22 Maka Pilatus bertanya, "Kalau begitu, bagaimana dengan Yesus yang disebut Kristus ini?"
Mereka semua berteriak, "Salibkan dia!"27:22 Salibkan dia! Pada zaman Yesus, pemerintah Romawi memakai cara khusus untuk menjatuhkan hukuman mati kepada orang jahat, yaitu dengan cara disalibkan. Mereka membuat salib dari dua batang kayu yang dibentuk menjadi seperti huruf T. Sebelum disalibkan, seorang penjahat dicambuki sampai sekarat (Yoh. 19:1) lalu dipakukan dengan paku besar pada kayu salib itu. Kedua tangannya direntangkan ke kanan dan kiri lalu dipaku pada salib. Kedua kakinya juga dipaku. Lalu salib itu ditegakkan dengan cara ditancapkan ke dalam tanah atau batu besar. Orang yang disalib biasanya tidak langsung mati. Dia bisa hidup berjam-jam atau berhari-hari lamanya, dan sangat menderita. Orang yang dihukum mati dengan cara disalibkan tidak hanya menderita secara fisik tetapi juga sangat dipermalukan, karena penjahat yang kena hukuman seperti itu selalu disalib dalam keadaan telanjang, dan orang-orang yang melewati tempat itu akan menghina atau mengejeknya. Hukuman mati dengan cara disalibkan tidak berlaku untuk warga negara kerajaan Romawi, tetapi hanya untuk budak atau orang dari negara-negara jajahan Romawi.