5 Dahulu, kita sepenuhnya dikendalikan oleh naluri yang berdosa.7:5 naluri yang berdosa Pada mulanya, naluri alami manusia adalah serupa dengan Allah dan baik keadaannya (Kej. 1:26-27, 31), tetapi kemudian dosa merusak manusia secara turun temurun. Kerusakan itu mempengaruhi naluri manusia dalam berpikir, merasa, dan berkehendak, sehingga secara alamiah, setiap tindakan kita cenderung melawan Allah (bertentangan dengan kemauan-Nya). Naluri yang berdosa ini membuat manusia tidak ingin menaati Allah dan tidak mungkin berkenan di mata-Nya (Rm. 8:7-8). Adanya hukum Taurat justru memancing keinginan untuk melanggarnya, sehingga kita semakin berbuat dosa. Demikianlah sifat dasar kita yang berdosa menyeret kita ke dalam kebinasaan.
Publicidade