Pais
Deus é nosso Pai celestial — amoroso, provedor, disciplinador e fiel. As Escrituras também honram os pais terrenos e os chamam a criar os filhos na instrução do Senhor.
O Pai celestial
Deus é Pai de misericórdias. Ele nos adotou como filhos, nos ama incondicionalmente e cuida de cada detalhe da nossa vida.
Kita adalah anak-anak Allah
Ketahuilah betapa luar biasanya kasih Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah! Orang-orang duniawi tidak dapat memahami kedudukan kita sebagai anak-anak Allah karena mereka tidak mengenal Kristus.
Kita adalah anak-anak Allah
Ketahuilah betapa luar biasanya kasih Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah! Orang-orang duniawi tidak dapat memahami kedudukan kita sebagai anak-anak Allah karena mereka tidak mengenal Kristus.
Sebab Roh-Nya yang sudah diberikan kepada kita bukanlah untuk memperbudak kita sehingga kita takut menghadap Allah. Tetapi Roh-Nya itu menjadikan kita anak angkat Allah. Sebagai bukti, Roh-Nyalah yang memimpin kita untuk berseru memanggil Allah, "Abba, ya Bapa!" Roh Allah sendiri meyakinkan roh kita bahwa kita adalah anggota keluarga-Nya.
Namun kepada setiap orang yang menerima-Nya, Dia memberikan hak untuk menjadi anak-anak Allah. Yang dimaksud ‘menerima Dia’ adalah percaya kepada-Nya.
Kepada setiap jemaat di provinsi Galatia.
Salam sejahtera dari saya, Paulus, dan dari saudara-saudari seiman yang bersama saya di sini.
Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
Saudara-saudari, saya menjadi rasul bukan karena diutus manusia, tetapi atas perintah langsung dari Kristus Yesus dan Allah Bapa yang sudah menghidupkan Yesus dari kematian.
Tetapi TUHAN, Engkaulah Bapa kami.
Jikalau kami tanah liat, Engkaulah perajinnya.
Kami semua adalah buatan tangan-Mu.
Sebab Engkaulah Bapa kami!
Abraham dan Yakub mungkin tidak lagi mengakui kami sebagai keturunan mereka,
tetapi Engkau, TUHAN, adalah Bapa kami.
Sejak semula sampai selamanya Engkaulah Penebus kami.
Karena saat itu seorang anak laki-laki telah lahir bagi kita.
Dia akan mengemban pemerintahan di atas bahunya.
Dan gelarnya adalah: Penasihat Bijak, Pahlawan Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Pembawa Damai.
Karena saat itu seorang anak laki-laki telah lahir bagi kita.
Dia akan mengemban pemerintahan di atas bahunya.
Dan gelarnya adalah: Penasihat Bijak, Pahlawan Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Pembawa Damai.
O cuidado paterno de Deus
O Pai celestial sabe do que precisamos antes de pedirmos. Ele dá boas dádivas aos filhos que pedem e cuida até dos passarinhos.
Perhatikanlah burung-burung. Mereka tidak perlu menanam atau memanen, juga tidak perlu tempat untuk menyimpan makanan. Tetapi Bapamu yang di surga menyediakan makanan bagi burung-burung itu. Ketahuilah: Kamu jauh lebih berharga di mata Bapamu dari pada burung.
Ingatlah contoh ini: Sepasang burung pipit yang dijual dengan harga paling murah. Biarpun begitu, tidak seekor pun mati tanpa sepengetahuan Bapa kita. Bahkan jumlah helai rambut di kepalamu pun Dia tahu. Oleh karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka yang melawan kita! Karena kamu jauh lebih penting di hadapan Bapa kita daripada banyak burung pipit.
Sebaliknya, waktu kamu berdoa, masuklah ke kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu di surga, yang hadir biarpun kamu tidak melihat-Nya. Dia mengetahui apa saja yang kamu lakukan secara tersembunyi, dan Dia akan memberi upah kepadamu secara terang-terangan.
Sebaliknya kalau kamu berpuasa, sisirlah rambutmu dan cucilah mukamu seperti biasa. Dengan begitu tidak ada yang tahu bahwa kamu sedang berpuasa. Tetapi Bapamu di surga, yang hadir biarpun kamu tidak melihat-Nya, Dia yang akan mengetahuinya. Dia melihat segala sesuatu yang dilakukan secara tersembunyi, dan Dia akan memberi upah kepadamu."
"Atau kalau kamu seorang ayah, lalu anakmu meminta makanan, kamu tidak mungkin memberinya batu. Kalau dia minta ikan, tidak mungkin kamu memberinya ular berbisa. Atau kalau dia minta telur, tidak mungkin kamu memberinya kalajengking! Nah, kamu yang jahat pun tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu! Terlebih lagi Bapamu yang di surga. Bahkan Dia akan memberikan Roh Kudus kepada setiap orang yang meminta kepada-Nya."
Bagaimana seharusnya kita hidup sambil menantikan kerajaan Allah
"Hai kalian para pengikut-Ku, janganlah cemas biarpun di dunia ini kalian bagaikan kawanan domba yang kecil dan tidak berdaya! Karena Bapa kita yang di surga dengan senang hati akan menyambut setiap kalian sebagai warga kerajaan-Nya.
Allah Bapa, yang menciptakan semua benda penerang di langit, bukanlah seperti bulan yang cahayanya tidak tetap dan sering berubah-ubah. Dia adalah sumber segala berkat. Semua pemberian yang baik dan yang sempurna turun dari-Nya.
Buktinya, Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan Dia untuk menderita dan dikurbankan demi menyelamatkan kita. Kalau Allah rela memberikan Anak-Nya yang terkasih, tentulah Dia akan tetap berbaik hati kepada kita dan memberikan semua hal lain yang sudah dijanjikan-Nya kepada kita.
Conhecer o Pai
Jesus é o caminho para o Pai. Ninguém conhece o Pai senão o Filho e aquele a quem o Filho quiser revelar.
Yesus menjawab, "Akulah jalan menuju kepada Bapa. Akulah sumber dari semua ajaran yang benar. Dan Aku juga yang memberikan hidup kekal. Siapa pun tidak bisa datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.
Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Sekarang Aku pergi ke sana mendahului kalian untuk menyiapkan tempat bagimu. Kalau itu tidak benar, tidak mungkin Aku menjanjikannya kepada kalian.
Apa saja yang kalian minta dalam doa supaya Aku dimuliakan, Aku akan menjawab doamu itu. Dengan begitu, Bapa akan dimuliakan melalui Aku, Anak-Nya.
Setiap orang yang sungguh-sungguh mengasihi Aku tentu akan melakukan perintah-perintah-Ku. Dan orang yang seperti itulah yang akan dikasihi oleh Bapa-Ku. Aku juga akan mengasihi dia dan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Jawab Yesus, "Setiap orang yang mengasihi Aku akan mengikuti ajaran-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia. Jadi Aku dan Bapa-Ku akan datang kepadanya dan tinggal dalam dirinya.
Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah, kecuali Dia yang adalah Anak satu-satunya dari Bapa. Dialah yang dapat memperkenalkan Allah kepada kita, karena Dia bersatu dengan Allah Bapa.
Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka. Jadi domba-domba-Ku tidak akan mati selamanya, dan tidak ada yang bisa merampas mereka dari tangan-Ku. Yang sudah memberikan domba-domba itu kepada-Ku adalah Bapa-Ku. Dia lebih berkuasa dari semua yang ada, dan tiada yang dapat merampas mereka dari tangan Kami. Bapa dan Aku adalah satu."
"Ya Bapa, mengenai mereka yang sudah Engkau berikan kepada-Ku, Aku ingin supaya mereka selalu bersama-Ku di tempat Aku berada nanti. Aku meminta hal ini supaya mereka bisa melihat kemuliaan yang sudah Bapa berikan kepada-Ku sebelum dunia ini diciptakan. Dan memang, kemuliaan itu Engkau berikan kepada-Ku karena Engkau sangat mengasihi Aku.
"Segala sesuatu sudah diserahkan Bapa kepada-Ku. Tidak seorang pun mengenal Aku, yaitu Anak-Nya, kecuali Bapa. Dan tidak seorang pun mengenal Bapa-Ku kecuali Aku dan orang-orang yang hendak Aku perkenalkan kepada-Nya.
Hendaklah kamu mengasihi semua orang! Dengan demikian kamu akan menjadi sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna."
"Tetapi kalian yang mengikut Aku, janganlah mengizinkan orang lain memanggilmu guru, karena Guru kalian hanya satu yaitu Kristus, dan kalian semua bersaudara. Dan janganlah kalian memanggil siapa pun di dunia ini bapa, karena hanya ada satu Bapa kita, yaitu Bapa yang di surga.
Jangan lupa bahwa Aku mempunyai kuasa untuk meminta pertolongan Bapa-Ku. Apabila Aku memintanya, Dia akan langsung mengirimkan lebih dari dua belas batalion malaikat.
Hendaklah kalian berbelas kasihan, sama seperti Bapa kita di surga berbelas kasihan."
Kemuliaan bagi Allah dan Bapa kita untuk selama-lamanya! Amin!
Disciplina e amor paterno
O Pai disciplina os filhos que ama. A correção divina produz fruto de justiça e paz para aqueles que foram exercitados por ela.
Jadi, waktu kita menderita karena cambukan dari Bapa surgawi, ingatlah bahwa Allah sedang memperlakukan kita sebagai anak-Nya. Wajar saja seorang ayah mendidik anaknya sendiri, bukan? Justru kalau kamu tidak pernah dididik oleh TUHAN, berarti kamu bukan anak-Nya yang sah. Karena semua anak Allah pasti dididik-Nya. Sebagaimana ayah kita di dunia ini pun tentu mendidik kita, dan kita menghormati ayah kita sendiri, maka sudah sepatutnya kita tunduk kepada Allah lebih lagi, sebab Dialah Bapa rohani kita. Dengan bertekun menjalani didikan-Nya, kita akan masuk ke dalam hidup yang kekal. Lagipula ayah jasmani kita di dunia ini mendidik kita untuk sementara saja, sesuai dengan apa yang mereka anggap baik. Tetapi didikan Bapa surgawi selalu tepat dan berguna, supaya kita disucikan sebagaimana Dia adalah suci.
Anakku, janganlah menolak didikan TUHAN
dan jangan marah bila Dia menegurmu.
Karena TUHAN menegur orang yang Dia kasihi,
seperti seorang ayah mendidik anak yang dikasihinya
untuk memperbaiki kelakuannya.
Anakku, janganlah menolak didikan TUHAN
dan jangan marah bila Dia menegurmu.
Karena TUHAN menegur orang yang Dia kasihi,
seperti seorang ayah mendidik anak yang dikasihinya
untuk memperbaiki kelakuannya.
Pais terrenos
A Bíblia honra os pais que criam os filhos nos caminhos de Deus. Honrar pai e mãe é mandamento com promessa de vida longa.
Dalam hubungan anak dan orangtua
Jika kamu adalah anak, taatilah orangtuamu. Karena pengikut Kristus sudah seharusnya melakukan hal itu. Ingatlah perintah TUHAN yang mengatakan, "Hormatilah ayah ibumu." Itulah perintah pertama yang disertai dengan janji Allah, yaitu "supaya kamu hidup sejahtera dan panjang umur di dunia ini."
Dan jika kamu adalah ayah, janganlah membuat anak-anakmu sakit hati, tetapi besarkanlah mereka dengan didikan dan nasihat yang sesuai dengan ajaran TUHAN.
Dan jika kamu adalah ayah, janganlah membuat anak-anakmu sakit hati, tetapi besarkanlah mereka dengan didikan dan nasihat yang sesuai dengan ajaran TUHAN.
Hormatilah ayah dan ibumu, supaya kamu hidup sejahtera di negeri yang Aku berikan kepadamu.
Nasihat Salomo kepada anaknya untuk hidup bijaksana
Anakku, dengarkanlah nasihat ayahmu,
dan jangan tinggalkan didikan ibumu.
Karena nasihat dan didikan orangtuamu ibarat mahkota
yang akan membuat engkau dihormati,
dan seperti kalung peringatan yang menuntun langkah hidupmu.
Seorang ayah akan sangat bangga dan bersukacita
bila anaknya bijaksana dan hidup dengan benar.
Orang bebal meremehkan didikan ayahnya.
Mau menerima teguran adalah ciri orang bijak.
Kebanggaan orang tua adalah anak cucu mereka,
dan kebanggaan anak-anak adalah orang tua mereka.
Siapa yang mengutuki orangtuanya
akan dimatikan seperti pelita yang padam di tengah kegelapan.
Anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itu sangat menyenangkan hati Tuhan.
Dan para ayah, janganlah membuat anak-anakmu sakit hati, sebab anak yang sakit hati tidak akan mau berusaha hidup dengan baik.
Hanya orang hidup yang dapat memuji Engkau
dan bercerita tentang kesetiaan-Mu kepada anak-anak mereka,
seperti yang aku lakukan hari ini.
"Seorang ayah tidak boleh dihukum mati karena kejahatan yang dilakukan anaknya. Dan seorang anak tidak boleh dihukum mati karena kejahatan yang dilakukan ayahnya. Yang dihukum mati adalah pelaku kejahatan itu sendiri.
Sesungguhnya, pada zaman ini seluruh alam semesta menunggu dan sangat merindukan saatnya Allah menyatakan semua anggota keluarga-Nya.
Bagi para bapak dan ibu, tujuan surat ini adalah untuk mengingatkan
bahwa kalian sudah mengenal Anak Allah, yang sudah ada sejak semula.
Bagi para pemuda, tujuan surat ini adalah untuk mengingatkan
bahwa kalian sudah memiliki kuasa untuk mengalahkan si jahat, yaitu iblis.
Jadi anak-anakku, tujuan surat ini adalah untuk mengingatkan lagi
bahwa kalian sudah mengenal Allah Bapa.
Bagi para bapak dan ibu, jangan lupa
bahwa kalian sudah mengenal Dia yang sudah ada sejak semula.
Dan bagi para pemuda, jangan lupa
bahwa kalian kuat karena Firman Allah hidup di dalam hatimu,
dengan demikian kalian sudah mengalahkan iblis.
Janganlah mencintai kehidupan duniawi dan apa pun yang termasuk di dalamnya. Bila seseorang mencintai hal-hal duniawi, berarti dia sama sekali tidak mengasihi Allah Bapa,