Ambillah uang itu dan bayarlah pajak."
Yesus Mengutuk Pohon Ara
Keesokan paginya, di dalam perjalanan kembali ke Yerusalem, Yesus merasa lapar. Dia melihat pohon ara di pinggir jalan dan mendekatinya, tetapi tidak menemukan apa pun selain daun saja. Yesus berkata kepada pohon itu, "Kamu tidak pernah akan berbuah lagi!" Saat itu juga pohon ara itu menjadi layu.
Para murid Yesus heran sekali melihat kejadian itu, dan bertanya, "Bagaimana pohon itu bisa langsung kering dan mati?"
Yesus menjawab, "Kupastikan, jika kalian percaya dan tidak ragu, kalian dapat melakukan lebih dari apa yang terjadi dengan pohon ara ini. Bahkan kalian dapat berkata kepada gunung ini, ‘Terangkat dan terlemparlah ke dalam laut,’ dan itu akan terjadi. Kalau kalian percaya, apa pun yang kalian minta dalam doa, kalian akan menerimanya."
Tidak lama kemudian datanglah badai yang dahsyat. Ombak besar menghantam perahu mereka sehingga perahu itu mulai dipenuhi air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur dengan kepala di atas bantal, di bagian belakang perahu. Murid-murid-Nya membangunkan Dia, "Guru, tidakkah Engkau peduli? Kita akan tenggelam!" Yesus pun bangun, membentak angin itu, dan memerintahkan danau itu, "Diam! Tenanglah!" Angin pun berhenti dan danau itu menjadi sangat tenang. "Mengapa kalian takut? Mengapa tidak percaya kepada-Ku?" tanya Yesus kepada murid-murid-Nya. Mereka menjadi sangat takut dan kagum, lalu bertanya satu sama lain, "Siapakah Orang ini? Bahkan angin dan ombak pun menaati-Nya!"
Pada waktu hari sudah sore, murid-murid Yesus datang kepada-Nya dan berkata, "Tempat ini terpencil dan hari sudah hampir malam. Suruhlah orang-orang itu pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar sini supaya mereka dapat membeli makanan."
Namun, Yesus berkata, "Kalianlah yang harus memberi mereka makan."
"Bagaimana mungkin?" tanya mereka. "Masa kami harus pergi dan membeli makanan bagi semua orang ini? Upah enam bulan pun tidak akan cukup!"
Yesus bertanya, "Berapa jumlah roti yang kalian miliki? Coba cari tahu."
Setelah mengetahuinya, mereka berkata, "Lima roti dan dua ikan."
Yesus menyuruh para murid-Nya mengatur orang-orang itu untuk duduk berkelompok di atas rumput hijau. Orang-orang itu pun duduk secara berkelompok, ada yang 50 dan ada yang 100 orang.
Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, lalu menengadah ke langit dan mengucapkan doa berkat. Setelah itu, Dia menyobek-nyobek roti lalu memberikannya kepada para murid untuk dibagikan kepada orang banyak. Yesus juga membagi-bagikan kedua ikan itu untuk semua orang. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Ketika makanan yang tersisa dikumpulkan, masih ada dua belas bakul penuh roti dan ikan. Jumlah laki-laki yang ikut makan roti itu ada sekitar 5.000 orang.
Yesus melihat mereka bersusah payah mendayung karena melawan angin. Menjelang subuh, Yesus berjalan di atas air ke arah mereka dan sepertinya Dia akan melewati mereka. Ketika melihat Yesus berjalan di atas air, mereka mengira Dia hantu dan berteriak. Mereka semuanya sangat ketakutan.
Namun, Yesus langsung berkata kepada mereka, "Tenanglah, ini Aku! Jangan takut!" Kemudian, Dia naik ke perahu dan angin pun reda. Para murid merasa sangat heran.
Yesus Memberi Makan Empat Ribu Orang
Pada hari yang lain ada lagi orang banyak berkumpul bersama Yesus. Melihat bahwa mereka tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan, Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata, "Aku kasihan kepada orang-orang itu. Sudah tiga hari mereka bersama-Ku, dan tidak mempunyai makanan lagi. Jika Aku menyuruh mereka pulang dengan perut lapar, mereka akan pingsan di jalan. Apalagi di antara mereka ada yang datang dari jauh."
Murid-murid-Nya menjawab, "Bagaimana kita bisa mendapatkan cukup makanan untuk semua orang ini? Tempat ini terpencil!"
Yesus bertanya, "Berapa banyak roti yang kalian miliki?"
"Tujuh," jawab mereka.
Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Dia mengambil ketujuh roti itu dan mengucap syukur. Kemudian Dia menyobek-nyobeknya dan memberikan kepada murid-murid-Nya untuk dibagikan kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan kecil. Setelah mengucap syukur, Yesus menyuruh para murid-Nya membagikan ikan-ikan itu juga.
Setelah semua orang makan sampai kenyang, murid-murid Yesus mengumpulkan kelebihan makanan dan semuanya ada tujuh bakul. Jumlah orang yang makan itu ada kira-kira 4.000 orang. Sesudah itu Yesus menyuruh mereka pulang.
Yesus Mengutuk Pohon Ara
Keesokan harinya, pada saat meninggalkan Betania menuju Yerusalem bersama para murid-Nya, Yesus merasa lapar. Dari kejauhan Dia melihat pohon ara yang daunnya lebat. Dia mendekati pohon itu untuk melihat apakah ada buahnya, tetapi tidak menemukan apa pun selain daun saja karena belum waktunya untuk pohon itu berbuah. Kemudian, Yesus berkata kepada pohon itu, "Tidak akan ada lagi orang yang memakan buahmu!" Perkataan-Nya itu didengar oleh para murid-Nya.
Pelajaran dari Pohon Ara
Keesokan paginya, mereka melewati pohon ara itu lagi, dan para murid melihatnya sudah menjadi kering sampai ke akar-akarnya. Petrus teringat perkataan Yesus kepada pohon itu dan berkata, "Rabi., lihat! Pohon yang kemarin Engkau kutuk telah kering dan mati!"
Yesus pun berkata kepada para murid-Nya, "Percayalah kepada Allah! Kupastikan kepada kalian, jika kalian percaya dan tidak ragu, yang kalian minta akan diberikan, kalian dapat berkata kepada gunung ini, ‘Terangkat dan terlemparlah ke dalam laut!’ dan hal itu akan terjadi. Karena itu, Aku berkata kepada kalian, apa pun yang kalian minta dalam doa, percayalah bahwa kalian pasti menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepada kalian. Namun, ketika berdoa, jika kalian menaruh dendam terhadap seseorang, ampunilah dia, supaya Bapa di surga pun mengampuni kesalahan kalian. [
Yesus Memanggil Murid-murid-Nya yang Pertama
Pada suatu hari Yesus berdiri di tepi Danau Genesaret. Orang banyak berdesak-desakan mengerumuni Dia hendak mendengar firman Allah. Yesus melihat dua perahu di tepi danau. Para nelayannya telah turun dan sedang mencuci jala mereka. Yesus naik ke dalam salah satu perahu dan minta agar Simon, pemilik perahu itu, mendorong perahunya agak menjauh dari pantai. Kemudian Yesus duduk dan mengajar orang-orang dari atas perahu itu.
Setelah selesai mengajar, Dia berkata kepada Simon, "Pergilah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan!"
Simon menjawab, "Tuan, sepanjang malam kami telah bekerja keras dan tidak mendapat apa-apa. Namun, karena Tuan yang menyuruh, aku akan menebarkan jala lagi."
Kali ini mereka menangkap begitu banyak ikan, sehingga jala mereka hampir koyak! Mereka memberi isyarat untuk meminta bantuan teman-teman mereka yang ada di perahu lain. Teman-teman itu datang dan membantu memasukkan ikan-ikan ke dalam kedua perahu itu sampai penuh sehingga hampir tenggelam.
Ketika melihat semua yang terjadi, Simon Petrus bersujud di hadapan Yesus dan berkata, "Tuan, jauhilah aku, sebab aku orang yang berdosa!" Simon dan semua orang yang bersamanya di dalam perahu menjadi ketakutan dan takjub akan banyaknya ikan yang telah mereka tangkap. Begitu juga mitra kerja Simon di perahu lain, yaitu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus.
Yesus berkata kepada Simon, "Jangan takut! Mulai sekarang kamu bukan lagi penjala ikan. Kamu akan menjadi penjala manusia!" Mereka menarik perahu-perahu itu ke pantai, meninggalkan segalanya, dan mengikuti Yesus.
Yesus Meredakan Badai
Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya berada di tepi Danau Galilea. Mereka naik ke sebuah perahu, dan Dia berkata kepada mereka, "Mari kita pergi ke seberang danau." Maka berangkatlah mereka. Sewaktu mereka menyeberang, Yesus tertidur. Tidak lama kemudian datang angin badai sehingga perahu itu mulai penuh dengan air, dan mereka berada dalam bahaya.
Para murid mendekati Yesus dan membangunkan-Nya. "Tuan! Tuan! Kita akan tenggelam!" seru mereka.
Yesus bangun, lalu membentak badai dan ombak itu. Badai itu berhenti dan danau pun tenang kembali. Kemudian Dia bertanya kepada murid-murid-Nya, "Di manakah iman kalian?"
Dengan takut dan kagum, mereka bertanya satu sama lain, "Siapakah Orang ini? Ketika Dia memberi perintah, bahkan angin dan ombak pun menaati-Nya!"
Yesus Meredakan Badai
Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya berada di tepi Danau Galilea. Mereka naik ke sebuah perahu, dan Dia berkata kepada mereka, "Mari kita pergi ke seberang danau." Maka berangkatlah mereka. Sewaktu mereka menyeberang, Yesus tertidur. Tidak lama kemudian datang angin badai sehingga perahu itu mulai penuh dengan air, dan mereka berada dalam bahaya.
Para murid mendekati Yesus dan membangunkan-Nya. "Tuan! Tuan! Kita akan tenggelam!" seru mereka.
Yesus bangun, lalu membentak badai dan ombak itu. Badai itu berhenti dan danau pun tenang kembali. Kemudian Dia bertanya kepada murid-murid-Nya, "Di manakah iman kalian?"
Dengan takut dan kagum, mereka bertanya satu sama lain, "Siapakah Orang ini? Ketika Dia memberi perintah, bahkan angin dan ombak pun menaati-Nya!"
Orang Gerasa yang Kerasukan
Mereka sampai di daerah Gerasa, yang terletak di seberang Danau Galilea.
Ketika hari sudah sore, kedua belas rasul Yesus datang kepada-Nya dan berkata, "Tempat ini terpencil. Suruhlah orang banyak itu pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar sini supaya mereka mencari makanan dan tempat menginap."
Yesus menjawab, "Kalianlah yang harus memberi mereka makan."
"Bagaimana mungkin?" tanya para rasul itu. "Kami hanya punya lima roti dan dua ikan. Haruskah kami pergi membeli makanan untuk semua orang di sini?"
Jumlah laki-laki saja ada sekitar 5.000 orang.
Yesus berkata kepada para murid-Nya, "Suruhlah mereka duduk berkelompok, kira-kira 50 orang setiap kelompok." Para murid melakukan yang dikatakan Yesus dan menyuruh semua orang duduk. Yesus mengambil lima roti dan dua ikan, lalu menengadah ke langit dan mengucapkan doa berkat. Setelah itu, Dia menyobek-nyobek roti dan ikan itu, lalu memberikannya kepada para murid untuk dibagikan kepada orang banyak itu. Mereka semuanya makan sampai kenyang, dan masih ada dua belas bakul penuh sisa makanan yang dikumpulkan.
Mukjizat Pertama Yesus
Dua hari setelah percakapan Yesus dengan Natanael, ada pesta pernikahan di Desa Kana di Galilea. Ibu Yesus ada di sana. Yesus dan murid-murid-Nya juga diundang. Saat pesta masih berlangsung, persediaan anggur habis. Ibu Yesus memberitahukan hal itu kepada Yesus, "Mereka tidak punya anggur lagi."
Yesus menjawab, "Jangan memberitahu-Ku apa yang harus Kulakukan!). Dia meminta supaya ibu-Nya tidak mencampuri urusan-Nya. Saat-Ku belum tiba."
Namun, ibu-Nya berkata kepada para pelayan, "Kerjakan apa pun yang dikatakan-Nya."
Di rumah itu ada enam tempayan air dari batu, yang dipakai orang Yahudi untuk mencuci tangan seperti yang ditentukan oleh peraturan agama mereka. Masing-masing tempayan itu berukuran kira-kira 80 sampai 120 liter. Yesus berkata kepada para pelayan, "Isilah tempayan-tempayan itu dengan air." Mereka pun mengisinya sampai penuh. Setelah itu Dia berkata, "Cedoklah sedikit, dan bawalah kepada pembawa acara." Para pelayan itu pun mengikuti perintah-Nya.
Ketika pembawa acara itu mencicipinya, air itu sudah menjadi anggur! Dia tidak tahu dari mana asalnya, hanya para pelayan yang mengetahuinya. Kemudian dia memanggil pengantin laki-laki dan berkata kepadanya, "Biasanya tuan rumah menghidangkan anggur yang bagus lebih dahulu. Setelah para tamu agak mabuk dan tidak menyadarinya, barulah tuan rumah menghidangkan anggur yang kurang bagus. Namun, kamu menghidangkan anggur yang bagus sampai sekarang!"
Yesus melakukan mukjizat ini di Desa Kana di Galilea. Dengan tanda ajaib itu, Dia menyatakan kemuliaan-Nya untuk pertama kalinya dan para murid-Nya percaya kepada-Nya.
Yesus sudah tahu apa yang akan dilakukan-Nya, tetapi Dia bertanya begitu untuk menguji Filipus.
Filipus menjawab, "Upah enam bulan tidak akan cukup untuk membeli roti bagi mereka, bahkan kalau setiap orang hanya mendapat sepotong kecil!"
Murid-Nya yang lain, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata, "Di sini ada anak laki-laki yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan, tetapi apa artinya untuk orang sebanyak ini?"
Yesus berkata, "Suruhlah semua orang itu duduk." Orang-orang duduk di tanah yang berumput tebal. Jumlah laki-laki dewasa saja ada sekitar 5.000 orang. Kemudian Yesus mengambil roti itu, mengucapkan doa syukur, dan membagi-bagikannya kepada orang banyak. Demikian juga dilakukan-Nya dengan kedua ikan itu, dan semua orang makan sepuas-puasnya. Setelah mereka kenyang, Yesus berkata kepada para murid-Nya, "Kumpulkanlah makanan yang tersisa supaya tidak ada yang terbuang." Mereka pun melakukannya dan mengisi penuh dua belas keranjang. Begitulah banyaknya sisa lima roti jelai itu!
Setelah mendayung kira-kira lima atau enam kilometer, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu mereka. Mereka menjadi sangat ketakutan, tetapi Yesus berkata, "Ini Aku. Jangan takut!" Mereka bermaksud menaikkan Yesus ke dalam perahu, tetapi saat itu juga mereka sampai di pantai yang mereka tuju.
Yesus Menampakkan Diri kepada Tujuh Orang Murid
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada para murid-Nya. Ini terjadi di tepi Danau Tiberias. dan beginilah kejadiannya. Saat itu Simon Petrus sedang bersama Tomas yang disebut Didimus., Natanael dari Kana di Galilea, anak-anak Zebedeus, dan dua murid Yesus yang lain.
Simon Petrus berkata, "Aku mau pergi menangkap ikan."
"Kami ikut," kata yang lain kepadanya. Maka pergilah mereka naik perahu, tetapi sepanjang malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
Saat fajar menyingsing, Yesus berdiri di pantai, tetapi para murid tidak mengenali-Nya.
Yesus berseru kepada mereka, "Teman-teman, adakah ikan yang kalian tangkap?"
"Tidak ada," jawab mereka.
Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Lemparkan jala kalian ke sebelah kanan perahu, maka kalian akan mendapat ikan." Mereka melakukan apa yang dikatakan-Nya dan mendapat begitu banyak ikan sehingga mereka tidak sanggup menarik jala mereka kembali.
Murid yang sangat dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, "Itu Tuhan!" Ketika mendengar bahwa itu Tuhan, Simon Petrus mengenakan lagi pakaian luar yang ditanggalkan sebelumnya, lalu melompat ke dalam air. Murid-murid yang lain tetap di dalam perahu dan menarik jala yang penuh dengan ikan ke pantai, sebab mereka kira-kira 100 meter saja dari darat. Sesudah sampai di darat, mereka melihat ada ikan yang dibakar di atas bara api, dan juga ada roti.
"Bawa kemari beberapa ikan yang baru kalian tangkap," kata Yesus. Simon Petrus naik ke perahu, lalu menarik jalanya ke darat. Jala itu penuh dengan ikan yang besar-besar, sejumlah 153 ekor. Meskipun jumlah ikannya begitu banyak, tetapi jalanya tidak robek.
Libertações
Jesus expulsou demônios com autoridade. Os espíritos impuros não resistiam à sua palavra e saíam imediatamente.
Seorang Perwira Romawi Menjadi Percaya kepada Yesus
Pada saat Yesus masuk ke Kapernaum, seorang perwira Romawi datang dan memohon kepada-Nya, "Tuan, hambaku terbaring di rumah. Dia lumpuh dan sangat kesakitan."
Yesus berkata, "Aku akan datang dan menyembuhkannya."
Namun, perwira itu berkata, "Tuan, aku tidak layak menerima kehormatan sebesar ini dengan menyambut Tuan di rumahku. Ucapkanlah sepatah kata saja, maka hambaku pasti akan sembuh. Aku sendiri berada di bawah perintah atasanku, dan aku pun mempunyai wewenang atas bawahanku. Kalau aku memerintahkan seorang prajurit atau seorang hamba untuk pergi, atau datang atau mengerjakan sesuatu, mereka pun melaksanakannya."
Ketika mendengar kata-kata ini, Yesus menjadi kagum. Dia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, "Kupastikan kepada kalian, di antara orang Israel, Aku belum pernah bertemu orang yang mempunyai iman sebesar ini. Aku katakan kepada kalian, banyak orang dari seluruh dunia akan datang menikmati perjamuan bersama Abraham, Ishak dan Yakub, di dalam Kerajaan Surga. Namun, banyak orang Israel yang seharusnya menjadi warga Kerajaan itu, akan dibuang ke dalam kegelapan. Di sana mereka akan meratap dan mengertakkan gigi dengan marah."
Kemudian Yesus berkata kepada perwira Romawi itu, "Pulanglah. Terjadilah apa yang kamu percayai itu." Pada saat itu juga hamba perwira Romawi itu sembuh.
Dua Orang di Gadara yang Kerasukan Roh Jahat
Ketika sampai di seberang danau, di daerah Gadara, Yesus didatangi oleh dua orang yang kerasukan roh jahat. Kedua orang itu tinggal di gua-gua kuburan, dan mereka sangat ganas sehingga tidak seorang pun berani melewati tempat itu.
Mereka berteriak kepada Yesus, "Apa yang Engkau inginkan dari kami, Yesus, Anak Allah? Apakah Engkau datang untuk menyiksa kami sebelum waktunya? Hari Penghakiman belum tiba!"
Tidak jauh dari mereka, ada sekawanan besar babi yang sedang makan. Roh-roh jahat itu memohon kepada Yesus, "Jika Engkau mengusir kami, izinkanlah kami masuk ke dalam babi-babi itu."
"Pergilah!" kata Yesus kepada mereka. Roh-roh jahat itu keluar dari kedua orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu berlarian dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau, lalu mati tenggelam. Para penjaga babi pun melarikan diri ke kota. Di sana mereka menceritakan semua yang terjadi, juga tentang dua orang yang kerasukan roh jahat itu. Kemudian semua penduduk kota itu pergi menemui Yesus dan meminta-Nya meninggalkan daerah mereka.
Yesus Menyembuhkan Orang Bisu
Ketika kedua orang itu berjalan keluar, beberapa orang membawa kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan roh jahat. Yesus mengusir roh jahat itu, dan orang bisu itu mulai berkata-kata. Orang banyak menjadi heran dan berseru, "Belum pernah kami melihat kejadian seperti ini di Israel!"
Apakah Yesus Teman Iblis?
Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang buta dan bisu yang kerasukan roh jahat. Yesus menyembuhkan orang itu sehingga dia dapat melihat dan berbicara.
Iman Seorang Perempuan Bukan Yahudi
Yesus meninggalkan Galilea dan pergi ke utara ke daerah Tirus dan Sidon. Seorang perempuan Kanaan) dan ketidakpercayaan mereka sering kali membuat orang Israel jatuh ke dalam penyembahan berhala. Matius menunjukkan bahwa bahkan seorang keturunan dari musuh-musuh Israel di zaman dahulu pun diterima oleh Yesus karena imannya. Sekalipun Yesus diutus terutama kepada orang Yahudi, Kabar Baik dan belas kasih-Nya menjangkau semua orang. yang tinggal di sana datang dan berseru, "Kasihanilah aku, ya Tuan, Anak Daud! Anak perempuanku dirasuki roh jahat dan dia sangat menderita."
Yesus sama sekali tidak menyahut. Akhirnya para murid meminta Yesus, "Berikanlah yang diingininya dan suruh dia pergi! Dia mengganggu dengan terus mengikuti kita dan berteriak-teriak."
Yesus menjawab, "Aku diutus hanya untuk menolong orang-orang Israel. Mereka seperti domba tersesat yang membutuhkan gembala."
Perempuan itu bersujud sambil memohon kepada Yesus, "Tuan, tolong aku!"
Yesus menjawab, "Tidak baik mengambil makanan dari anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Perempuan itu menjawab, "Benar Tuan, tetapi anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuan mereka."
Yesus berkata kepada perempuan itu, "Sungguh besar imanmu. Jadilah sesuai dengan keinginanmu." Saat itu juga anak perempuannya sembuh.
Yesus Menyembuhkan Anak yang Kerasukan Roh Jahat
Ketika Yesus dan ketiga murid-Nya kembali kepada orang banyak, seseorang datang dan berlutut di depan Yesus sambil berkata, "Tuan, kasihanilah anakku. Dia sakit ayan dan sangat menderita karena sering terjatuh ke dalam api atau air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
Yesus berseru kepada orang banyak, "Hai, kalian yang sesat dan tidak beriman! Berapa lama lagi Aku harus tinggal bersama kalian dan bersabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke sini!" Kemudian Yesus memerintahkan roh jahat keluar dari anak itu, dan roh itu taat kepada-Nya. Saat itu juga anak itu pun sembuh.
Dalam rumah ibadah itu ada orang yang kerasukan roh jahat. Tiba-tiba dia berteriak, "Hai, Yesus dari Nazaret! Apa yang Engkau inginkan dari kami? Apa Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau. Engkau adalah Yang Kudus dari Allah!"
Yesus membentaknya, "Diam! Keluarlah dari orang ini!" Roh jahat itu membuat orang itu kejang-kejang, lalu keluar dari orang itu sambil menjerit dengan suara nyaring.
Yesus Mengusir Roh Jahat dari Orang yang Kerasukan
Yesus dan murid-murid-Nya sampai di seberang Danau Galilea, di daerah Gerasa. Begitu Yesus turun dari perahu, seorang yang kerasukan roh jahat menemui-Nya. Orang itu datang dari gua-gua kuburan, tempat dia tinggal. Dia sangat ganas sehingga tidak seorang pun mampu mengikatnya sekalipun dengan rantai. Sudah sering tangan dan kakinya dirantai, tetapi dia selalu berhasil memutuskan rantainya. Tidak seorang pun dapat menahannya. Siang malam dia berkeliaran di gua-gua kuburan dan bukit-bukit, berteriak-teriak dan melukai tubuhnya sendiri dengan batu-batu.
Ketika melihat Yesus dari jauh, dia berlari dan bersujud di depan-Nya. Roh jahat yang ada di dalam orang itu berteriak, "Apa yang Engkau inginkan dariku, Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi? Aku memohon demi Allah, jangan menyiksa aku!" Roh jahat itu berkata begitu karena Yesus telah menyuruhnya keluar dari orang itu.
"Siapa namamu?" tanya Yesus.
Roh jahat itu menjawab, "Namaku Legiun karena jumlah kami sangat banyak." Roh-roh jahat itu terus-menerus memohon agar Yesus tidak mengusir mereka keluar dari daerah itu.
Di lereng bukit dekat tempat itu ada sekawanan besar babi yang sedang makan. Roh-roh jahat itu memohon kepada Yesus, "Izinkanlah kami masuk ke dalam babi-babi itu." Yesus mengabulkan permintaan mereka. Roh-roh jahat itu pun keluar dari orang itu dan masuk ke dalam babi-babi itu. Kawanan babi yang berjumlah sekitar 2.000 ekor itu berlarian dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau, lalu tenggelam.
Para penjaga babi itu melarikan diri dan menceritakan kejadian itu di kota dan desa-desa di sekitarnya. Orang-orang keluar untuk melihat apa yang sudah terjadi.
Namun, kalian mengajarkan, jika seseorang mengatakan bahwa uang yang seharusnya digunakan untuk menolong orang tuanya telah dinyatakannya sebagai kurban, yaitu persembahan untuk Bait Allah, kalian membiarkan orang itu mengabaikan kebutuhan orang tuanya. Dengan demikian, kalian membatalkan firman Allah untuk mempertahankan adat istiadat kalian sendiri. Hal ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak hal lainnya."
Kemudian Yesus memanggil lagi orang banyak, dan berkata, "Kalian semua, dengar dan pahamilah. Bukan yang masuk ke dalam mulutnya yang membuat orang najis di mata Allah, tetapi yang keluar dari mulutnya, itulah yang menajiskannya. [
Iman dari Perempuan Bukan Yahudi
Kemudian Yesus meninggalkan Galilea dan pergi ke utara ke daerah Tirus. Dia masuk ke sebuah rumah dan tidak ingin orang-orang tahu kalau Dia berada di situ. Namun, keberadaan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Seorang ibu yang anak perempuannya kerasukan roh jahat, mendengar tentang Yesus. Dia segera datang, bersujud di kaki-Nya, dan memohon supaya Yesus mengusir roh jahat dari anaknya.
Perempuan itu bukan orang Yahudi. Dia orang Siro-Fenisia.. Yesus berkata kepadanya, "Biarlah anak-anak bangsa-Ku makan sampai kenyang lebih dulu. Tidak baik mengambil makanan dari anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
"Benar, Tuan," jawab perempuan itu, "tetapi anjing yang berada di bawah meja pun diperbolehkan makan remah-remah yang jatuh dari piring anak-anak."
"Benar sekali perkataanmu!" kata Yesus. "Karena itu, pulanglah! Roh jahat telah meninggalkan anakmu." Perempuan itu pulang dan menemukan anaknya sedang berbaring di tempat tidurnya. Roh jahat itu telah pergi.
Seorang di antara orang banyak itu menjawab, "Guru, aku membawa anakku kepada-Mu supaya disembuhkan. Dia dirasuki roh jahat yang membuatnya bisu. Setiap kali kerasukan roh jahat, dia dibanting ke tanah oleh roh itu. Kemudian mulutnya berbusa, giginya bekertak, dan tubuhnya pun menjadi kejang. Aku sudah memohon murid-murid-Mu untuk mengusir roh jahat itu, tetapi mereka tidak dapat melakukannya."
Yesus berkata kepada semua yang hadir, "Hai, kalian yang tidak beriman! Berapa lama lagi Aku harus tinggal bersama kalian dan bersabar terhadap kalian? Bawalah anak itu kepada-Ku!"
Mereka membawa anak itu. Begitu roh jahat itu melihat Yesus, anak itu diguncangkannya sehingga terpelanting ke tanah dan terguling-guling dengan mulut berbusa.
Yesus bertanya kepada ayah anak itu, "Sejak kapan hal itu terjadi?"
Jawab ayah anak itu, "Sejak dia kecil. Roh itu sering melemparkannya ke dalam api atau ke dalam air untuk membunuhnya. Jika Guru dapat berbuat sesuatu, kasihani dan tolonglah kami."
Kata Yesus, "Apa maksudmu, ‘Jika Aku dapat’? Segala sesuatu dapat terjadi jika kamu percaya."
Langsung ayah anak itu berseru, "Aku percaya, tolong aku mengatasi keraguanku!"
Ketika Yesus melihat bahwa makin banyak orang datang berkerumun, Dia memerintahkan roh jahat itu keluar dengan berkata, "Roh tuli dan bisu, Aku perintahkan kamu keluar dari anak ini dan jangan pernah merasukinya lagi!"
Roh itu menjerit dan membuat anak itu kejang-kejang, lalu meninggalkannya. Anak itu pun tergeletak seperti mayat, dan orang-orang berkata, "Dia sudah mati!" Namun, Yesus memegang tangan anak itu dan membantunya berdiri.
Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Simon dan Banyak Orang Lainnya
Setelah meninggalkan rumah ibadah itu, Yesus pergi ke rumah Simon. Ibu mertua Simon sakit demam tinggi dan orang-orang di sana meminta Yesus menyembuhkannya. Yesus berdiri di sisi tempat tidur ibu itu dan mengusir demam itu. Dia pun sembuh dan langsung bangun, lalu mulai menyiapkan makanan untuk tamu-tamunya.
Sesudah turun dari perahu, Yesus didatangi oleh seseorang dari kota itu, yang sudah lama kerasukan roh-roh jahat. Dia telanjang dan tidak tinggal di rumah, tetapi di gua-gua kuburan di luar kota.
Ketika melihat Yesus, dia menjerit dan tersungkur di hadapan-Nya. Dia berteriak, "Apa yang Engkau inginkan dariku, Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi? Aku mohon jangan menyiksa aku!" Dia berkata begitu karena Yesus sudah memerintahkan roh jahat untuk keluar dari diri orang itu. Roh jahat itu sudah sering menguasainya. Meskipun dijaga dan diikat dengan rantai serta dibelenggu, dia tetap dapat memutuskannya, lalu dia dibawa oleh roh jahat ke padang gurun.
Yesus bertanya, "Siapa namamu?"
"Legiun.," jawabnya, karena dia dirasuki banyak roh jahat. Roh-roh jahat itu terus-menerus memohon kepada Yesus agar tidak mengirim mereka ke jurang maut.
Di lereng bukit dekat tempat itu, ada sekawanan besar babi yang sedang makan. Roh-roh jahat itu memohon kepada Yesus untuk diizinkan masuk ke dalam babi-babi itu, dan Yesus mengabulkannya. Roh-roh jahat pun keluar dari orang itu dan memasuki babi-babi. Kemudian kawanan babi itu berlarian dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau, lalu tenggelam.
Melihat apa yang terjadi, para penjaga babi melarikan diri dan menceritakan kejadian itu di kota dan desa-desa di sekitarnya. Orang-orang keluar untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang telah dibebaskan dari roh-roh jahat itu sedang duduk di dekat kaki Yesus. Dia berpakaian lengkap dan pikirannya sudah waras. Mereka menjadi takut.
Aku pastikan kepada kalian, beberapa dari kalian yang ada di sini tidak akan mati sebelum melihat Kerajaan Allah."
Yesus Dimuliakan
Kira-kira delapan hari setelah mengatakan perkataan itu, Yesus mengajak Petrus, Yohanes dan Yakobus naik ke atas gunung untuk berdoa. Sementara Dia berdoa, wajah-Nya mulai bersinar dan pakaian-Nya menjadi putih dan menyilaukan. Tiba-tiba dua orang muncul dan berbicara dengan Yesus. Mereka adalah Musa dan Elia, yang tampak dalam kemuliaan surgawi. Mereka berbicara dengan Yesus tentang kematian-Nya, yang akan terjadi sebentar lagi di Yerusalem.
Sementara itu, Petrus dan teman-temannya tertidur. Ketika terbangun, mereka melihat Yesus dalam kemuliaan surgawi bersama dua orang yang berdiri di dekat-Nya. Pada saat Musa dan Elia hendak pergi, Petrus berseru, "Tuan, kami senang sekali berada di sini! Biarlah kami mendirikan tiga pondok, satu untuk-Mu, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia." Petrus tidak menyadari apa yang dikatakannya.
Salah seorang dari kerumunan itu berseru kepada-Nya, "Guru! Aku memohon kepada-Mu untuk melihat anakku. Dia anakku satu-satunya. Setiap kali roh jahat menguasainya, dia tiba-tiba berteriak, badannya kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Roh jahat itu selalu menyiksanya dan tidak mau meninggalkannya. Aku sudah memohon kepada murid-murid-Mu untuk mengusirnya, tetapi mereka tidak dapat melakukannya."
Yesus berkata, "Hai, kalian yang sesat dan tidak beriman! Berapa lama lagi Aku harus tinggal bersama kalian dan bersabar terhadap kalian?" Kemudian Dia memerintahkan orang itu, "Bawalah anakmu ke sini."
Ketika anak itu mendatangi Yesus, roh jahat itu membanting dan membuatnya kejang-kejang. Namun, Yesus memerintahkan roh jahat keluar, dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya. Semua orang tercengang menyaksikan kebesaran dan kuasa Allah.
Yesus Berbicara Lagi tentang Kematian-Nya
Orang-orang kagum dengan semua perbuatan Yesus, tetapi Yesus berkata kepada para murid-Nya,
Apakah Yesus Teman Iblis?
Pada suatu hari Yesus sedang mengusir roh jahat yang membuat seseorang menjadi bisu. Ketika roh jahat itu keluar, orang bisu itu mulai berkata-kata. Orang banyak menjadi heran.
Salah seorang dari mereka menyerang pelayan Imam Besar dengan pedang dan memotong telinga kanannya.
Namun, Yesus berkata, "Sudah! Biarkanlah!" Dia menyentuh dan menyembuhkan telinga orang itu.
Sesudah murid-murid Yohanes pergi, Yesus mulai berbicara tentang Yohanes kepada orang banyak, "Kalian pergi ke padang gurun untuk melihat apa? Ilalang yang digoyang anginkah? Jika bukan, kalian mau melihat apa? Orang yang berpakaian mahal? Kalau begitu, kalian harus pergi ke istana raja. Di sanalah tinggal orang yang berpakaian mahal dan hidup mewah. Jadi, apa yang ingin kalian lihat? Seorang nabi? Ya! Aku berkata kepada kalian, dia bahkan lebih daripada seorang nabi. Dialah yang dimaksudkan dalam Kitab Suci,
‘Aku mengirim utusan-Ku mendahului-Mu,
dan dia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu.’.
Aku berkata kepada kalian, dari semua orang yang pernah hidup, tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes. Namun, orang yang paling tidak penting di Kerajaan Allah lebih besar daripadanya."
Semua yang sudah mendengarkan khotbah Yohanes, bahkan para penagih pajak, mengakui kebenaran penghakiman Allah atas mereka, dan mereka dibaptis oleh Yohanes. Hanya orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang menolak rencana Allah untuk menyelamatkan mereka dan tidak mau dibaptis oleh Yohanes.