Pular para o conteúdo
Publicidade

Namoro

Por Bíblia Online

O namoro cristão deve ser vivido com sabedoria, pureza e propósito. A Bíblia orienta sobre escolher um cônjuge, guardar o coração e honrar a Deus em todo relacionamento.

Guardar o coração

Sobre tudo o que se deve guardar, guarda o teu coração, porque dele procedem as fontes da vida. O namoro exige vigilância e sabedoria.

Jagalah hatimu dengan waspada,

karena hati menentukan segala pilihan hidupmu.

Umat Allah sebagai rumah Allah yang suci

Janganlah terikat dengan orang-orang yang tidak percaya pada Yesus. Karena orang yang hidupnya benar tidak bisa bekerjasama dengan orang yang hidupnya tidak benar. Sama seperti kuasa gelap tidak bisa bersatu dengan kuasa terang. Kristus tidak bisa sepaham dengan iblis! Orang yang percaya kepada Kristus tidak bisa bersahabat dengan orang yang tidak percaya kepada-Nya.

Tetapi janganlah kalian tertipu oleh orang-orang yang berpandangan seperti itu! Pepatah mengatakan, "Pergaulan yang buruk menularkan pengaruh buruk."

Pureza e santidade

O corpo é templo do Espírito Santo. A Bíblia nos chama a fugir da imoralidade e esperar no amor com paciência e respeito mútuo.

Jadi, jangan pernah melakukan percabulan. Semua dosa lain tidak langsung berkaitan dengan tubuh pelakunya. Tetapi orang yang melakukan percabulan merusak tubuhnya sendiri. Jangan lupa bahwa tubuhmu ibarat ruang mahakudus untuk Roh Allah, yaitu Roh-Nya yang sudah kamu terima dan yang tinggal dalam dirimu. Artinya tubuhmu bukan lagi milikmu sendiri. Ingatlah bahwa kamu sudah ditebus dengan harga yang sangat mahal, yaitu darah Kristus. Oleh sebab itu, muliakanlah Allah dengan tubuh dan rohmu, karena tubuh dan rohmu adalah milik Allah.

Contohnya, ada yang berkata, "Makanan diciptakan untuk mengisi perut, dan perut diciptakan untuk menikmati makanan. Berarti kita bebas makan apa saja ataupun melakukan percabulan dengan tubuh kita." Saya katakan bahwa tubuh dan makanan adalah fana. Allah akan mengakhirinya waktu kita mati. Pahamilah bahwa tubuh kita diciptakan Allah bukan untuk melakukan percabulan. TUHAN adalah Pemilik tubuh kita, maka hendaklah kita menggunakannya demi kemuliaan Allah.

Namun, jika kamu tidak bisa menguasai diri, sebaiknya kamu menikah, karena lebih baik menikah daripada terbakar oleh hawa nafsu.

Hendaklah kamu semua menghargai pernikahanmu masing-masing sebagai ikatan yang suci, dan jagalah hubungan antara suami-istri supaya tetap murni. Karena Allah akan menghukum setiap orang yang berbuat cabul atau zina.

A esposa prudente vem do Senhor

Deus criou o homem e a mulher para completarem-se. A casa e os bens são herança dos pais, mas a esposa prudente vem do Senhor.

Kemudian TUHAN Allah berkata, "Tidak baik kalau laki-laki ini hanya sendirian. Aku akan menjadikan seorang pendamping yang cocok baginya."

Seorang ayah dapat mewariskan rumah dan harta,

tetapi hanya TUHAN yang dapat mengaruniakan istri yang bijaksana.

Tetapi sifat yang paling penting di atas segalanya adalah saling mengasihi. Hendaklah kasih menjadi tali pengikat yang mempersatukan kita dengan sempurna.

Seja o primeiro