Para pemimpin Yahudi berencana membunuh Yesus
1 Sesudah Yesus selesai mengajarkan semua hal itu, Dia berkata kepada kami murid-murid-Nya, 2 "Kalian tahu bahwa dua hari lagi akan ada perayaan Paskah. Saat itulah Aku, Sang Anak Adam, akan diserahkan kepada musuh-musuh-Ku untuk disalibkan."
3 Sementara itu, para imam kepala dan tua-tua Yahudi berkumpul di istana Kayafas, yang adalah imam besar. 4 Mereka bersekongkol untuk menangkap Yesus dan membunuh-Nya. 5 Tetapi kata mereka, "Jangan menangkap dia pada waktu perayaan Paskah, karena berbahaya kalau sampai terjadi kerusuhan antara kita dengan orang banyak yang menjadi pengikutnya."
Seorang perempuan menuangkan minyak wangi ke atas kepala Yesus
6-8 Waktu Yesus dan kami murid-murid-Nya berada di kampung Betania dan sedang makan di rumah Simon yang juga disebut Si Borok,26:6-8 Si Borok Menurut para penafsir Simon ini sudah sembuh dari penyakitnya. Lihat catatan tentang penyakit kulit di Mat. 8:2. seorang perempuan datang membawa sebotol minyak wangi yang sangat mahal. Botol itu terbuat dari batu berwarna putih.26:6-8 batu berwarna putih Secara harfiah: batu alabaster, sejenis batu kapur berwarna putih tulang dan agak transparan. Alabaster mirip tetapi tidak sekeras marmer, sehingga lebih mudah diukir menjadi berbagai bentuk dan wadah. Dia mendekati meja di mana Yesus makan dan menuangkan minyak itu ke atas kepala-Nya. Melihat hal itu, kami menjadi marah dan berkata, "Itu pemborosan besar! 9 Minyak itu bisa dijual mahal, lalu uangnya dapat kita bagi-bagikan kepada orang miskin!"
10 Tetapi Yesus mengetahui apa yang kami katakan, lalu Dia berkata kepada kami, "Kalian tidak usah menegur perempuan ini. Dia sudah melakukan hal yang indah bagi-Ku. 11 Kesempatan untuk menolong orang miskin selalu ada,26:11 Ul. 15:11 tetapi Aku tidak akan selalu ada bersama kalian. 12 Sebenarnya dengan meminyaki kepala-Ku, dia sudah mempersiapkan tubuh-Ku untuk dikuburkan.26:12 mempersiapkan tubuh-Ku untuk dikuburkan Orang Yahudi biasanya membalurkan minyak wangi dan rempah-rempah pada mayat sebelum dikuburkan, seperti diceritakan dalam Mrk. 16:1. Namun, makna simbolis pengurapan ini, seperti yang dijelaskan oleh Yesus, kemungkinan tidak disadari oleh perempuan itu (Maria). Dia menuangkan minyak wangi ke tubuh Yesus karena mengasihi-Nya, ingin menghormati-Nya, serta berterima kasih kepada-Nya karena Yesus sudah membangkitkan saudaranya, Lazarus, dari kematian (Yoh. 11:38-44; 12:1-8). 13 Aku menegaskan kepadamu: Selama Kabar Baik tentang Aku disebarkan ke seluruh dunia, apa yang dilakukan perempuan ini bagi-Ku akan terus diceritakan, sehingga orang akan selalu mengingat dia."
Yudas menjual Yesus
14 Lalu Yudas yang berasal dari desa Kariot, salah satu dari kami kedua belas murid-Nya, pergi menemui imam-imam kepala 15 dan bertanya, "Apa yang akan kalian berikan kepada saya kalau saya menyerahkan Yesus kepada kalian?" Lalu mereka memberikan tiga puluh keping uang perak kepadanya. 16 Maka mulai saat itu, Yudas mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.
Yesus menetapkan cara mengenang tubuh dan darah-Nya
17 Pada hari pertama Perayaan Roti Tidak Beragi,26:17 Perayaan Roti Tidak Beragi Perayaan Roti Tidak Beragi adalah perayaan untuk memperingati bangsa Israel keluar dari Mesir. Perayaan ini berlangsung selama satu minggu dan dimulai dengan perjamuan Paskah pada malam pertama (Kel. 12). Menjelang perayaan ini semua ragi dalam setiap rumah orang Yahudi harus dibuang. kami datang kepada Yesus dan bertanya, "Guru, di mana Engkau mau mengadakan perjamuan Paskah? Biar kami menyiapkannya."
18 Yesus menjawab, "Pergilah kepada sahabat kita yang di kota Yerusalem. Katakanlah kepadanya, ‘Guru kami mengirim pesan ini: Waktu-Ku sudah tiba. Dan Aku mau merayakan Paskah bersama murid-murid-Ku di rumah Bapak.’" 19 Lalu beberapa dari kami murid-murid-Nya yang ditugaskan pun pergi mempersiapkan makanan untuk perayaan Paskah, seperti yang sudah diperintahkan Yesus.
20 Sesudah malam tiba, Yesus dan kami makan bersama. 21 Sementara kami sedang makan, Dia berkata, "Aku menegaskan kepadamu: Salah satu dari kalian akan menjual Aku kepada musuh-musuh-Ku."
22 Hal itu membuat kami sangat sedih. Lalu kami masing-masing bertanya kepada-Nya, "Orang itu pasti bukan saya, ya Tuhan?"
23 Jawab Yesus, "Salah satu orang di antara kalian yang mencelupkan roti ke dalam mangkuk ini bersamaan dengan-Ku, dialah yang menjual Aku. 24 Karena seperti yang sudah tertulis dalam Kitab Suci, Aku, Sang Anak Adam, memang ditetapkan untuk mati dibunuh, tetapi celakalah orang yang menyerahkan Aku untuk dibunuh! Lebih baik kalau orang itu tidak pernah dilahirkan."
25 Lalu Yudas— murid yang sudah menjual Yesus dan segera akan menyerahkan-Nya— berkata, "Bukan saya, ya Guru?"
Jawab Yesus, "Begitulah katamu."
26 Ketika kami masih makan, Yesus mengambil sebuah roti dan mengucap syukur kepada Allah untuk roti itu. Lalu Dia menyobek-nyobeknya,26:26 menyobek-nyobek Roti Paskah sedikit berbeda dari roti yang setiap hari dibuat pada waktu itu sebagai makanan pokok. Roti Paskah dibuat tanpa menambahkan ragi sehingga roti menjadi berukuran lebih kecil, lebih padat, dan kurang enak rasanya. Roti Paskah dibagikan dengan cara disobek-sobek. Bentuk roti itu berbeda dengan roti Paskah modern yang dibuat dengan mesin sehingga menjadi tipis dan keras. dan sambil memberikannya kepada kami Dia berkata, "Ambillah roti ini dan makanlah. Inilah tubuh-Ku."
27 Sesudah itu, Yesus mengambil cawan berisi air anggur, lalu mengucap syukur kepada Allah. Dan sambil memberikannya kepada kami Dia berkata, "Kalian masing-masing minumlah dari cawan ini. 28 Ini adalah darah-Ku, yang akan ditumpahkan bagi banyak orang supaya dosa-dosa mereka diampuni. Darah dari kematian-Ku menjadi tanda bahwa perjanjian yang baru antara Allah dan manusia sudah disahkan.