Pular para o conteúdo
Publicidade

Filhos de Deus

Por Bíblia Online

Ser filho de Deus é o maior privilégio da existência humana. Pela fé em Cristo, recebemos o direito de ser chamados filhos de Deus — herdeiros de Deus e co-herdeiros com Cristo.

O direito de ser filho

A todos que creram no nome de Jesus, deu-lhes o poder de serem feitos filhos de Deus — nascidos não do sangue, mas de Deus.

Namun, semua orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya, diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Mereka menjadi anak-anak Allah bukan karena asal-usul mereka atau dari kemauan manusia ataupun atas keputusan seseorang. Allahlah yang menjadikan mereka anak-anak-Nya.

Kasih Allah kepada Manusia

Allah sangat mengasihi manusia sehingga Dia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, tetapi menerima hidup yang kekal.

Namun, semua tanda ajaib yang tertulis di sini dicatat supaya kalian percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan dengan percaya kepada-Nya, kalian akan memiliki hidup dalam nama-Nya.

Kalian semua adalah anak-anak Allah karena kalian telah dipersatukan dengan Yesus Kristus melalui iman. Kalian adalah milik Kristus melalui baptisan.

Namun, ketika tiba waktunya, Allah mengutus Yesus, Anak-Nya, ke dalam dunia dan lahir dari seorang perempuan. Sama seperti kita, Kristus tunduk pada tuntutan Hukum Taurat. Allah mengutus Dia untuk membebaskan kita yang dahulu diperbudak oleh Hukum Taurat, supaya kita menjadi anak-anak Allah yang berhak atas semua janji-Nya.

Kita bukan lagi budak Hukum Taurat tetapi anak-anak Allah. Dengan demikian, kita adalah ahli waris-Nya dan berhak menerima semua berkat yang dijanjikan-Nya.

A identidade dos filhos

O Espírito testifica com nosso espírito que somos filhos de Deus. E se filhos, também herdeiros — herdeiros de Deus.

Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Roh Allah yang ada di dalam diri kalian tidak membawa kalian ke dalam memperbudak yang baru, yang membuat kalian hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, Dia menjadikan kalian anak Allah. Sekarang kita dapat datang kepada Allah dan berkata, "Ya Abba, ya Bapa!"

Roh Allah sendiri memberi kita keyakinan di dalam hati kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Dengan kata lain, tidak semua anak Abraham secara jasmani benar-benar anak Allah. Hanya anak, seperti Ishak, yang lahir menurut janji Allah, yang dianggap sebagai keturunan Abraham.

Viver como filhos

Vede que grande amor o Pai nos concedeu: que fôssemos chamados filhos de Deus! E é isso que somos.

Anak Allah dan Anak Iblis

Lihatlah betapa besar kasih Allah Bapa kepada kita. Kasih-Nya begitu luar biasa sehingga Dia menyebut kita anak-anak-Nya, dan kita memang anak-anak-Nya. Itulah sebabnya dunia tidak memahami dan mengenal kita, karena dunia tidak memahami dan mengenal Allah.

Inilah cara membedakan anak-anak Allah dari anak-anak Iblis. Setiap orang yang tidak melakukan kebenaran dan tidak mengasihi saudara-saudaranya, dia bukanlah anak Allah.

Berbahagialah mereka yang mengusahakan perdamaian,

karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Yesus bertanya lagi kepada mereka, "Kalau menurut kalian, siapakah Aku?"

"Engkau adalah Mesias, Penyelamat yang diutus Allah. Engkau Anak Allah yang hidup!" jawab Simon Petrus.

"Berbahagialah kamu, Simon anak Yunus," kata Yesus, "karena perkataanmu bukan hasil pemikiran manusia, melainkan Bapa-Ku di surga yang menyatakan hal itu kepadamu.

Jadi, ketika kalian mengalami penderitaan, ingatlah bahwa Allah ingin mendidik kalian. Dia memperlakukan kalian sebagai anak-Nya sendiri. Adakah anak yang tidak pernah dididik dan dihukum oleh bapaknya? Jika Allah tidak mendidik ketaatan kalian, seperti yang dilakukan-Nya kepada teman-teman seiman kalian, itu berarti kalian bukanlah anak Allah yang sah.

Seja o primeiro