Publicidade

Esperar no Senhor

Por Bíblia Online

Esperar no Senhor é ato de fé e confiança. A Bíblia promete que os que esperam em Deus renovam as forças, recebem direção e experimentam a fidelidade divina no tempo certo.

Renovar as forças

Os que esperam no Senhor renovam as forças. Sobem como águias, correm e não se cansam, caminham e não se fatigam.

Espera paciente

Esperei com paciência no Senhor e Ele se inclinou para mim. Confie nele e descanse — Ele agirá no tempo certo.

Confiança e perseverança

Confie no Senhor de todo o coração. Sede pacientes na tribulação — o Senhor é fiel e cumprirá todas as suas promessas.

Bukan itu saja! Kita bahkan dapat bergembira ketika mengalami penderitaan karena iman kami. Penderitaan membuat kita sabar. Kesabaran membuat iman semakin kuat, dan itu membuat kita semakin mempunyai harapan.

Kami juga berdoa supaya kuasa Allah yang tak terbatas terus-menerus menguatkan kalian. Dengan demikian kalian dapat dengan tekun dan sabar menghadapi penderitaan kalian. Kalian pun akan bahagia,

Jangan Menyerah

Saudara-saudaraku terkasih, bersabarlah menunggu Tuhan datang kembali. Ingatlah para petani yang menunggu dengan sabar datangnya hujan di awal atau di akhir musim hujan, untuk menumbuhkan benih yang mereka taburkan. Mereka mengharapkan hasil panen yang sangat berharga dari tanah mereka. Begitu juga kalian harus bersabar. Kuatkan hati kalian, sebab kedatangan Tuhan sudah dekat.

Kami sangat menghormati mereka yang bertekun dalam penderitaan. Kalian tentu sudah mendengar tentang Ayub, yang sangat sabar menghadapi penderitaannya. Kalian juga tahu pada akhirnya Tuhan memberkati Ayub, sebab Tuhan penuh belas kasih dan kemurahan.

Kalian telah menyucikan diri dengan menaati kebenaran yang diberitakan Kristus. Karena itu, kalian mampu saling mengasihi sebagai saudara dengan kasih yang bebas dari segala kemunafikan. Jadi, kasihilah satu sama lain dengan sepenuh hati. Kalian telah dilahirkan kembali bukan dari benih manusia fana, melainkan dari benih abadi, yaitu firman Allah yang hidup dan kekal. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci,

"Manusia bagaikan rumput,

dan segala kemuliaannya seperti bunga di padang,

Rumput layu dan bunga gugur.

Namun, firman Tuhan tetap bertahan untuk selama-lamanya.".

Firman itulah Kabar Baik yang disampaikan kepada kalian.

Jadi, Tuhan tidak menunda-nunda untuk menepati janji-Nya, seperti yang disangkakan beberapa orang. Sebaliknya, Dia bersabar terhadap kalian, karena Dia tidak ingin seorang pun binasa. Dia menghendaki supaya semua orang berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat dan kembali kepada-Nya.

Perumpamaan Sepuluh Pengiring Pengantin

Yesus berkata, "Ketika Aku, Anak Manusia, datang kembali dan Allah mendirikan Kerajaan Surga, keadaannya akan seperti dalam kisah ini. Menjelang malam pernikahan, seperti yang menjadi kebiasaan, para gadis pengiring pengantin mengambil lampu minyak mereka dan pergi menyambut pengantin laki-laki itu untuk menemaninya menemui pengantin perempuannya. Lima dari sepuluh orang pengiring pengantin itu bebal, dan lima yang lainnya bijak. Kelima gadis yang bebal membawa lampu minyak, tetapi tidak membawa persediaan minyak. Sebaliknya, kelima gadis yang bijak membawa lampu minyak bersama dengan minyak cadangannya. Sementara menunggu pengantin laki-laki yang tak kunjung datang, semua gadis itu mengantuk dan tertidur.

Pada tengah malam, mereka dibangunkan oleh teriakan, Pengantin laki-laki datang! Keluar dan sambutlah dia!

Kesepuluh gadis itu bangun dan mempersiapkan lampu minyak mereka. Pengiring pengantin yang tidak membawa minyak cadangan meminta kepada yang lainnya, Berikanlah sedikit minyak kalian kepada kami karena lampu minyak kami padam.

Namun, pengiring pengantin yang bijak itu menjawab, Minyak kami tidak cukup untuk kita semua. Pergilah kepada pedagang minyak dan belilah dari mereka.

Sementara mereka di jalan, pengantin laki-laki tiba. Gadis-gadis yang telah bersiap, menemaninya untuk bertemu pengantin perempuan, lalu iring-iringan itu pergi ke tempat pesta. Sesampainya di sana, mereka masuk, lalu pintu dikunci. Kemudian gadis yang lainnya kembali, dan mulai berteriak, Tuan! Tuan! Bukakanlah pintu bagi kami!

Namun, dia menjawab, Pergilah! Aku tidak mengenal kalian!’ "

Yesus menyimpulkan, "Karena itu, berjaga-jagalah karena kalian tidak tahu hari ataupun jam kedatangan-Ku kembali!"

Seja o primeiro
Bíblia Online Bíblia Online

Bíblia Online • Versão: 2026-07-05_19-25-13-