Pular para o conteúdo
Publicidade

Milagres de Jesus

Por Bíblia Online

Os Evangelhos registram dezenas de milagres realizados por Jesus — curas, ressurreições, domínio sobre a natureza e libertações. Cada milagre revelava sua divindade e compaixão.

Curas de cegos e surdos

Jesus devolveu a visão aos cegos e a audição aos surdos, manifestando seu poder sobre toda enfermidade e deficiência.

Yesus menyembuhkan dua orang buta dan mengusir setan dari seorang bisu

Ketika Yesus melanjutkan perjalanan, ada dua orang buta mengikuti Dia. Mereka berteriak-teriak, "Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah kami!"

Sewaktu Dia masuk ke suatu rumah, kedua orang buta itu datang menghadap-Nya. Yesus bertanya kepada mereka, "Apakah kalian percaya bahwa Aku sanggup membuat kalian melihat lagi?"

Jawab mereka, "Ya Tuhan, kami percaya."

Maka sambil menyentuh mata mereka, Dia berkata, "Jadilah sesuai dengan yang kalian percayai." Dan mereka pun bisa melihat kembali! Lalu dengan tegas Yesus melarang mereka, "Jangan ceritakan kejadian ini kepada siapa pun." Tetapi mereka pergi dan menceritakan berita tentang Yesus di seluruh daerah itu.

Yesus membuat dua orang buta bisa melihat

Waktu Yesus dan kami semua meninggalkan kota Yeriko, banyak orang mengikuti kami. Ada dua orang buta sedang duduk di pinggir jalan. Waktu mereka mendengar bahwa Yesus sedang melewati jalan itu, mereka mulai berseru, "Tuhan, Keturunan Daud, kasihanilah kami!" Orang banyak yang mengikuti Yesus menegur mereka supaya diam, tetapi mereka berteriak semakin keras, "Tuhan, Keturunan Daud, kasihanilah kami!" Lalu Yesus berhenti dan berkata kepada mereka berdua, "Apa yang kalian mau Aku perbuat bagi kalian?"

Jawab mereka, "Ya Tuhan, kami ingin mata kami bisa melihat lagi." Yesus sangat mengasihani mereka, maka Dia menjamah mata mereka. Saat itu juga mereka bisa melihat kembali, lalu keduanya mengikuti Yesus.

Yesus membuat orang buta bisa melihat

Waktu Yesus dan murid-murid-Nya tiba di kampung Betsaida, beberapa orang datang menuntun seorang laki-laki yang buta kepada Yesus. Mereka memohon dengan sangat supaya Dia menyentuh orang buta itu agar bisa melihat. Kemudian Yesus memegang tangan orang buta itu dan menuntun dia keluar dari kampung. Sesudah itu Yesus mengoleskan ludah-Nya pada kelopak mata orang itu dan menyentuh bagian matanya, lalu bertanya, "Apakah kamu sudah bisa melihat sesuatu sekarang?"

Orang itu memandang sekelilingnya dan menjawab, "Ya, saya bisa melihat orang-orang, tetapi buram, hanya kelihatan seperti pohon-pohon yang berjalan."

Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya kembali pada kelopak mata orang itu. Sekali lagi dia berusaha melihat, dan kali ini matanya sudah dipulihkan. Dia dapat melihat dengan jelas. Kemudian Yesus menyuruhnya pulang dengan berkata, "Jangan melewati kampung ini, dan jangan beritahukan kejadian tadi kepada siapa pun di kampung ini."

Yesus menyembuhkan orang tuli yang juga sulit berbicara

Sesudah itu Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan daerah Tirus dan Sidon lalu pergi ke daerah di dekat danau Galilea yang disebut provinsi Sepuluh Kota. Di situ, beberapa orang membawa kepada Yesus seorang yang tuli dan sulit berbicara. Mereka memohon kepada-Nya untuk menyentuh orang itu supaya sembuh.

Lalu Yesus menuntun dia agak menjauh dari orang banyak, sehingga mereka berdua saja. Pertama-tama Yesus memasukkan salah satu jari kiri dan jari kanan-Nya ke dalam kedua telinga orang itu. Kemudian Yesus meludah ke telapak tangan-Nya sendiri dan mengoleskan ludah itu pada lidah orang tuli yang sulit berbicara itu. Lalu Yesus memandang ke langit. Dia menghela nafas lalu berseru dalam bahasa Aram kepada orang itu, "Efata!" yang artinya "Terbukalah." Saat itu juga telinga orang itu bisa mendengar, dan lidahnya langsung menjadi baik sehingga dia bisa berbicara dengan jelas.

Yesus melarang orang-orang yang menyaksikan kesembuhan itu agar tidak memberitahukannya kepada siapa pun. Tetapi berita tentang berbagai keajaiban Yesus malah semakin tersebar. Karena semakin Dia melarang, orang-orang justru semakin bersemangat memberitakannya. Semua yang mendengar berita itu terheran-heran dan berkata, "Segala sesuatu yang Yesus lakukan luar biasa, dia membuat orang tuli bisa mendengar dan orang bisu bisa berbicara."

Yesus membuat orang buta bisa melihat

Lalu Yesus, murid-murid-Nya, dan orang banyak yang juga mengikuti Yesus tiba di Yeriko. Sewaktu mereka meninggalkan kota itu, ada seorang pengemis yang buta bernama Bartimeus anak Timeus. Dia selalu duduk di pinggir jalan untuk mengemis. Ketika mendengar bahwa Yesus orang Nazaret sedang lewat, dia pun berteriak-teriak, "Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya."

Banyak orang kesal mendengarnya dan menyuruh dia diam. Tetapi dia semakin keras berteriak, "Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya."

Yesus pun berhenti dan berkata, "Bawalah dia kemari." Lalu mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, "Cepat bangun! Berdirilah. Yesus memanggilmu."

Maka orang buta itu langsung berdiri dan mencampakkan jubahnya, lalu datang kepada Yesus.

Yesus bertanya, "Apa yang kamu mau untuk Aku perbuat bagimu?"

Jawab orang buta itu, "Guru, tolonglah supaya saya bisa melihat kembali."

Kata Yesus kepadanya, "Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, sekarang kamu bisa melihat. Jadi kamu boleh pergi." Saat itu juga dia langsung dapat melihat lalu mengikut Yesus dalam perjalanan itu.

Yesus membuat orang buta bisa melihat

Ketika Yesus dan para murid-Nya hampir tiba di kota Yeriko, ada seorang buta sedang duduk mengemis di pinggir jalan. Karena mendengar suara orang banyak melewati jalan itu, dia bertanya kepada orang-orang di situ, "Ada apa ini?"

Mereka memberitahu dia, "Yesus orang Nazaret sedang lewat."

Maka orang buta itu pun berseru, "Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya!"

Orang-orang yang berjalan di depan Yesus menyuruhnya diam. Tetapi dia semakin keras berteriak, "Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya!"

Kemudian Yesus berhenti dan menyuruh orang buta itu dituntun kepada-Nya. Ketika orang buta itu mendekat, Yesus bertanya, "Apa yang kamu mau Aku perbuat bagimu?"

Jawab orang itu, "Tuhan, tolonglah supaya saya bisa melihat kembali."

Yesus berkata kepadanya, "Kalau begitu melihatlah! Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, sekarang kamu bisa melihat."

Saat itu juga dia dapat melihat lagi, lalu mengikut Yesus sambil memuji-muji Allah. Orang banyak yang menyaksikan kejadian itu juga memuji Allah.

Yesus membuat seorang yang buta sejak lahir bisa melihat

Sewaktu kami murid-murid berjalan bersama Yesus, kami semua melihat seseorang yang buta sejak lahir. Lalu kami bertanya, "Guru, kira-kira siapa yang berbuat dosa sampai dia dilahirkan buta? Apakah karena dosanya sendiri waktu dia masih di dalam kandungan ibunya, atau karena dosa ibu atau bapaknya?"

Yesus menjawab, "Dia dilahirkan buta bukan karena dosanya. Bukan juga karena dosa orangtuanya. Tetapi hal itu terjadi supaya melalui dirinya kuasa Allah bisa dinyatakan kepada banyak orang. Selama Aku masih berada di dunia ini, Aku adalah terang dunia. Jadi sekarang, selagi hari masih siang, Aku harus melakukan berbagai tugas dari Bapa yang sudah mengutus Aku. Karena malam akan segera tiba dan tidak ada seorang pun yang bisa melakukan apa-apa lagi."

Sesudah berkata begitu, Yesus membuang ludah ke tanah dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah sampai menjadi lumpur, kemudian mengoleskannya pada kelopak mata orang buta itu. Lalu Dia berkata, "Pergilah ke kolam Siloam dan cucilah matamu di sana." (Dalam bahasa Ibrani, Siloamberarti Diutus.) Lalu orang itu pergi mencuci matanya di kolam itu. Ketika dia pulang, dia sudah bisa melihat.

Curas de paralíticos e enfermos

Paralíticos caminharam, leprosos ficaram limpos e todo tipo de doença foi curada pelo toque e pela palavra de Jesus.

Lalu datanglah kepada-Nya seorang penderita penyakit kulit menular. Dia sujud di hadapan Yesus dan berkata, "Tuhan, kalau Engkau mau, saya yakin Engkau pasti bisa menyembuhkan saya."

Yesus pun mengulurkan tangan dan menyentuh orang itu sambil berkata, "Aku mau. Sembuhlah!" Saat itu juga penyakit kulitnya hilang dan dia menjadi sembuh. Kemudian Yesus berkata kepada orang itu, "Jangan ceritakan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergi dan tunjukkanlah kulitmu kepada imam yang sedang bertugas. Lalu berikanlah persembahan kepada Allah sesuai dengan perintah Musa tentang setiap orang yang sudah disembuhkan dari penyakit kulit. Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu betul-betul sudah sembuh."

Ketika mereka tiba, beberapa orang membawa kepada-Nya seorang yang lumpuh total dengan terbaring di atas tandu. Waktu Yesus mengetahui mereka percaya penuh bahwa Dia sanggup menyembuhkan orang lumpuh itu, Dia berkata kepadanya, "Anak muda, kuatkanlah hatimu. Aku sudah mengampuni dosa-dosamu."

Beberapa ahli Taurat yang mendengar perkataan Yesus itu berkata dalam hati mereka, "Orang ini menghina Allah!"

Tetapi Yesus mengetahui apa yang mereka pikirkan, lalu berkata kepada mereka, "Kalian sudah salah dengan memikirkan hal yang jahat tentang Aku! Tentu kalian sulit menerima ketika Aku berkata kepada orang lumpuh ini, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.Apakah kalian lebih mudah menerima kalau Aku berkata kepadanya, Bangun dan pulanglah?! Tetapi, biarlah perkataan yang akan Aku ucapkan sekarang membuktikan kepada kalian bahwa Aku sebagai Sang Anak Adam berhak untuk mengampuni dosa manusia!" Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, "Bangunlah, angkat tandumu dan pulanglah!"

Orang itu pun berdiri dan berjalan pulang.

Di situ ada seseorang yang salah satu tangannya sudah lumpuh. Beberapa orang Farisi juga ada di sana, dan mereka mau mencari-cari alasan untuk mempersalahkan Yesus. Jadi mereka bertanya kepada-Nya, "Menurutmu, apakah diperbolehkan menyembuhkan orang pada hari Sabat?"

Jawab Yesus, "Kalau pada hari Sabat seekor dombamu jatuh ke dalam lubang, apakah kamu tidak akan segera pergi dan bekerja keras mengeluarkan dombamu dari lubang itu? Tentu kamu tidak akan membiarkannya di sana! Betapa lebih berharganya manusia daripada domba! Jadi tentu kita diperbolehkan untuk berbuat baik kepada seseorang, meskipun pada hari Sabat."

Kemudian Yesus berkata kepada orang itu, "Luruskan tanganmu ke depan." Dia pun meluruskan tangannya yang lumpuh dan saat itu juga sembuhlah tangannya yang sakit, menjadi sekuat tangan sebelahnya!

Ketika mereka masuk, ada orang yang memberitahukan kepada Yesus bahwa ibu mertua Petrus sedang terbaring karena sakit demam. Maka Yesus datang kepadanya dan memegang tangannya, lalu membantu dia untuk duduk. Saat itu juga demamnya hilang. Kemudian ibu itu bangun dan melayani mereka.

Yesus menyembuhkan orang yang menderita penyakit kulit menular

Suatu kali, seorang yang kena penyakit kulit menular datang berlutut di depan Yesus dan berkata, "Kalau Bapak mau, saya yakin Bapak pasti bisa menyembuhkan saya."

Yesus sangat mengasihani orang itu. Dia pun menyentuhnya sambil berkata, "Aku mau. Sembuhlah!" Saat itu juga penyakit kulitnya langsung hilang dan dia betul-betul sembuh.

Sementara itu, datanglah empat orang menggotong seorang laki-laki yang lumpuh total dan terbaring di atas tandu. Tetapi karena terlalu banyak orang, mereka tidak bisa membawa dia langsung kepada Yesus. Jadi mereka membawa dia naik dengan tandunya ke atap rumah dan membongkar bagian atap di atas tempat Yesus berada. Lalu mereka menurunkan orang lumpuh itu beserta tandunya ke depan Yesus. Waktu Yesus melihat perbuatan mereka, Dia tahu bahwa orang-orang itu sangat percaya bahwa Dia sanggup menyembuhkan kawan mereka yang lumpuh. Maka Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, "Anak muda, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu."

Tetapi beberapa ahli Taurat yang sedang duduk di situ mendengar perkataan Yesus, lalu menyalahkan Dia dengan berpikir, "Berani sekali orang ini berkata begitu! Dia sudah menghina Allah! Tidak seorang pun dapat mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri."

Saat itu juga Yesus langsung tahu apa yang mereka pikirkan, lalu menegur mereka, "Aku tahu bahwa kalian diam-diam tidak setuju dengan apa yang Aku katakan tadi! Tentu kalian sulit menerima ketika Aku berkata kepada orang lumpuh ini, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.Apakah kalian lebih mudah menerima kalau Aku berkata kepadanya, Bangunlah, angkat tandumu dan pulanglah?Tetapi melalui perkataan ini Aku akan membuktikan kepada kalian bahwa Aku sebagai Sang Anak Adam berhak untuk mengampuni dosa manusia!" Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, "Bangunlah, angkat tandumu dan pulanglah!" Saat itu juga orang lumpuh itu bangun, mengangkat tandunya, dan keluar dari rumah itu. Semua orang yang melihatnya sangat heran lalu memuji-muji Allah serta berkata, "Belum pernah kita melihat keajaiban yang seperti ini!"

Yesus menyembuhkan orang yang tangannya lumpuh sebelah pada hari Sabat

Ketika Yesus masuk lagi ke salah satu rumah pertemuan orang Yahudi, di situ ada seorang laki-laki yang salah satu tangannya sudah lumpuh. Ada juga beberapa orang Farisi yang sedang mengawasi Yesus. Karena mereka sudah merencanakan bahwa jika Dia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, mereka akan melaporkan Dia kepada pemimpin-pemimpin Yahudi.

Yesus berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, "Mari berdiri di depan sini." Lalu Yesus bertanya kepada mereka, "Menurut hukum Taurat, apa yang boleh kita perbuat pada hari Sabat? Apakah kita diizinkan berbuat baik, atau berbuat jahat? Apakah kita diizinkan menyelamatkan nyawa orang, atau membunuh?" Tetapi tidak ada yang menjawab.

Yesus memandang orang-orang di sekeliling-Nya dengan marah sekaligus sedih karena mereka begitu keras kepala. Kemudian Dia berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, "Luruskanlah tanganmu ke depan." Dia pun meluruskan tangannya yang lumpuh dan saat itu juga sembuhlah tangannya, menjadi sekuat tangan sebelahnya!

Yesus menyembuhkan seorang yang menderita penyakit kulit menular

Suatu hari, Yesus berada di sebuah kota. Di sana tinggal seseorang yang tubuhnya penuh dengan penyakit kulit menular. Ketika melihat Yesus, sujudlah orang itu menyembah Dia dan memohon, "Tuhan, kalau Engkau mau, saya yakin Engkau pasti bisa menyembuhkan saya!"

Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang itu sambil berkata, "Aku mau. Sembuhlah!" Saat itu juga penyakit kulitnya hilang.

Pada suatu hari, Yesus sedang mengajar orang banyak di dalam sebuah rumah. Berbagai macam orang berkumpul di situ. Ada beberapa ahli Taurat dan anggota kelompok agama Yahudi yang disebut Farisi. Mereka datang dari Yerusalem dan setiap kota di provinsi Galilea dan Yudea. Kuasa Allah ada pada Yesus untuk menyembuhkan orang-orang sakit yang hadir. Tidak lama kemudian, datanglah beberapa orang menggotong seorang laki-laki yang lumpuh total dengan terbaring di atas tandu. Mereka berusaha membawa dia masuk untuk meletakkannya di hadapan Yesus, tetapi tidak bisa karena rumah itu penuh sesak dengan orang. Jadi, mereka naik ke atas atap, membongkarnya sebagian, lalu menurunkan orang lumpuh itu dengan tandunya ke hadapan Yesus di tengah orang banyak. Ketika Yesus memperhatikan bahwa mereka percaya penuh bahwa Dia sanggup menyembuhkan orang lumpuh itu, Dia berkata, "Saudara, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu."

Mendengar itu, para ahli Taurat dan orang Farisi berkata dalam hati mereka, "Lancang sekali orang ini berkata begitu! Dia sudah menghina Allah! Tidak seorang pun dapat mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri."

Saat itu juga Yesus tahu yang mereka pikirkan. Lalu Dia menegur mereka, "Aku tahu bahwa kalian diam-diam tidak setuju dengan yang Aku katakan tadi! Tentu kalian sulit menerima ketika Aku berkata kepada orang lumpuh ini, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.Apakah kalian lebih mudah menerima kalau Aku berkata kepadanya, Bangun dan berjalanlah?! Tetapi melalui perkataan yang akan Aku ucapkan ini, Aku hendak membuktikan kepada kalian bahwa Aku, Sang Anak Adam, berhak untuk mengampuni dosa manusia!" Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, "Bangunlah, angkat tandumu, dan pulanglah!"

Saat itu juga orang lumpuh itu berdiri di depan mereka. Dia mengangkat tandunya, lalu pulang sambil memuji-muji Allah.

Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat

Pada hari Sabat lain, Yesus pergi mengajar di rumah pertemuan orang Yahudi. Di situ ada seorang laki-laki yang tangan kanannya lumpuh, juga beberapa ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sedang mengawasi Yesus baik-baik. Mereka sedang mencari alasan untuk bisa melaporkan Dia kepada pemimpin-pemimpin Yahudi. Jadi mereka ingin tahu kalau Dia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat. Yesus mengetahui yang mereka pikirkan, lalu Dia berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, "Pak, bangunlah dan silakan berdiri di depan sini." Orang itu pun berdiri. Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Coba kalian pikir: Menurut hukum Taurat, apa yang boleh kita perbuat pada hari Sabat? Apakah kita diizinkan berbuat baik, atau berbuat jahat? Apakah kita diizinkan menyelamatkan nyawa orang, atau membunuh?"

Dia memandang semua orang di sekeliling-Nya, dan akhirnya berkata kepada orang sakit itu, "Luruskan tanganmu ke depan." Dia melakukannya, dan tangannya pun langsung sembuh menjadi sekuat tangan sebelahnya.

Yesus menyembuhkan budak komandan kompi Romawi

Sesudah Yesus selesai mengajarkan semua hal itu kepada orang banyak, Dia bersama murid-murid-Nya pergi ke kota Kapernaum. Di sana ada seorang komandan kompi Romawi yang budaknya sedang sakit keras dan hampir mati. Dia sangat mengasihi budaknya itu. Maka ketika komandan itu mendengar tentang Yesus, dia mengutus beberapa pemimpin Yahudi menemui Yesus dan meminta-Nya datang untuk menyembuhkan budaknya. Ketika mereka bertemu Yesus, mereka memohon dengan sangat supaya Dia menolong komandan itu. Kata mereka, "Pak, orang itu pantas mendapatkan pertolonganmu, karena dia mengasihi dan berbaik hati kepada bangsa kita. Dialah yang sudah membiayai pembangunan rumah pertemuan di kota kami."

Yesus pun pergi bersama mereka ke rumah orang itu. Ketika mereka hampir sampai, komandan itu mengutus beberapa orang sahabatnya menemui Yesus dengan pesan, "Tuhan, Engkau tidak usah repot-repot datang ke rumah saya. Saya tidak pantas menerima Engkau di rumah. Bahkan saya sendiri merasa tidak layak datang menemui Engkau. Karena itu saya mohon supaya Tuhan mengucapkan saja, Sembuhlah,maka budak saya itu pasti akan sembuh. Karena saya sendiri juga seorang bawahan yang tunduk pada perintah atasan, dan ada juga banyak tentara di bawah perintah saya. Kalau saya berkata kepada salah satu dari mereka, Pergi ke sana,maka dia pergi. Dan kalau saya berkata kepada yang lain, Datang,maka dia datang. Kalau saya menyuruh budak saya, Lakukan ini,dia pun melakukannya. Seperti itu jugalah keyakinan saya tentang Engkau, bahwa semua perintah-Mu akan jadi."

Ketika mendengar perkataan itu, Yesus merasa kagum. Lalu Dia berkata kepada orang banyak yang sedang mengikuti-Nya, "Aku menegaskan kepadamu: Di antara bangsa Israel pun belum pernah Aku menemukan orang yang mempunyai keyakinan sebesar ini."

Sewaktu orang-orang yang diutus tadi sampai di rumah komandan itu, mereka melihat budaknya sudah sembuh.

Di situ ada seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun punggungnya bungkuk dan tidak bisa berdiri tegak lagi, sebab roh jahat membuatnya lemah. Ketika melihat perempuan itu, Yesus memanggilnya untuk maju ke depan dan berkata, "Ibu, kamu sudah disembuhkan dari penyakitmu." Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya pada perempuan itu. Saat itu juga dia langsung bisa berdiri tegak, lalu memuji Allah.

Yesus kembali menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat

Pada suatu hari Sabat, Yesus pergi ke rumah seorang Farisi yang terkemuka dan makan di sana. Para anggota kelompok Farisi terus mengamat-amati Dia karena mereka hendak mencari-cari kesalahan yang bisa dipakai untuk menuduh-Nya melanggar peraturan hari Sabat. Pastilah bukan suatu kebetulan, ada seorang laki-laki yang sakit duduk tepat di depan Yesus. Tangan dan kakinya bengkak sekali. Lalu Yesus bertanya kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hadir, "Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat?" Tetapi mereka diam saja. Yesus pun memegang dan menyembuhkan orang sakit itu, lalu mempersilakannya pergi.

Sepuluh orang disembuhkan, tetapi hanya satu yang berterima kasih

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus melewati daerah perbatasan Samaria dan Galilea. Waktu Dia memasuki sebuah desa, sepuluh orang laki-laki yang berpenyakit kulit menular datang kepada-Nya, tetapi mereka berdiri agak jauh. Mereka berseru kepada-Nya, "Tuhan Yesus, kasihanilah kami."

Melihat orang-orang itu, Yesus berkata, "Pergilah dan perlihatkanlah diri kalian masing-masing kepada imam yang sedang bertugas."

Lalu mereka pun pergi. Selagi masih berjalan, sembuhlah mereka. Tetapi salah satu dari mereka, ketika menyadari bahwa dirinya sudah sembuh, segera kembali kepada Yesus sambil memuji-muji Allah dengan suara keras. Lalu dia bersujud di depan kaki Yesus dan bersyukur kepada-Nya. Dia bukan orang Yahudi, melainkan orang Samaria. Lalu Yesus berkata, "Bukankah ada sepuluh orang yang sudah Aku sembuhkan?! Kenapa yang sembilan tidak kembali? Sungguh menyedihkan! Hanya orang bukan Yahudi ini yang kembali untuk bersyukur kepada Allah." Kemudian Yesus berkata kepadanya, "Berdirilah. Kamu boleh pergi. Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu sudah sembuh."

Yesus menyembuhkan orang sakit di kolam Betesda

Sesudah itu, Yesus pergi ke Yerusalem untuk mengikuti salah satu perayaan orang Yahudi. Di dekat pintu gerbang Yerusalem yang bernama Gerbang Domba, ada sebuah kolam yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda. Di pinggir kolam itu ada lima teras beratap. Di teras-teras itu banyak orang sakit berbaring, termasuk yang buta, pincang, maupun lumpuh total. Mereka menunggu air kolam itu berguncang, karena menurut kepercayaan, sewaktu-waktu ada malaikat yang turun dan mengguncangkan air kolam. Ketika itu terjadi, orang yang pertama kali masuk ke dalam kolam itu akan sembuh dari penyakit apa pun yang dia derita. Di situ juga ada seorang laki-laki yang sudah sakit selama tiga puluh delapan tahun. Saat melihat orang itu, Yesus tahu bahwa dia sudah menderita untuk waktu yang sangat lama. Lalu Yesus bertanya kepadanya, "Apakah kamu mau sembuh?"

Jawab orang sakit itu, "Tuan, waktu air mulai berguncang, tidak ada orang yang membantu menurunkan saya ke dalam kolam ini. Setiap kali saya berusaha turun, orang lain sudah turun lebih dulu."

Lalu Yesus berkata kepadanya, "Berdirilah! Angkatlah tandumu dan berjalanlah." Saat itu juga, orang itu sembuh! Lalu dia mengangkat tandunya dan berjalan.

Peristiwa ini terjadi pada hari Sabat.

Ketika berada di Galilea, Yesus kembali lagi ke desa Kana di mana Dia pernah mengubah air menjadi anggur. Desa itu tidak jauh dari kota Kapernaum. Ada seorang pejabat pemerintah yang tinggal di Kapernaum, dan pada waktu itu anak laki-lakinya sedang sakit, bahkan hampir mati. Jadi waktu pejabat itu mendengar bahwa Yesus sudah datang dari provinsi Yudea dan ada di Galilea, dia pergi ke Kana untuk memohon kepada Yesus agar langsung ikut bersamanya ke Kapernaum dan menyembuhkan anaknya. Tetapi Yesus berkata kepada pejabat itu dan semua orang yang ada di situ, "Orang-orang di sini tidak mau percaya kepada-Ku kalau belum melihat keajaiban-keajaiban."

Lalu pejabat itu berkata kepada-Nya, "Tuan, tolong datanglah, sebelum anak saya mati!"

Tetapi Yesus menjawabnya, "Kamu boleh pulang, karena anakmu sudah sembuh dan tidak jadi mati."

Pejabat itu percaya kepada perkataan Yesus dan langsung pulang. Dalam perjalanan kembali ke Kapernaum, dia bertemu dengan beberapa budaknya yang datang dari rumahnya. Mereka memberitahukan kepadanya, "Anak Tuan sudah sembuh."

Pejabat itu bertanya kepada mereka, "Jam berapa dia sembuh?"

Dan mereka menjawab, "Kemarin siang, kira-kira jam satu demamnya hilang."

Lalu dia teringat bahwa tepat pada jam itu juga Yesus berkata kepadanya, "Anakmu sudah sembuh." Jadi dia dan semua orang serumahnya menjadi percaya kepada Yesus.

Itulah keajaiban kedua yang Yesus lakukan di Galilea, sewaktu Dia kembali dari Yudea.

A mulher com fluxo de sangue

Uma mulher que sofria há doze anos tocou a orla do manto de Jesus e foi curada instantaneamente pela sua fé.

Waktu Yesus berjalan, seorang perempuan mendekati-Nya dari belakang dan menyentuh rumbai jubah-Nya. Perempuan itu sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan. Dia melakukan itu karena berpikir, "Kalau saya bisa menyentuh jubah-Nya saja, saya pasti sembuh."

Yesus berbalik dan melihat perempuan itu, lalu kata-Nya, "Kuatkanlah hatimu. Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu sudah sembuh." Seketika itu juga sembuhlah dia.

Di antara kerumunan itu, ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan. Dia sudah menghabiskan semua uangnya untuk berobat ke banyak dokter, tetapi mereka tidak mampu menyembuhkannya. Segala pengobatan itu membuat dia tersiksa. Namun penyakitnya tidak membaik dan malah semakin parah. Perempuan itu sudah mendengar tentang Yesus. Jadi dia mengikuti-Nya dari belakang di tengah orang banyak dan menyentuh jubah Yesus, karena pikirnya, "Kalau aku menyentuh ujung jubah-Nya saja, aku pasti sembuh." Sewaktu dia melakukannya, pendarahannya langsung berhenti dan dia merasakan bahwa tubuhnya tidak sakit lagi.

Di antara mereka ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan. Dia sudah menghabiskan semua uangnya untuk berobat ke banyak dokter, tetapi tidak ada satu pun yang bisa menyembuhkannya. Perempuan itu mendekati Yesus dari belakang dan menyentuh rumbai jubah-Nya. Saat itu juga pendarahannya berhenti.

Lalu Yesus berkata, "Siapa yang menyentuh Aku?"

Ketika tidak ada yang mengaku, berkatalah Petrus dan beberapa murid lain, "Guru, begitu banyak orang yang berdesak-desakan di dekat-Mu. Tentu saja banyak orang yang tidak sengaja menyentuh Engkau!"

Tetapi Yesus berkata, "Ada seseorang yang sengaja menyentuh Aku, karena Aku merasakan ada kuasa yang keluar dari diri-Ku." Ketika perempuan itu melihat bahwa perbuatannya sudah ketahuan, dengan gemetar dia maju dan bersujud di depan Yesus. Lalu di hadapan semua orang dia menceritakan alasannya menyentuh jubah Yesus dan bagaimana dia langsung sembuh saat itu juga. Kata Yesus kepadanya, "Kuatkanlah hatimu! Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu sudah sembuh. Sekarang pulanglah dengan hati yang tenang."

Ressurreições

Jesus ressuscitou mortos — a filha de Jairo, o filho da viúva de Naim e Lázaro. Ele é Senhor sobre a morte.

Yesus menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan dan menghidupkan anak perempuan seorang pemimpin Yahudi

Sementara Yesus sedang mengajarkan hal-hal itu kepada mereka, datanglah seorang pemimpin Yahudi. Dia sujud di hadapan Yesus dan berkata, "Anak perempuan saya baru saja meninggal. Tetapi saya mohon datanglah ke rumah saya dan sentuhlah dia. Saya yakin dia akan hidup kembali."

Kemudian Yesus berdiri dan mengikuti pemimpin itu ke rumahnya bersama kami para murid-Nya.

Waktu Yesus tiba di rumah pemimpin orang Yahudi itu, Dia melihat para peniup seruling sudah mulai memainkan musik perkabungan dan orang banyak ribut karena menangisi anak itu. Lalu Yesus berkata, "Keluarlah! Anak ini tidak meninggal. Dia hanya tidur." Tetapi mereka menertawakan Yesus. Sesudah orang banyak itu diusir keluar, Dia masuk ke dalam kamar anak itu dan memegang tangannya. Lalu anak itu pun bangun!

Seorang pemimpin rumah pertemuan orang Yahudi yang bernama Yairus juga datang. Waktu melihat Yesus, dia langsung berlutut di kaki-Nya dan memohon dengan sungguh-sungguh, "Tuhan, anak perempuan saya yang masih kecil sakit parah dan hampir mati. Tolong datanglah ke rumah saya dan sentuhlah dia supaya dia sembuh dan tidak mati."

Lalu Yesus dan murid-murid-Nya pergi bersamanya. Dalam perjalanan, banyak orang mengikuti mereka bahkan sampai berdesakan di sekeliling Yesus.

Sewaktu tiba di rumah Yairus, mereka melihat keadaan ribut karena orang-orang menangis dengan keras. Lalu Yesus masuk dan berkata kepada mereka, "Untuk apa kalian ribut dan menangis?! Anak itu tidak mati. Dia hanya tidur."

Orang-orang itu menertawakan Dia. Kemudian Yesus mengusir mereka semua keluar dan mengajak orangtua anak itu bersama ketiga murid-Nya masuk ke dalam kamar tempat anak itu terbaring. Sambil memegang tangan anak itu, Yesus berkata dalam bahasa mereka, "Talita kumi." (Artinya, "Hai anak perempuan, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!") Maka anak yang berumur dua belas tahun itu langsung bangun dan berjalan. Semua orang yang ada di situ terheran-heran.

Kemudian Yesus berkata, "Aku akan memakai kiasan untuk menggambarkan keadaan orang pada zaman sekarang: Mereka seperti dua kelompok anak yang bermain di halaman. Kelompok yang satu berseru kepada kelompok yang lain,

Setiap kali kami mengajak kalian bermain sesuatu, kalian selalu menolak! Kalau kami meniup lagu gembira dengan suling,

kalian tidak mau menari.

Dan waktu kami bermain drama berkabung,

kalian juga tidak mau ikut pura-pura menangis.

Artinya begini: Kalian selalu menolak pekerjaan Allah, bagaimana pun bentuknya. Waktu Yohanes Pembaptis sedang melayani TUHAN di antara kalian, dia sering berpuasa dan tidak minum air anggur. Tetapi kalian berkata, Dia dikuasai setan.Lalu datanglah Aku, Sang Anak Adam. Aku makan dan minum air anggur seperti orang pada umumnya. Tetapi kalian berkata, Lihat! Dia makan dan minum seperti orang rakus! Dia juga berteman dengan para penagih pajak dan orang-orang berdosa lainnya.Meskipun begitu, kebijaksanaan Allah selalu terbukti benar melalui orang-orang yang menaatinya."

Seorang perempuan menuangkan minyak wangi ke atas kepala Yesus

Lalu seorang Farisi bernama Simon mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus pun pergi ke sana dan menempati meja makan yang disediakan bagi-Nya.

Di kota itu ada seorang perempuan pelacur. Ketika dia mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah Simon, datanglah dia ke rumah itu dengan membawa sebuah botol dari batu putih yang berisi minyak wangi.

Lalu datanglah seorang kepala rumah pertemuan orang Yahudi yang bernama Yairus. Dia sujud di hadapan Yesus dan meminta-Nya dengan sangat untuk datang ke rumahnya. Anak perempuannya yang berumur dua belas tahun, anak satu-satunya, sedang sakit keras dan hampir mati.

Dalam perjalanan ke rumah Yairus, orang banyak berdesak-desakan di sekeliling Yesus.

Ketika Yesus masih berbicara kepada perempuan itu, datanglah seseorang dari rumah Yairus dan berkata kepadanya, "Anak Bapak sudah meninggal. Jadi tidak usah merepotkan Guru lagi."

Tetapi waktu Yesus mendengar berita itu, Dia berkata kepada Yairus, "Jangan takut! Tetaplah percaya kepada-Ku, maka anakmu akan selamat."

Sesudah Yesus tiba di rumah Yairus, Dia melarang orang-orang lain ikut masuk bersama-Nya, kecuali Petrus, Yohanes, Yakobus, dan orangtua anak itu. Semua orang sedang menangisi dan meratapi anak itu. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, "Berhenti menangis! Anak itu tidak mati. Dia hanya tidur."

Tetapi orang-orang itu menertawakan Yesus karena mereka tahu anak itu sudah mati. Yesus menyuruh semua orang keluar. Kemudian, sambil memegang tangan anak itu Dia berkata, "Nak, bangunlah!" Maka anak itu hidup kembali dan langsung berdiri. Lalu Yesus menyuruh orangtua anak itu memberi makanan kepadanya. Yairus dan istrinya sangat terheran-heran melihat keajaiban itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukannya kepada siapa pun.

Kematian Lazarus

Pada waktu itu, teman Yesus yang bernama Lazarus sedang sakit. Dia tinggal bersama dua saudarinya, yaitu Maria dan Marta, di kampung Betania dekat Yerusalem. (Maria ini yang akan meminyaki kaki Yesus dengan minyak harum dan mengusapnya dengan rambutnya.) Jadi kedua saudari Lazarus menyuruh orang pergi menemui Yesus untuk memberi kabar, "Tuhan, sahabat-Mu yang Engkau kasihi sedang sakit."

Mendengar berita itu, Yesus berkata, "Penyakit itu tidak akan berakhir dengan kematian, tetapi justru untuk kemuliaan Allah. Dan melalui hal itu Aku sebagai Anak Allah juga akan dimuliakan." Walaupun Yesus mengasihi Maria, Marta, dan Lazarus, Dia tidak langsung berangkat ke rumah mereka, tetapi masih tinggal dua hari lagi di tempat-Nya bersama kami murid-murid-Nya. Sesudah itu, Dia berkata kepada kami, "Mari kita kembali ke Yudea."

Kami menjawab, "Guru, belum lama para pemimpin Yahudi hampir melempari Engkau dengan batu. Apakah Engkau sungguh-sungguh mau kembali ke sana?!"

Jawab Yesus, "Setiap hari matahari bersinar selama dua belas jam. Kalau kita berjalan pada siang hari, kita tidak akan tersandung karena cahayanya menyinari kita. Tetapi orang yang berjalan di waktu malam sering kali bisa tersandung karena tidak ada terang yang menuntun dia."

Lalu kata Yesus lagi, "Sahabat kita Lazarus sedang tidur sekarang, tetapi Aku akan pergi ke sana untuk membangunkan dia."

Kami pun menjawab, "Tuhan, kalau dia sedang tidur, itu baik. Berarti dia akan sembuh dan bangun sendiri." Kami pikir maksud Yesus adalah tidur biasa. Namun sebenarnya maksud Yesus tidurdalam bentuk kiasan yang artinya mati.

Karena itu, Dia berkata dengan terus-terang kepada kami, "Lazarus sudah mati.

Domínio sobre a natureza

Jesus acalmou a tempestade, andou sobre as águas e multiplicou pães. A natureza obedece à voz do seu Criador.

Yesus menghentikan badai

Lalu Yesus naik ke perahu dan berangkat ke seberang danau bersama murid-murid-Nya. Tiba-tiba datanglah badai besar melanda danau itu. Perahu mereka dipukul ombak dan banyak air yang masuk sehingga perahu itu hampir tenggelam. Tetapi saat itu Yesus sedang tidur nyenyak. Lalu mereka datang membangunkan Dia dengan berkata, "Tuan, tolong! Mampuslah kita!"

Jawab Yesus, "Kenapa kalian begitu takut? Kalian kurang yakin kepada-Ku!" Lalu Dia berdiri dan memerintahkan angin badai dan ombak itu untuk berhenti. Maka angin pun berhenti dan danau menjadi tenang sekali.

Mereka terheran-heran dan berkata, "Wah, orang macam apa dia ini?! Bahkan angin dan danau pun taat kepadanya."

Sore harinya, kami berkata kepada-Nya, "Sekarang sudah sore dan di sini daerah terpencil. Sebaiknya kita menyuruh mereka pergi ke kampung-kampung terdekat untuk membeli makanan."

Tetapi jawab Yesus, "Mereka tidak usah pergi. Kalian saja yang memberi mereka makan."

Kami pun memberitahu Dia, "Guru, kami hanya punya lima roti dan dua ikan."

Dia berkata, "Bawalah roti dan ikan itu kepada-Ku." Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di atas rumput. Dia mengambil lima roti dan dua ikan itu, memandang ke langit, dan mengucap syukur kepada Allah atas makanan yang ada. Kemudian Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu memberikannya kepada kami untuk dibagikan kepada orang banyak. Semua orang makan sampai kenyang. Sesudah itu kami mengumpulkan roti dan ikan yang berlebih sampai dua belas keranjang penuh. Jumlah orang yang ikut makan kira-kira lima ribu orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak.

Pagi-pagi buta, Yesus datang kepada kami dengan berjalan di atas air.

Yesus memberi makan empat ribu orang lebih

Kemudian Yesus memanggil kami murid-murid-Nya dan berkata, "Aku merasa sangat kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka bersama-sama Aku dan sekarang mereka tidak punya makanan lagi. Aku tidak sampai hati menyuruh mereka pulang kelaparan. Jangan-jangan mereka pingsan dalam perjalanan."

Kami berkata kepada-Nya, "Di tempat sepi begini, tidak mungkin kita bisa membeli roti untuk orang sebanyak itu!"

Yesus bertanya, "Ada berapa roti yang kalian punya?"

Jawab kami, "Hanya tujuh, dan ada beberapa ikan kecil." Lalu Dia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Yesus mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu. Setelah mengucap syukur, Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu memberikannya kepada kami untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak. Semua orang makan sampai kenyang. Kemudian makanan yang tersisa dikumpulkan sebanyak tujuh keranjang besar. Jumlah orang yang ikut makan kira-kira empat ribu laki-laki, belum terhitung perempuan dan anak-anak.

Ajaran Yesus tentang pajak

Sesudah Yesus dan kami kembali ke Kapernaum, tibalah waktu memberikan pajak tahunan untuk rumah Allah. Orang-orang yang menagih pajak itu datang kepada Petrus dan bertanya, "Apakah gurumu selalu membayar pajak tahunan untuk rumah Allah atau tidak?"

Jawab Petrus, "Dia selalu bayar!"

Lalu ketika Petrus masuk ke rumah di mana Yesus tinggal, sebelum dia sempat berbicara, Yesus bertanya kepadanya, "Menurut kamu, dari siapa sajakah raja-raja menagih pajak? Apakah dari keluarga dekat mereka sendiri, atau dari orang-orang lain?"

Jawab Petrus, "Dari orang-orang lain."

Maka Yesus berkata, "Jadi, sebenarnya kita sebagai anak-anak dari sang Raja terbesar bebas dari pajak itu! Tetapi supaya kita tidak menimbulkan masalah dengan mereka yang mengumpulkan pajak itu, pergilah ke danau memancing ikan. Waktu kamu menangkap ikan yang pertama, bukalah mulutnya, dan kamu akan menemukan uang perak yang cukup untuk membayar pajak tahunan bagi dua orang. Berikanlah uang itu kepada mereka sebagai bayaran pajakmu dan pajak-Ku."

Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah

Besoknya pagi-pagi sekali, ketika Yesus dan kami dalam perjalanan kembali ke kota Yerusalem, Dia merasa lapar. Dia melihat sebatang pohon ara di pinggir jalan lalu mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ada buah di situ. Tetapi ternyata pohon itu tidak berbuah, hanya ada daun-daun saja. Maka Dia berkata kepada pohon itu, "Mulai sekarang kamu tidak akan pernah berbuah lagi." Saat itu juga pohon itu menjadi kering.

Ketika kami murid-murid-Nya melihat hal itu, kami terheran-heran dan bertanya, "Bagaimana pohon ara itu bisa langsung kering?!"

Jawab Yesus, "Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu percaya tanpa ragu-ragu dalam hatimu, kamu juga bisa membuat keajaiban seperti yang Aku lakukan kepada pohon ini, bahkan yang lebih besar lagi. Misalnya, kamu bisa meminta kepada Allah supaya gunung ini pindah ke dalam laut, dan hal itu akan terjadi. Segala sesuatu yang kamu minta dalam doa, percayalah bahwa Allah sedang memberikannya, maka kamu akan menerimanya."

Tiba-tiba angin kencang dan ombak besar datang menghantam perahu itu sehingga oleng dan air masuk ke perahu sampai hampir penuh. Tetapi Yesus sedang tidur di bagian belakang perahu dengan kepala di atas bantal. Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata, "Guru, engkau tidak peduli kalau kita mati tenggelam?!"

Lalu Yesus bangun dan memerintahkan angin dan danau itu, "Berhenti! Diamlah!" Saat itu juga angin kencang berhenti dan danau pun menjadi tenang sekali. Kemudian Dia berkata kepada mereka, "Kenapa kalian begitu takut?! Sekarang jelas bahwa kalian belum percaya kepada-Ku!"

Melihat kejadian itu, mereka menjadi sangat heran dan takut, lalu berkata satu sama lain, "Wah, orang macam apa dia ini?! Bahkan angin dan danau pun taat kepadanya."

Ketika hari semakin sore, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya, "Sekarang hari sudah mulai gelap, dan di sini daerah terpencil. Sebaiknya kita menyuruh mereka pergi ke desa-desa sekitar untuk membeli makanan, karena mereka tidak membawa makanan."

Tetapi Yesus berkata, "Kalian saja yang memberi mereka makanan."

Para murid pun menjawab, "Tidak mungkin! Dari mana kami bisa mendapat 200 keping perak besar untuk membeli makanan bagi orang sebanyak ini?!" Lalu Yesus bertanya, "Ada berapa roti yang kalian punya? Coba hitung."

Sesudah memeriksanya, mereka menjawab "Ada lima roti dan dua ikan."

Kemudian Yesus menyuruh orang banyak itu duduk berkelompok-kelompok di atas rumput. Dan mereka semua duduk membentuk banyak kelompok. Setiap kelompok ada yang berisi lima puluh orang, ada juga yang seratus orang.

Lalu Yesus mengambil lima roti dan dua ikan tadi, memandang ke langit, dan mengucap syukur kepada Allah atas makanan itu. Kemudian Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu terus memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak. Semua orang makan sampai kenyang. Sesudah itu para murid mengumpulkan roti dan ikan yang berlebih sebanyak dua belas keranjang. Jumlah orang yang ikut makan kira-kira lima ribu orang laki-laki, belum terhitung perempuan dan anak-anak.

Dia melihat mereka kesusahan mendayung karena angin kencang bertiup dari arah berlawanan. Lalu waktu masih pagi-pagi buta, Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air, dan Dia berpura-pura mau melewati mereka. Ketika para murid melihat suatu sosok berjalan di atas air, mereka ketakutan dan berteriak-teriak karena menyangka itu hantu.

Tetapi Yesus berkata kepada mereka, "Kuatkanlah hatimu! Ini Aku. Jangan takut." Sesudah Yesus naik ke dalam perahu itu, angin pun langsung berhenti, sehingga mereka sangat kagum dan terheran-heran.

Yesus memberi makan empat ribu orang

Pada hari yang lain, banyak orang datang kembali dan berkumpul bersama Yesus. Mereka tidak mempunyai makanan, maka Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, "Aku merasa kasihan sekali kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka bersama-sama Aku, dan sekarang mereka tidak punya makanan lagi. Kalau Aku menyuruh mereka pulang dalam keadaan lapar, mereka bisa pingsan di jalan, karena ada yang datang dari jauh."

Tetapi murid-murid-Nya menjawab, "Wah! Kenapa Guru berkata begitu?! Di tempat sepi begini, tidak mungkin kita bisa membeli roti untuk orang sebanyak itu!"

Lalu Yesus bertanya, "Berapa roti yang kalian punya?"

Jawab mereka, "Cuma tujuh."

Yesus pun menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Dia mengambil ketujuh roti itu, dan sesudah mengucap syukur kepada Allah, Dia menyobek-nyobek roti itu lalu terus memberikannya kepada para murid untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak itu. Mereka juga mempunyai beberapa ikan kecil. Jadi Yesus mengucap syukur atas ikan itu lalu menyuruh murid-murid-Nya untuk membagikannya juga. Semua orang makan sampai kenyang. Sesudah itu, makanan yang tersisa dikumpulkan sebanyak tujuh keranjang besar. Jumlah orang yang ikut makan kira-kira empat ribu. Kemudian Yesus menyuruh mereka pulang,

Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah

Hari berikutnya waktu mereka sedang berjalan kembali dari Betania ke Yerusalem, Yesus merasa lapar. Dari jauh Dia melihat ada pohon ara yang daunnya lebat. Lalu Dia mendekati pohon itu untuk melihat kalau-kalau ada buahnya. Tetapi ternyata pohon itu tidak berbuah, hanya daun saja. Memang saat itu belum musim buah ara. Lalu kata Yesus kepada pohon itu, "Mulai sekarang tidak akan pernah ada lagi orang yang makan buahmu." Dan murid-murid-Nya mendengar perkataan itu.

Yesus mengajar tentang pohon ara yang dikutuk-Nya

Besok paginya, waktu Yesus dan murid-murid-Nya berjalan melewati pohon ara itu, tampaklah pohon itu sudah mati dan kering sampai ke akar-akarnya. Petrus teringat pada peristiwa kemarin, lalu dia berkata, "Guru, lihat! Pohon yang Engkau kutuk kemarin sudah kering."

Jawab Yesus kepadanya, "Percayalah penuh kepada Allah. Aku menegaskan kepada kamu semua: Kalau kamu percaya penuh, kamu juga bisa membuat keajaiban seperti ini. Misalnya, kamu bisa meminta kepada Allah, Buatlah gunung ini pindah ke dalam laut.Asalkan kamu percaya penuh dan tidak ragu bahwa Allah akan melakukan apa yang kamu minta, maka permintaanmu itu pasti dikabulkan. Karena itu, Aku menasihatkan kamu: Saat kamu berdoa meminta sesuatu, percayalah bahwa Allah sedang memberikan apa yang kamu minta, maka hal itu akan terjadi. Setiap kali kamu berdoa, periksalah dirimu sendiri kalau kamu masih menyimpan sakit hati kepada seseorang. Maafkanlah orang itu lebih dahulu, supaya Bapamu yang di surga juga mengampuni semua kesalahanmu.

Petrus, Yakobus, dan Yohanes mengikut Yesus

Pada suatu hari Yesus berdiri di tepi danau Galilea. Banyak orang berkumpul dan saling berdesakan di sekeliling-Nya karena mereka mau mendengarkan ajaran-Nya tentang Firman Allah. Dia melihat dua perahu di pinggir pantai. Nelayan-nelayannya sudah turun dari perahu itu dan sedang membersihkan jala mereka. Lalu Yesus naik ke salah satu perahu, yang adalah milik Petrus. Dia mengajak Petrus bertolak agak jauh dari pantai supaya ada jarak. Kemudian Yesus duduk di perahu itu dan mengajar orang banyak dari situ.

Setelah selesai, Dia berkata kepada Petrus, "Dayunglah perahu ini ke tempat yang lebih dalam. Lalu tebarkanlah jala-jalamu di sana untuk menangkap ikan."

Jawab Petrus kepada-Nya, "Guru, sudah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi karena Engkau yang mengatakannya, baiklah, saya dan anak buah saya akan menebar jala-jala kami." Ketika mereka melakukannya, banyak sekali ikan yang tertangkap, sampai-sampai jala mereka hampir robek. Lalu Petrus dan para pekerjanya melambai-lambaikan tangan kepada teman-teman mereka di perahu lain untuk datang membantu. Mereka pun datang dan menolong Petrus serta anak buahnya mengangkat ikan-ikan itu. Kedua perahu mereka terisi begitu penuh sampai hampir tenggelam.

Melihat keajaiban itu, sujudlah Petrus di depan Yesus dan berkata, "Tuhan, tinggalkanlah saya, karena saya ini orang berdosa." Dia berkata begitu karena takjub melihat banyaknya ikan yang mereka dapat. Semua orang yang bersamanya juga terheran-heran, termasuk teman-teman sekerja Petrus yang tadi dipanggil, yaitu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus.

Lalu Yesus berkata kepada Petrus, "Jangan takut! Mulai sekarang kamu tidak lagi menjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kamu untuk mengumpulkan orang menjadi pengikut-Ku."

Sesudah menarik kedua perahu mereka ke pinggir danau, Petrus, Yakobus, dan Yohanes meninggalkan semuanya dan mengikut Yesus.

Yesus menghentikan badai

Suatu hari, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Mari kita pergi ke seberang danau." Mereka pun naik perahu dan berangkat. Ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Tiba-tiba bertiuplah angin badai di danau itu. Banyak air masuk ke dalam perahu, sehingga mereka terancam bahaya tenggelam. Lalu para murid mendatangi Yesus dan membangunkan Dia dengan berseru, "Guru, Guru! Mampuslah kita!"

Yesus pun bangun lalu memerintahkan angin badai dan ombak itu, "Diam!" Maka angin dan ombak itu pun berhenti dan danau menjadi tenang kembali. Kemudian Dia berkata kepada mereka, "Kenapa kalian meragukan Aku?!"

Mereka merasa takut dan terheran-heran terhadap Yesus, lalu berkata satu sama lain, "Wah, orang macam apa dia ini?! Angin dan danau pun taat kepadanya!"

Yesus menghentikan badai

Suatu hari, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Mari kita pergi ke seberang danau." Mereka pun naik perahu dan berangkat. Ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Tiba-tiba bertiuplah angin badai di danau itu. Banyak air masuk ke dalam perahu, sehingga mereka terancam bahaya tenggelam. Lalu para murid mendatangi Yesus dan membangunkan Dia dengan berseru, "Guru, Guru! Mampuslah kita!"

Yesus pun bangun lalu memerintahkan angin badai dan ombak itu, "Diam!" Maka angin dan ombak itu pun berhenti dan danau menjadi tenang kembali. Kemudian Dia berkata kepada mereka, "Kenapa kalian meragukan Aku?!"

Mereka merasa takut dan terheran-heran terhadap Yesus, lalu berkata satu sama lain, "Wah, orang macam apa dia ini?! Angin dan danau pun taat kepadanya!"

Yesus mengusir setan-setan dari seorang Gadara

Mereka terus berlayar hingga sampai di daerah Gadara, yang terletak di sebelah tenggara danau Galilea.

Ketika hari sudah sore, kedua belas murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, "Guru, suruhlah orang banyak ini pergi ke desa-desa dan rumah-rumah penduduk di sekitar sini, supaya mereka mendapat makanan dan tempat menginap, karena di sini tempat yang terpencil."

Tetapi Yesus berkata, "Kalian saja yang memberi mereka makan."

Murid-murid itu menjawab, "Aduh, mana mungkin?! Kami cuma punya lima roti dan dua ikan. Mungkinkah kami pergi dulu membeli makanan?!" (Ada sekitar lima ribu laki-laki di sana.)

Lalu kata Yesus, "Suruhlah mereka duduk berkelompok. Setiap kelompok kira-kira lima puluh orang."

Murid-murid pun melakukan sesuai yang diperintahkan-Nya, lalu semua orang duduk. Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, memandang ke langit, dan mengucap syukur kepada Allah atas makanan itu. Kemudian Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu terus memberikannya kepada murid-murid-Nya, sementara mereka membagi-bagikannya kepada orang banyak. Semua orang makan sampai kenyang. Sesudah itu para murid mengumpulkan roti dan ikan yang berlebih, ternyata ada dua belas keranjang.

Pesta pernikahan di kampung Kana

Dua hari kemudian ada pesta pernikahan di kampung Kana di daerah Galilea, dan ibu Yesus hadir di pesta itu. Yesus dan kami murid-murid-Nya juga diundang ke pesta itu. Waktu air anggur habis, ibu Yesus berkata kepada-Nya, "Mereka sudah kehabisan anggur."

Lalu jawab Yesus, "Biarkan saja. Kita tidak perlu ikut campur. Belum tiba waktunya untuk menunjukkan kuasa-Ku."

Tetapi walaupun Yesus menjawab demikian, ibu-Nya berkata kepada para pelayan di pesta itu, "Lakukanlah apa saja yang Yesus katakan kepada kalian!"

Di rumah itu ada enam bak air yang terbuat dari batu. Bak itu diisi air supaya tamu-tamu bisa membasuh tangannya sesuai adat Yahudi. Setiap bak isinya kira-kira 100 liter.

Yesus berkata kepada para pelayan, "Isilah air ke dalam semua bak itu sampai penuh." Maka mereka mengisi semua bak itu sampai penuh.

Kemudian Dia berkata kepada mereka, "Sekarang ambillah sedikit air yang ada di situ dan berikanlah kepada pengurus pesta."

Mereka pun melakukan seperti yang dikatakan Yesus. Waktu pengurus pesta mencicipinya, ternyata air itu sudah berubah menjadi anggur! Dia tidak tahu anggur itu dari mana, tetapi para pelayan yang membawa air itu tahu. Lalu pengurus pesta memanggil pengantin laki-laki dan berkata kepadanya, "Waktu orang mengadakan pesta, mereka hampir selalu menghidangkan anggur yang lebih enak dulu, dan sesudah semua tamu minum secukupnya, mereka menghidangkan yang lebih murah untuk menghemat. Tetapi baru sekarang Saudara menghidangkan anggur yang terbaik."

Demikianlah Yesus melakukan keajaiban yang pertama. Hal itu terjadi di kampung Kana di daerah Galilea. Dengan melakukan keajaiban pertama itu, Yesus mulai menyatakan kemuliaan-Nya, dan kami murid-murid-Nya mulai percaya kepada-Nya.

Dia berkata begitu hanya untuk menguji Filipus, karena sebenarnya Yesus sendiri sudah tahu apa yang hendak Dia lakukan.

Lalu Filipus menjawab, "Aduh, mana mungkin?! 200 keping uang perak pun tidak akan cukup untuk membeli makanan bagi mereka semua, walaupun masing-masing hanya mendapat sepotong kecil."

Kemudian salah satu dari kami, yaitu Andreas (saudara Petrus) berkata, "Ada seorang anak laki-laki di sini yang mempunyai lima buah roti jelai dan dua ekor ikan, tetapi itu percuma saja untuk orang sebanyak ini."

Jumlah mereka kira-kira lima ribu orang laki-laki (belum termasuk perempuan dan anak-anak). Di tempat itu padang rumputnya luas, jadi Yesus berkata kepada kami, "Suruhlah mereka duduk." Maka kami menyuruh mereka semua duduk. Kemudian Yesus mengambil roti dan ikan itu lalu mengucap syukur kepada Allah. Dia memberikan makanan itu kepada kami untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak. Lalu semua orang makan sepuas-puasnya.

Sesudah mereka semua kenyang, Yesus berkata kepada kami, "Kumpulkanlah kelebihan makanan itu supaya tidak ada yang terbuang." Ketika kami mengumpulkannya, ternyata ada kelebihan sebanyak dua belas keranjang penuh dari orang-orang yang makan tadi.

Pada waktu itu kami sudah mendayung perahu kira-kira lima atau enam kilometer. Tiba-tiba kami melihat Yesus sedang berjalan di atas air mendekati perahu, dan kami menjadi takut. Tetapi Dia berkata, "Jangan takut! Ini Aku." Waktu Dia berkata begitu, dengan senang hati kami menolong Dia naik ke dalam perahu. Dan saat itu juga perahu kami langsung tiba di tempat tujuan!

Yesus memperlihatkan diri-Nya kepada ketujuh murid-Nya

Sesudah itu, Yesus memperlihatkan diri-Nya lagi kepada kami murid-murid-Nya di pinggir danau Galilea. Beginilah kejadiannya:

Kami yang ada di situ adalah Petrus yang juga disebut Simon, Tomas si Anak Kembar, Natanael dari desa Kana di daerah Galilea, saya Yohanes, kakak saya Yakobus, dan dua murid Yesus yang lain. Petrus berkata kepada kami, "Aku mau pergi menjala ikan."

Dan kami menjawab, "Kami juga mau ikut!" Lalu kami bertujuh langsung pergi naik perahu. Waktu itu sudah sore. Tetapi sepanjang malam kami tidak mendapat seekor ikan pun.

Pagi-pagi sekali, Yesus berdiri di pinggir danau. Namun kami tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Dia berseru kepada kami, "Hei, teman-teman, apa kalian sudah mendapat ikan?"

Dan kami menjawab, "Belum."

Lalu Dia berkata, "Lemparkanlah jala kalian ke sebelah kanan perahu, nanti kalian akan mendapat ikan." Lalu kami melemparkannya. Ketika hendak menarik jala itu, ternyata kami tidak sanggup lagi, karena terlalu banyak ikan yang terjaring.

Lalu saya berkata kepada Petrus, "Lihat! Ternyata Dia Tuhan!" Mendengar itu, Petrus langsung memakai jubahnya dengan cara mengikatkannya di pinggang, lalu melompat ke air untuk berenang ke tepi danau. Sebelumnya, dia bekerja tanpa baju panjang itu. Tetapi kami menyusul ke tepi dengan perahu sambil menarik jala yang penuh ikan tadi. Saat itu perahu kami tidak jauh dari pinggir danau, kira-kira hanya seratus meter. Ketika kami semua sampai di darat, kami melihat sudah ada seekor ikan sedang dibakar di atas bara api, juga roti di dekatnya. Lalu Yesus berkata kepada kami, "Tolong bawa beberapa ekor ikan yang baru kalian tangkap itu."

Petrus pun naik ke dalam perahu dan menarik jala itu ke darat. Jala itu penuh dengan ikan-ikan besar, 153 ekor jumlahnya. Biarpun sebanyak itu, jalanya tidak robek.

Libertações

Jesus expulsou demônios com autoridade. Os espíritos impuros não resistiam à sua palavra e saíam imediatamente.

Yesus menyembuhkan budak komandan kompi Romawi

Yesus pergi ke kota Kapernaum. Sewaktu Dia memasuki kota itu, datanglah seorang komandan kompi Romawi kepada-Nya dan memohon dengan sangat, "Tuhan, budak saya sedang terbaring di rumah karena sakit parah. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan sangat menderita."

Yesus berkata kepada komandan itu, "Aku akan datang menyembuhkan dia."

Komandan itu menjawab, "Tuhan, saya tidak layak menerima Engkau di rumah saya. Tetapi saya minta Engkau memberi perintah saja supaya dia sembuh, maka pastilah dia akan sembuh. Karena saya sendiri juga seorang bawahan yang tunduk pada perintah atasan, dan ada pula banyak tentara di bawah perintah saya. Kalau saya berkata kepada salah satu dari mereka, Pergi ke sana,maka dia pun pergi. Kalau saya berkata kepada yang lain, Datang,maka dia pun datang. Dan kalau saya katakan kepada budak saya, Lakukan ini,maka dia pun melakukannya. Seperti itu jugalah keyakinan saya tentang Engkau, bahwa semua perintah-Mu akan jadi."

Mendengar itu, Yesus merasa kagum lalu berkata kepada orang-orang yang mengikuti-Nya, "Aku menegaskan kepadamu: Bahkan di antara bangsa Israel pun belum pernah Aku menemukan keyakinan sebesar ini. Aku beritahukan kepadamu, pada pesta besar ketika Allah mulai memerintah atas segala sesuatu tanpa perlawanan iblis, banyak orang dari segala bangsa akan bergabung bersama para leluhur kita Abraham, Isak, dan Yakub. Tetapi banyak orang dari keturunan Israel yang sebenarnya sudah diundang untuk menghadiri pesta itu justru akan dibuang keluar ke tempat yang paling gelap. Di sanalah mereka akan menangis dan sangat menderita."

Lalu Yesus berkata kepada komandan itu, "Pulanglah dan biarlah terjadi sesuai dengan keyakinanmu." Pada saat itu juga budak komandan itu sembuh.

Yesus mengusir setan-setan dari dua orang Girgasi

Setibanya Yesus di seberang danau, yaitu di daerah orang Girgasi, dua orang yang dikuasai setan-setan datang menemui Dia. Keduanya tinggal di gua-gua pekuburan, dan mereka begitu berbahaya sehingga tidak seorang pun berani melewati tempat itu. Kedua orang itu berteriak kepada-Nya, "Hai Yesus, Anak Allah! Kenapa kamu mengganggu kami? Apakah engkau datang untuk menyiksa kami sebelum waktu yang ditentukan Allah?"

Tidak jauh dari situ ada kawanan babi yang sedang makan. Lalu setan-setan itu berulang kali meminta kepada-Nya, "Kalau engkau mengusir kami keluar dari kedua orang ini, izinkanlah kami pergi kepada kawanan babi itu."

Kata Yesus, "Pergilah!" Lalu mereka keluar dari kedua orang itu dan memasuki kawanan babi, sehingga semua babi itu lari dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau, sehingga mati tenggelam. Para penjaga babi itu lari ke kota dan menceritakan apa yang sudah terjadi dengan kawanan babi mereka dan kedua orang yang sebelumnya dikuasai setan-setan. Lalu seluruh penduduk kota keluar untuk menemui Yesus. Saat melihat-Nya, mereka memohon dengan sangat supaya Dia meninggalkan daerah mereka.

Waktu kedua orang tadi sedang keluar rumah, beberapa orang datang kepada Yesus membawa seorang bisu yang dikuasai setan. Setelah Yesus mengusir setan dari orang bisu itu, dia langsung bisa berbicara! Orang banyak yang ada di situ terheran-heran dan berkata, "Keajaiban seperti ini belum pernah terjadi di Israel!"

Orang Farisi menghina Yesus

Ada seorang lelaki yang buta dan bisu karena dikuasai setan. Dia dibawa kepada Yesus, lalu Yesus menyembuhkannya sehingga dia bisa melihat dan berbicara.

Yesus menguji hati seorang wanita yang bukan Yahudi

Kemudian Yesus bersama kami murid-murid-Nya meninggalkan tempat itu dan pergi ke daerah sekitar Tirus dan Sidon. Lalu seorang wanita bangsa Kanaan dari daerah itu datang kepada-Nya sambil berteriak-teriak, "Tuhan, Keturunan Daud, tolonglah saya. Anak perempuan saya dikuasai setan dan sangat menderita."

Yesus sama sekali tidak menjawab dia, sehingga kami meminta kepada Yesus, "Guru, suruhlah perempuan itu pergi, karena dia terus saja mengikuti kita sambil berteriak-teriak."

Jawab Yesus, "Allah mengutus Aku hanya untuk menggembalakan domba-domba Israel yang tersesat."

Tetapi wanita itu datang mendekat, lalu sujud di hadapan-Nya dan berkata, "Tuhan, tolonglah saya!"

Jawab Yesus kepadanya, "Kamu bukan orang Yahudi. Kalau Aku menolongmu, itu sama seperti orang yang mengambil makanan anak-anaknya dan memberikannya kepada anjing."

Kata perempuan itu, "Benar, Tuhan. Biar anak-anak Yahudi makan lebih dulu. Tetapi biasanya anjing-anjing memakan sisa makanan yang jatuh dari meja tuan-tuan mereka."

Kemudian Yesus menjawab, "Ibu, kamu sangat percaya kepada-Ku! Karena itu terjadilah sesuai dengan yang kamu minta." Dan saat itu juga anaknya pun sembuh.

Yesus melarang setan mengganggu seorang anak laki-laki

Ketika Yesus dan tiga murid-Nya itu kembali kepada orang banyak, seorang laki-laki datang dan sujud di hadapan-Nya. Orang itu berkata, "Tuhan, kasihanilah anak saya. Dia sakit ayan dan sangat menderita. Dia sering jatuh ke dalam api maupun air. Saya sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkan dia."

Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Bukan main! Kalian ini sesat dan tidak percaya kepada Allah! Sampai kapan Aku harus bersabar terhadap kalian?! Bukankah sudah cukup lama Aku tinggal bersama kalian! Bawalah anak itu kemari." Lalu dengan tegas Yesus melarang setan itu mengganggu anak tersebut. Saat itu juga setan itu meninggalkannya dan anak itu sembuh!

Di dalam rumah pertemuan itu ada seorang laki-laki yang dikuasai roh jahat, dan dia berteriak, "Hai Yesus orang Nazaret! Tidak ada urusanmu dengan kami! Apakah kamu datang untuk membinasakan kami? Saya sudah tahu siapa kamu! Kamu adalah utusan yang suci dari Allah." Lalu Yesus membentak roh jahat itu, "Diam! Keluar dari orang ini!" Roh jahat itu mengguncang-guncangkan orang itu dengan sangat keras, lalu keluar dari orang itu sambil menjerit.

Yesus mengusir roh-roh jahat dari orang Gadara

Sesudah itu, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di seberang danau, yaitu daerah Gadara. Saat Yesus turun dari perahu, seorang laki-laki yang dikuasai roh jahat langsung menemui-Nya. Orang itu keluar dari pekuburan yang ada di dekat pantai itu. Dia tinggal di gua-gua pekuburan dan sangat ganas. Penduduk sekitar sudah berkali-kali berusaha mengikatnya, bahkan dengan rantai besi. Tetapi dia selalu berhasil lepas. Waktu kaki dan tangannya diikat dengan rantai besi, dia memutuskan rantai itu. Rantai yang di kakinya juga dia banting sampai hancur. Tidak ada seorang pun yang bisa menahannya. Siang-malam dia berkeliaran di pekuburan itu dan bukit-bukit sekitarnya. Orang itu sering berteriak-teriak dan melukai badannya dengan batu.

Waktu melihat Yesus dari jauh, dia lari mendekat dan berlutut di hadapan-Nya. Lalu Yesus beberapa kali berkata kepada roh jahat itu, "Hei roh jahat, keluar dari orang ini!" Maka dengan suara keras orang itu berteriak, "Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi, kenapa kamu mengganggu aku? Aku minta kamu berjanji demi nama Allah bahwa kamu tidak akan menyiksaku."

Lalu Yesus bertanya, "Siapa namamu?"

Salah satu setan yang ada pada orang itu menjawab, "Batalion, karena kami yang menguasai dia banyak sekali." Setan-setan itu berulang kali memohon kepada Yesus supaya Dia tidak mengusir mereka keluar dari daerah tersebut.

Waktu itu, di sisi bukit yang curam ada sekelompok besar babi peliharaan yang sedang makan. Setan-setan itu meminta kepada Yesus, "Izinkan kami masuk ke dalam babi-babi itu saja." Yesus pun setuju. Maka roh-roh jahat itu langsung keluar dari orang itu dan masuk ke dalam kawanan babi yang berjumlah sekitar 2.000 ekor. Lalu semuanya lari dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau sehingga mati tenggelam.

Para penjaga babi itu lari dan menceritakan kejadian itu ke kota dan daerah sekitarnya. Kemudian orang-orang yang mendengar berita itu berdatangan untuk melihat apa yang sudah terjadi.

Tetapi kalian mengajarkan bahwa kita boleh berkata kepada ayah atau ibu kita, Aku tidak bisa membantu kamu lagi, karena aku sudah berjanji akan memberikan semua hartaku kepada Allah.Menurut kalian, kalau kita melakukan itu, kita tidak wajib lagi menghormati ayah atau ibu kita. Artinya, kalian membatalkan perintah Allah hanya untuk mengikuti adat istiadat nenek moyang! Itu baru satu contoh. Masih banyak lagi hal seperti itu yang kalian lakukan."

Hal-hal yang membuat kita najis di mata Allah

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata, "Kalian semua dengarkanlah Aku dan berusahalah untuk mengerti: Apa saja yang masuk ke dalam tubuh seseorang tidak membuat dia najis di mata Allah. Sebaliknya, apa yang keluar dari mulutnya, itulah yang menentukan dia najis atau tidak di mata Allah!

Yesus menguji hati seorang wanita yang bukan orang Yahudi

Lalu Yesus meninggalkan tempat itu dan pergi ke daerah Tirus dan Sidon. Di situ Yesus masuk ke suatu rumah dan tidak ingin diketahui siapa pun bahwa Dia berada di situ. Tetapi karena sudah dikenal di mana-mana, Dia tidak bisa menyembunyikan diri. Di sana ada seorang ibu yang anak perempuannya dikuasai roh jahat. Waktu ibu itu mendengar bahwa Yesus ada di daerahnya, dia langsung datang dan berlutut di kaki Yesus. Wanita itu bukan orang Yahudi. Dia berasal dari daerah Fenisia di provinsi Siria, dan dia berbahasa Yunani. Dia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan yang menguasai anaknya.

Tetapi Yesus berkata kepadanya, "Kamu bukan orang Yahudi. Kalau Aku menolongmu, itu sama seperti orang yang mengambil makanan anak-anaknya dan memberikannya kepada anjing. Biarlah anak-anak makan lebih dulu sampai kenyang."

Jawab ibu itu, "Benar, Tuhan. Biarlah anak-anak Yahudi makan sampai puas. Tetapi biasanya anjing-anjing memakan sisa-sisa makanan di bawah meja tuannya."

Lalu Yesus berkata, "Oleh karena jawabanmu itu, Aku setuju! Sekarang Ibu boleh pulang. Setan itu sudah keluar dari anakmu." Lalu dia pulang dan melihat anak perempuannya terbaring dengan tenang di tempat tidur, karena setan itu sudah meninggalkannya.

Tetapi tiba-tiba seorang lelaki berbicara dari antara kerumunan itu, "Guru, saya datang untuk membawa anak saya kepada-Mu. Dia dikuasai roh jahat sehingga tidak bisa berbicara. Setiap kali roh jahat itu menyerangnya, roh itu membanting-banting dia. Mulutnya berbusa, dia mengertak-ngertakkan giginya, dan badannya menjadi kaku. Saya sudah minta murid-murid-Mu untuk mengusir roh itu, tetapi mereka tidak bisa."

Kata Yesus kepada mereka, "Bukan main! Kalian masih juga tidak percaya kepada Allah! Sampai kapan Aku harus bersabar terhadap kalian?! Bukankah sudah cukup lama Aku tinggal bersama kalian! Bawalah anak itu kemari!"

Mereka pun membawa anak itu kepada-Nya. Saat roh jahat yang ada padanya melihat Yesus, dia langsung membuat anak itu kejang-kejang. Anak itu terbanting ke tanah, berguling-guling, dan busa keluar dari mulutnya.

Yesus bertanya kepada ayah anak itu, "Sudah berapa lama dia begini?"

Jawab ayahnya, "Sejak dia masih kecil. Roh jahat itu sudah sering berusaha membunuh anak saya dengan melempar dia ke api atau menenggelamkannya ke dalam air. Tetapi kalau Guru bisa berbuat sesuatu, mohon kasihanilah kami dan tolonglah."

Namun Yesus menegur dia, "Masalah yang sebenarnya adalah kamu tidak percaya penuh! Apa saja bisa Aku lakukan. Kalau kamu percaya kepada-Ku, Aku akan melakukannya bagimu."

Sambil menangis, bapak itu langsung berteriak, "Saya percaya, ya Tuhanku! Tolonglah saya supaya bisa lebih yakin!"

Waktu Yesus melihat kerumunan di situ semakin ramai, Dia membentak roh jahat itu, "Hei, roh yang membuat anak ini bisu dan tuli, Aku perintahkan kamu: Keluar darinya dan jangan pernah masuk lagi!"

Roh jahat itu menjerit dan mengguncang-guncangkan anak itu dengan keras, lalu keluar. Anak itu terbaring kaku seperti mati, sehingga orang banyak yang menyaksikannya berkata, "Dia sudah mati." Tetapi Yesus memegang tangan anak itu, lalu dia pun bangun dan Yesus membantunya berdiri.

Yesus menyembuhkan banyak orang

Yesus meninggalkan rumah pertemuan itu dan masuk ke rumah Petrus. Saat itu ibu mertua Petrus sedang demam tinggi, dan mereka memohon supaya Yesus menyembuhkannya. Lalu Yesus berdiri di samping ibu itu dan berkata dengan tegas, "Sembuhlah!" Saat itu juga demamnya langsung hilang, kemudian dia bangun dan melayani mereka.

Sesudah Yesus berada di darat, seorang laki-laki dari kota itu datang menemui-Nya. Dia sudah lama dikuasai banyak setan dan tidak mau diam di rumah. Selama ini dia tinggal di gua-gua pekuburan tanpa berpakaian.

Roh-roh jahat itu sering menyeret dia. Waktu orang di kota itu masih berusaha menjaganya, mereka merantai kedua tangannya dan memasung kedua kakinya, tetapi dia selalu bisa memutuskan segala pengikatnya. Lalu di bawah pengaruh setan-setan itu dia pergi ke tempat-tempat terpencil. Ketika orang itu bertemu Yesus, dia menjerit dan sujud di hadapan-Nya. Kemudian Yesus memerintahkan roh-roh jahat untuk keluar dari orang itu. Tetapi di bawah kendali setan, dia berteriak, "Hei, Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi! Kamu mau apa dengan aku? Aku minta jangan siksa aku!"

Lalu Yesus bertanya kepadanya, "Siapa namamu?"

Jawabnya, "Batalion." Karena memang banyak sekali setan yang ada pada dirinya. Lalu setan-setan itu berulang kali memohon supaya Yesus tidak mengusir mereka ke dalam jurang maut.

Tidak jauh dari situ, di sisi bukit yang curam ada sekelompok besar babi peliharaan yang sedang makan. Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus supaya mereka diizinkan masuk ke dalam kawanan babi itu. Yesus pun setuju. Maka setan-setan itu langsung meninggalkan orang itu dan masuk ke tengah kumpulan babi itu. Kemudian babi-babi itu lari dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau sehingga mati tenggelam.

Ketika para penjaga babi melihat apa yang terjadi, mereka lari dan menceritakan kejadian itu ke kota dan daerah sekitarnya. Lalu orang-orang yang mendengar berita itu pergi melihat apa yang sudah terjadi. Waktu mereka tiba di tempat Yesus berada, tampaklah orang yang sudah ditinggalkan setan-setan itu sekarang berpakaian dan sedang duduk tenang dekat Yesus sambil mendengarkan-Nya. Pikirannya juga sudah sehat kembali. Melihat itu, mereka pun takut kepada Yesus.

Aku menegaskan kepadamu: Beberapa orang di antara kalian yang ada di sini tidak akan mati sebelum melihat bukti-bukti bahwa Allah mulai mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini."

Yesus berubah rupa di atas gunung

Kira-kira seminggu sesudah Yesus berbicara tentang hal-hal itu, Dia mengajak Petrus, Yohanes, dan Yakobus naik ke atas gunung untuk berdoa. Sewaktu Dia sedang berdoa, wajah-Nya berubah, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar. Tiba-tiba tampaklah dua orang sedang bercakap-cakap dengan-Nya, yaitu Musa dan Elia. Mereka bersinar dengan kemuliaan surgawi dan berbicara dengan Yesus tentang bagaimana Dia akan menggenapi rencana Allah dengan kematian-Nya di Yerusalem.

Pada waktu itu Petrus dan kedua murid yang lain sedang tidur nyenyak. Ketika mereka terbangun, mereka melihat Yesus bersinar dengan kemuliaan surgawi bersama kedua orang yang berdiri di dekat-Nya. Saat Musa dan Elia hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya, "Wah Guru, indah sekali kita berada di sini! Kami akan membuat tiga pondok, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia." (Sebenarnya Petrus asal bicara saja.)

Tiba-tiba seorang laki-laki dari antara kerumunan itu berteriak, "Guru, tolonglah anak saya! Dia anak saya satu-satunya. Dia sering diserang roh jahat sehingga berteriak-teriak, badannya kejang-kejang, dan mulutnya berbusa. Roh jahat itu jarang sekali meninggalkannya dan terus saja menyiksa dia. Saya sudah meminta murid-murid-Mu untuk mengusir roh itu, tetapi mereka tidak bisa."

Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Bukan main! Kalian ini sesat dan tidak percaya kepada Allah! Sampai kapan Aku harus bersabar terhadap kalian! Bukankah sudah cukup lama Aku tinggal bersama kalian! Bawalah anakmu kemari."

Pada waktu anak itu sedang mendekati Yesus, setan yang ada padanya membanting dia ke tanah dan membuatnya kejang-kejang. Tetapi Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dan Dia menyembuhkan anak itu, lalu menyerahkannya kembali kepada ayahnya. Semua orang sangat terheran-heran, karena mereka menyadari bahwa mereka sudah melihat kuasa Allah yang luar biasa. Sementara orang-orang masih takjub atas semua yang Yesus lakukan, berbicaralah Dia kepada murid-murid-Nya:

Beberapa orang menghina Yesus

Suatu hari Yesus mengusir setan yang menjadikan seseorang bisu. Sesudah setan itu meninggalkannya, orang itu bisa berbicara lagi, sehingga orang banyak yang melihat kejadian itu terheran-heran.

Lalu salah seorang murid-Nya menyerang budak imam besar dengan pedang dan memotong telinga kanannya.

Tetapi Yesus berkata, "Hentikan!" Lalu Dia menyentuh telinga orang itu sehingga tersambung kembali.

Sesudah kedua utusan Yohanes itu pergi, Yesus mulai berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes. Dia berkata, "Sebelum pelayanan-Ku dimulai, kalian sudah pernah pergi jauh keluar-masuk padang belantara untuk melihat seseorang, bukan? Tentu kalian tidak pergi begitu jauh untuk melihat sesuatu yang biasa saja, karena memang tidak mungkin orang mau berjalan jauh hanya untuk melihat sehelai rumput yang bergoyang ditiup angin. Siapakah yang kamu cari waktu itu? Pasti bukan seseorang yang berpakaian indah! Karena orang-orang yang hidup mewah dan berpakaian indah tidak ada di padang belantara, tetapi di istana raja. Jadi, apa yang kamu cari di sana? Seorang nabi, bukan? Ya, bahkan Aku katakan kepada kalian bahwa kedudukan Yohanes jauh lebih penting daripada seorang nabi. Dialah yang dimaksudkan dalam tulisan nabi yang mengatakan,

Perhatikanlah: Aku akan menyuruh utusan-Ku lebih dulu,

supaya dia menyiapkan jalan sebelum Aku mengutus Engkau.

Karena itu Aku menegaskan kepada kalian bahwa Yohanes Pembaptis sebenarnya lebih besar daripada semua nabi yang pernah dilahirkan. Tetapi dalam kerajaan baru yang sudah mulai didirikan Allah, semua orang yang menjadi anggota kerajaan-Nya itu akan dianggap lebih besar daripada Yohanes, bahkan orang yang berkedudukan paling rendah sekalipun."

Mendengar perkataan Yesus itu, semua orang yang sudah dibaptis Yohanestermasuk para penagih pajakmemuji Allah dengan berkata, "Kalau begitu, Allah benar-benar mengutus Yohanes Pembaptis dan apa yang Yohanes ajarkan juga benar!" Tetapi orang-orang Farisi dan para ahli Taurat sudah mengabaikan kehendak Allah untuk diri mereka dengan menolak dibaptis oleh Yohanes.

Seja o primeiro