Juízo
O juízo de Deus é manifestação de sua justiça e soberania. Ele julga o mundo, julga as nações e julga cada coração com perfeita equidade e misericórdia.
O juízo de Deus
Deus é juiz justo que prova os corações. Seu juízo é verdadeiro e alcança toda obra, secreta ou pública.
Sama seperti Bapa membangkitkan orang mati dengan memberi mereka hidup yang baru, demikian pula Sang Anak memberi hidup kepada siapa pun yang diinginkan-Nya. Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, Dia memberikan kuasa sepenuhnya kepada Sang Anak untuk menghakimi. Dengan demikian, semua orang akan menghormati Sang Anak, sama seperti menghormati Bapa. Barangsiapa yang tidak menghormati Sang Anak, juga tidak menghormati Bapa yang mengutus-Nya."
Yesus melanjutkan perkataan-Nya, "Kupastikan kepada kalian, setiap orang yang mendengarkan perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku memiliki hidup yang kekal. Orang itu tidak akan dihukum. Dia sudah pindah dari kematian ke dalam kehidupan.
Kupastikan juga kepada kalian bahwa akan datang waktunya, bahkan sebenarnya sudah tiba, orang mati). Hanya beriman kepada Yesus yang akan menyelamatkan manusia dari hukuman kekal (lihat Efesus 2:1-10). akan mendengar suara Anak Allah, dan siapa pun yang siapa pun yang mendengar akan hidup. Sama seperti Bapa adalah sumber kehidupan, demikian juga Sang Anak. Bapalah yang memberi-Nya kuasa ini, dan juga memberi-Nya wewenang untuk menghakimi semua orang karena Dia adalah Anak Manusia.. Jangan heran dengan apa yang baru saja Kukatakan! Waktunya akan datang ketika semua orang mati akan mendengar suara Sang Anak, dan keluar dari kubur mereka. Mereka yang berbuat baik akan dihidupkan kembali untuk menerima hidup yang kekal, dan mereka yang berbuat jahat akan dihidupkan kembali untuk dihukum.
Aku tidak dapat melakukan apa pun atas prakarsa-Ku sendiri. Aku menghakimi seperti yang dikatakan Bapa kepada-Ku. Itu sebabnya keputusan-Ku adil karena Aku tidak melaksanakan kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Bapa yang mengutus Aku."
"Jika Aku saja yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, kesaksian-Ku tidak dapat dipercaya.
Namun, sebenarnya lebih baik bagi kalian jika Aku pergi, karena jika tidak, Penolong yang Kujanjikan itu tidak akan datang. Jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepada kalian. Ketika Dia datang, Dia akan membuka mata orang-orang di dunia tentang dosa, kebenaran, dan penghakiman. Mengenai dosa, bahwa mereka berdosa karena tidak percaya kepada-Ku.
Yesus berkata kepada mereka, "Suara itu untuk kalian, bukan untuk-Ku. Inilah waktunya dunia ini dihakimi, waktunya Iblis, penguasa dunia ini, digulingkan. Ketika Aku dinaikkan dari tanah, Aku akan membawa semua orang datang kepada-Ku."
"Ya, Tuan, aku percaya!" jawab orang itu dan bersujud di hadapan Yesus.
Yesus berkata, "Ya, Tuan, aku percaya!" jawab orang itu dan bersujud di hadapan Yesus. 39 Yesus berkata. "Aku datang ke dunia ini untuk membuat orang-orang memutuskan tentang diri-Ku. Dengan demikian, orang buta dapat melihat dan orang yang melihat menjadi buta."
Prestando contas
Cada um prestará contas de si mesmo a Deus. O juízo começa pela casa de Deus e depois alcança os que não obedecem ao evangelho.
Terimalah mereka yang sudah percaya, tetapi belum benar-benar mengerti sepenuhnya ajaran Kristus. Janganlah membuat mereka bingung dan mempermasalahkan pemahamannya yang berbeda. Misalnya, ada orang yang percaya bahwa semua makanan boleh dimakan. Namun, ada juga orang yang merasa bahwa dia hanya boleh makan sayur-sayuran. Orang yang bisa makan apa saja janganlah menghina orang yang tidak makan makanan tertentu. Sebaliknya, orang yang tidak makan makanan tertentu jangan menyalahkan orang yang makan makanan apa saja. Sebab, Allah telah menerima keduanya sebagai umat-Nya. Kalian bukanlah tuan bagi orang lain. Jadi, apa hak kalian menilai hamba orang lain. Hamba itu setia atau tidak, itu urusan tuannya. Namun, hamba itu akan tetap setia karena Tuhan yang memampukannya.
Ya, setiap kita akan bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri di hadapan Allah.
Jadi, jangan lagi saling menyalahkan. Jagalah tingkah laku kalian, supaya kalian tidak membuat saudara seiman tergoda untuk berbuat dosa ataupun meninggalkan Kristus.
Aku tahu bahwa tidak ada makanan yang najis. Tuhan Yesus sudah meyakinkanku tentang hal itu. Namun, kalau orang menganggap makanan tertentu najis, maka makanan itu najis baginya.
Sudah waktunya bagi Allah untuk menghakimi semua orang dan penghakiman itu akan dimulai dari keluarga-Nya, yaitu kita sendiri. Kalau kita, anak-anak-Nya saja dihakimi, bagaimana akhir dari mereka yang menolak Kabar Baik dari-Nya?
Jadi, jangan cepat menilai orang sebelum waktunya. Tunggulah sampai Tuhan kembali. Pada waktu itu, Dia akan membuat semua yang sekarang tersembunyi menjadi jelas, dan akan mengungkapkan semua yang dipikirkan orang. Kemudian Allah akan memuji setiap orang yang pantas menerimanya.
Karena Allah akan memperlakukan kalian sama seperti kalian memperlakukan orang lain. menghakimi supaya kalian tidak dihakimi, 2 karena dengan penghakiman yang kalian pakai untuk menghakimi, kalian akan dihakimi. Perintah ini bertentangan dengan sikap mencari kelemahan orang lain dan mengecam mereka tanpa belas kasihan. Bukan tindakan menghakimi itu yang dilarang, tetapi sikap menyalahkan dan menegur. Yesus menegaskan perlunya menghakimi, yaitu menentukan baik atau buruknya suatu pohon atau manusia (7:16-20). Lihat juga Lukas 7:43; Yohanes 7:24; 1 Korintus 5:12; 1 Yohanes 4:1. Takaran yang kalian pakai untuk menakar orang lain akan dipakai Allah untuk menakar kalian.
Mengapa kalian memperhatikan serbuk kayu di mata orang lain, tetapi balok di mata kalian tidak kalian lihat? Bagaimana mungkin kalian berkata kepadanya, ‘Biarkan aku mengeluarkan serbuk kayu itu dari matamu,’ sedangkan ada balok di mata kalian sendiri?
Justiça e redenção
O juízo de Deus é também redenção. Ele livrou Israel do Egito com juízos e salva os arrependidos pela cruz de Cristo.
Setelah itu, aku mendengar suara nyaring di surga, seperti suara orang banyak yang berseru,
"Haleluya!
Keselamatan berasal dari Allah kita! Segala kemuliaan dan kuasa berada di tangan-Nya!
Dia adalah hakim yang benar dan adil.
Dia telah menghukum Pelacur Besar itu,
yang telah merusak dunia dengan percabulan dan penyembahan berhalanya.
Allah telah membalas kematian hamba-hamba-Nya,
yang darahnya mengalir di tangan Pelacur itu."
Suara orang banyak itu terdengar lagi,
"Haleluya!
Asap api yang membakar kota itu akan terus mengepul selama-lamanya!"