Paixão
A Bíblia nos chama a dominar as paixões e desejos da carne. O cristão é chamado a viver pelo Espírito, crucificando as obras da carne e buscando a santidade em tudo.
Crucificar a carne
Os que são de Cristo crucificaram a carne com suas paixões e concupiscências. O domínio próprio é fruto do Espírito Santo.
Mereka yang telah menjadi milik Yesus Kristus, telah menyalibkan keinginan tubuh yang berdosa dengan segala nafsu dan keinginannya yang jahat.
Buanglah semua hal-hal duniawi yang ada di dalam diri kalian, karena kalian telah menerima hidup baru. Jauhkanlah diri kalian dari percabulan, kenajisan, hawa nafsu, dan keinginan berbuat jahat. Jauhilah ketamakan, karena orang tamak sama seperti penyembah berhala yang lebih mengutamakan harta daripada Allah.
Saudara-saudara yang kukasihi, kalian orang asing dan perantau di dunia ini. Karena itu, aku minta dengan sangat, supaya kalian menjauhi godaan hawa nafsu duniawi yang berperang melawan diri kalian sendiri.
Masing-masing kalian hendaklah belajar untuk mengendalikan nafsu dengan cara yang menyenangkan Allah dan terhormat di mata manusia. Janganlah dikuasai hawa nafsu seperti orang yang tidak mengenal Allah.
Tudo para a glória de Deus
Quer comamos, quer bebamos, tudo deve ser feito para a glória de Deus. Devemos fugir das paixões que guerreiam contra a alma.
Kalian memang bebas melakukan apa pun, termasuk makan atau minum. Namun, apa pun yang kalian lakukan, lakukanlah itu untuk memuliakan Allah.
Namun, jika tidak mampu menguasai diri, mereka lebih baik menikah daripada terbakar oleh nafsunya.
Itu sebabnya, Allah membiarkan mereka mengikuti hawa nafsu yang memalukan. Para perempuan tidak lagi melakukan persetubuhan yang wajar, tetapi malah melakukannya dengan sesama perempuan. Begitu pula laki-laki tidak lagi melakukan persetubuhan yang wajar, tetapi berahi mereka berkobar-kobar terhadap laki-laki. Laki-laki berbuat mesum dengan sesamanya, sehingga mereka mendapat hukuman yang setimpal atas dosa mereka.
Ada masanya nanti orang tidak mau lagi mendengarkan ajaran yang sehat. Mereka akan mencari guru sesuai dengan selera mereka sendiri, yang hanya akan menyampaikan apa yang ingin mereka dengar. Mereka menutup telinga dari kebenaran dan memilih mendengar dongeng.
Kalian tidak mendapatkan apa yang kalian inginkan karena kalian tidak meminta kepada Allah. Bahkan jika kalian memintanya, kalian tidak mendapatkannya karena kalian meminta dengan tujuan yang salah, yaitu demi kesenangan kalian saja.