Mudança
A mudança é constante na vida, mas Deus é imutável. A Bíblia nos ensina a abraçar a transformação espiritual enquanto confiamos no Deus que é o mesmo ontem, hoje e sempre.
Deus é imutável
Jesus Cristo é o mesmo ontem, hoje e para sempre. Deus não muda — Ele é a rocha firme em meio às mudanças constantes da vida.
Kristus Yesus tidak pernah berubah sejak dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.
"Akulah TUHAN Panglima Semesta, dan Aku tidak berubah. Aku tetap setia kepada janji-Ku. Itulah sebabnya kalian, keturunan Yakub, tidak Aku binasakan, walaupun bangsamu telah meninggalkan ketetapan-Ku dan tidak melakukannya sejak zaman nenek moyangmu. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu. Tetapi kalian malah membantah, ‘Kami tidak pernah meninggalkan-Mu!’
Allah Bapa, yang menciptakan semua benda penerang di langit, bukanlah seperti bulan yang cahayanya tidak tetap dan sering berubah-ubah. Dia adalah sumber segala berkat. Semua pemberian yang baik dan yang sempurna turun dari-Nya.
Langit dan bumi tidak akan tetap ada, namun perkataan-Ku tetap berlaku untuk selama-lamanya."
Transformação em Cristo
Se alguém está em Cristo, é nova criação. Somos transformados de glória em glória à imagem do Senhor pelo poder do Espírito.
Yang penting, ketika seseorang bersatu dengan Kristus, dia menjadi ciptaan baru! Cara hidup yang lama sudah berlalu. Segalanya menjadi baru!
Demikianlah kita yang percaya kepada-Nya— dengan pikiran yang sudah terbuka— memandang Tuhan Yesus dan mencerminkan kemuliaan-Nya! Maksud saya, hati dan pikiran kita diterangi oleh Roh Kudus. Dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kebebasan dari peraturan dan hukum yang lama. Tuhan Yesus mengubahkan kita oleh Roh-Nya sehingga kita semakin sempurna memancarkan kemuliaan-Nya.
Berdasarkan semua yang sudah saya jelaskan sebelumnya tentang berbagai cara Allah berbaik hati kepada kita, maka sudah sepantasnya kita membalas kebaikan hati-Nya itu! Janganlah lagi kamu mengikuti cara hidup berdosa yang sudah menjadi kebiasaan orang-orang duniawi. Tetapi hendaklah kamu mengambil keputusan seperti ini, "Ya TUHAN, aku mempersembahkan tubuhku sebagai kurban bagi-Mu!"— walaupun sebenarnya kamu masih hidup. Keputusan itu merupakan persembahan yang suci dan menyenangkan hati TUHAN. Dia akan memperbarui pikiranmu masing-masing, sehingga kamu bisa mengetahui apa kehendak-Nya bagimu dan apa yang terbaik dalam setiap keadaan. Kamu semua akan dimampukan untuk mengerti dan memilih apa yang baik, yang paling tepat, dan yang menyenangkan hati TUHAN.
Saudara-saudari yang terkasih, sekarang kita sudah menjadi anak-anak Allah, tetapi belum jelas seperti apa keadaan kita kelak. Meski demikian, kita tahu bahwa waktu Kristus datang kembali, kita akan menjadi sama seperti Dia, karena kita akan melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya.
Kelak, dengan kuasa-Nya yang luar biasa, Dia akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Kuasa-Nya yang luar biasa itulah yang terus Dia gunakan untuk menaklukkan segala sesuatu di bawah pemerintahan-Nya.
Perhatikanlah! Sekarang saya mau membukakan suatu rahasia kepada kalian: Kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan diubahkan! Perubahan itu akan terjadi dalam sesaat atau sekejap mata saja, ketika terdengar bunyi terompet terakhir. Saat itu, semua pengikut Kristus yang sudah mati akan dihidupkan kembali dengan tubuh baru yang tidak bisa mati lagi, dan setiap kita yang masih hidup pada waktu kejadian itu berlangsung akan diubahkan menjadi seperti mereka.
Arrependimento como mudança
Arrependei-vos, pois, e convertei-vos. O arrependimento é a mudança mais radical — da morte para a vida, do pecado para a graça.
Kalau kalian benar-benar sudah bertobat, tunjukkanlah hal itu melalui cara hidupmu.
Tidak! Aku sungguh-sungguh menegaskan kepada kamu semua: Kalau kamu tidak bertobat, kamu bukan saja kena bencana seperti mereka, tetapi juga masuk neraka!
Oleh karena itu, bertobatlah dan kembalilah kepada Allah, supaya dosa-dosamu diampuni. Dengan demikian, Allah akan senantiasa menyegarkan rohanimu.
Tempos e ciclos
Para tudo há uma estação e um tempo para cada propósito debaixo do céu. Deus faz novas todas as coisas no tempo certo.
Segala hal di dunia ini berlangsung dalam waktu yang sudah ditentukan,
dan untuk setiap hal ada saat yang tepat.
Bagaimana pun kita berusaha, tak ada perubahan yang terjadi.
Setiap hari ada yang lahir dan ada yang meninggal.
Sampai generasi baru mengganti generasi lama,
bumi tetap saja sama.
Matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, lalu kembali lagi ke tempatnya terbit.
Dan begitulah seterusnya. Setiap hari matahari terbit dan terbenam.
Angin bertiup dari utara ke selatan, lalu berputar-putar,
dan sambil berputar angin itu kembali ke tempatnya semula.
Dan begitulah seterusnya. Angin kembali bertiup ke arah yang sama.
Demikian juga dengan sungai-sungai:
Semua sungai selalu mengalir ke laut, tetapi laut tidak pernah penuh.
Air itu kembali ke hulu sungai.
Dan begitulah seterusnya. Air mengalir lagi ke laut.
Segala sesuatu yang pernah terjadi akan terjadi lagi,
dan segala sesuatu yang pernah dilakukan akan dilakukan lagi.
Tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini.
Ada orang yang berkata, "Lihat, hal itu baru terjadi kali ini!"
Tetapi sebenarnya hal semacam itu sudah pernah terjadi
jauh sebelum kita lahir di dunia ini.
sebab Aku akan melakukan sesuatu yang baru
dan sekarang hal itu mulai terjadi.
Lihatlah, Aku membuka jalan di padang belantara
dan mengalirkan sungai-sungai di padang gurun
Inilah yang sangat penting untuk kalian ketahui: Pada hari-hari terakhir, akan muncul banyak orang yang suka mengejek dan menertawakan ajaran benar. Mereka suka mengikuti berbagai keinginan hawa nafsunya sendiri. Mereka juga akan berkata, "Kristus sudah berjanji akan datang kembali. Tetapi nyatanya sekarang tidak ada, bukan? Semua itu omong kosong. Sejak zaman nenek moyang kita mati, bahkan sejak permulaan dunia, kehidupan tetap sama seperti biasa." Dengan berkata begitu, mereka sengaja mengabaikan kenyataan bahwa Firman TUHANlah yang sudah menjadikan tingkat-tingkat surga dan langit. Ucapan-Nya jugalah yang membentuk bumi, ketika daratan dikumpulkan di tengah-tengah air. Kemudian, dengan menggunakan air pula, Allah membinasakan kehidupan zaman dulu dengan banjir yang besar. Nah, Allah siap menggunakan perkataan-Nya dengan cara yang dahsyat seperti itu lagi! Pada Hari Pengadilan, Dia akan menjatuhkan hukuman atas langit dan bumi yang sekarang dengan api, serta membinasakan semua orang yang melawan-Nya.