1 Ketika malaikat kelima meniup trompetnya, aku melihat sebuah bintang yang sudah jatuh dari surga ke bumi). Beberapa penafsir menganggap bintang itu sebagai malaikat yang jatuh secara rohani (mis. Lukas 10:18; Yudas 13; Wahyu 12:9), yaitu Iblis atau salah satu kaki tangannya. Namun, kemungkinan besar bintang itu adalah malaikat yang melaksanakan perintah Allah seperti dalam 20:1-3.. Dia diberi kunci jurang maut. 2 Kemudian dia membuka penutup jurang maut, dan asap tebal naik dari dalamnya, seperti asap keluar dari tungku yang sangat besar. Asap itu menutupi sinar matahari sehingga langit menjadi gelap.
3 Dari dalam asap itu keluarlah belalang-belalang yang menyerbu bumi. Mereka diberi kemampuan untuk menyengat seperti kalajengking, 4 tetapi dilarang merusak rumput, tumbuh-tumbuhan, atau pepohonan apa pun di bumi. Mereka hanya boleh menyakiti manusia yang tidak dimeteraikan Allah pada dahinya. 5 Meskipun belalang-belalang itu tidak diizinkan membunuh, tetapi mereka diperbolehkan menyiksa orang-orang itu lima bulan lamanya. Rasa sakit yang ditimbulkan sama seperti ketika tersengat kalajengking. 6 Selama itu, orang-orang akan sangat menginginkan kematian, tetapi tidak menemukannya. Mereka ingin sekali mati, tetapi kematian menjauh dari mereka.
7 Belalang-belalang itu tampak seperti pasukan kuda yang siap berperang. Mereka memakai sesuatu seperti mahkota emas di kepala mereka dan muka mereka seperti muka manusia. 8 Rambut mereka panjang seperti rambut perempuan, dan gigi mereka seperti gigi singa. 9 Mereka memakai pelindung dada yang sepertinya terbuat dari besi. Ketika terbang, kepakan sayap mereka bergemuruh seperti bunyi banyak pasukan kereta kuda yang sedang melaju ke medan perang. 10 Ekor mereka mempunyai sengat seperti kalajengking. Dengan ekornya, mereka dapat menyiksa manusia lima bulan lamanya. 11 Raja dari belalang-belalang itu adalah malaikat dari jurang maut itu. Dalam bahasa Ibrani, namanya adalah Abadon, dan dalam bahasa Yunani, Apolion, yang artinya si Perusak.
12 Malapetaka. pertama sudah berakhir, dan akan diikuti oleh dua malapetaka lainnya.
13 Ketika malaikat keenam meniup trompetnya, aku mendengar suara dari keempat sudut) dan mungkin melambangkan kuasa Allah. altar emas yang ada di depan takhta Allah. 14 Suara itu berkata kepada malaikat keenam yang meniup trompetnya, "Lepaskan keempat malaikat yang terikat di dekat sungai besar, yaitu Efrat." 15 Mereka sudah disiapkan untuk tahun, bulan, hari, dan jam itu. Pada waktu itu mereka dilepaskan untuk membunuh sepertiga dari umat manusia. 16 Pasukan mereka terdiri dari 200 juta tentara berkuda. Itulah jumlah yang diberitahukan kepadaku.
17 Inilah yang kulihat tentang kuda-kuda itu dan para penunggangnya. Para penunggangnya memakai pelindung dada berwarna merah menyala, biru tua, dan kuning belerang. Kepala kuda-kuda itu seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, asap serta belerang menyala-nyala. 18 Sepertiga manusia mati terbunuh oleh api, asap, dan belerang yang keluar dari mulut kuda-kuda itu. 19 Kematian tidak hanya datang dari mulut kuda-kuda itu, tetapi juga dari ekor mereka. Ekor kuda-kuda menyerupai ular, dan dengan ekornya, mereka menyerang manusia.
20 Namun, meskipun mengalami malapetaka yang mengerikan itu, mereka yang selamat menolak untuk berbalik kepada Allah. Mereka tetap menyembah roh-roh jahat, dan berhala yang terbuat dari emas, perak, tembaga, batu, dan kayu, patung-patung buatan tangan mereka sendiri yang tidak dapat melihat, mendengar, ataupun berjalan! 21 Ya, manusia tidak bertobat dari dosa-dosa mereka dan tidak berhenti membunuh, mempraktikkan ilmu sihir, melakukan hubungan seksual yang terlarang, dan mencuri.