1 Ada seorang bernama Lazarus yang sedang sakit parah. Dia berasal dari Betania di Yudea, dan di 10:40-42., yaitu desa tempat tinggal Maria dan Marta, saudara perempuannya. 2 Maria inilah perempuan yang nantinya menuangkan minyak wangi pada kaki Tuhan dan mengeringkannya dengan rambutnya.. Karena Lazarus, saudara mereka, sudah parah penyakitnya, 3 kedua perempuan itu mengirim pesan kepada Yesus, "Tuan, saudara kami yang Kaukasihi sakit parah."
4 Ketika mendengar kabar itu, Yesus berkata, "Penyakit ini tidak akan berakhir dengan kematian. Ini terjadi supaya Allah dimuliakan, karena melalui penyakit itu kemuliaan Anak-Nya akan dinyatakan."
5 Yesus mengasihi Marta, Maria, dan Lazarus. 6 Namun, ketika mendengar bahwa Lazarus sakit, Dia tetap tinggal dua hari lagi di tempat Dia berada.
7 Setelah itu, Dia berkata kepada murid-murid-Nya, "Ayo kita kembali ke Yudea." 8 Namun, murid-murid-Nya berkata, "Rabi, baru beberapa hari yang lalu orang-orang di Yudea mencoba membunuh-Mu, dan sekarang Engkau mau kembali ke sana?"
9 Yesus menjawab, "Bukankah siang hari lamanya dua belas jam? Pada waktu siang orang tidak tersandung karena ada cahaya yang menerangi jalannya. 10 Namun, pada malam hari orang mudah tersandung karena tidak ada cahaya."
11 Setelah itu, Yesus berkata lagi, "Lazarus, teman kita, sudah tidur, tetapi Aku akan ke sana untuk membangunkan dia."
12 Para murid menjawab, "Tuan, jika dia tidur, berarti dia akan segera sembuh." 13 Mereka menyangka yang dimaksud Yesus adalah Lazarus sedang tidur, padahal maksud-Nya adalah Lazarus sudah mati.
14 Karena itu, Yesus berkata terus terang kepada mereka, "Lazarus sudah mati. 15 Namun, demi kalian, Aku senang bahwa Aku tidak berada di sana ketika itu terjadi. Namun, demi kalian, Aku senang bahwa Aku tidak berada di sana ketika itu terjadi, karena kalian mendapat kesempatan untuk lebih percaya kepada-Ku. Mari kita pergi ke tempatnya."
16 Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada para murid lainnya, "Ayo kita ikut, supaya kita dapat mati bersama Tuan kita."
17 Setelah sampai di Betania, Yesus diberi tahu bahwa Lazarus sudah empat hari dikubur. 18 Betania jaraknya hanya sekitar tiga kilometer. dari Yerusalem 19 dan banyak orang dari kota itu datang kepada Marta dan Maria untuk menyampaikan belasungkawa dan menghibur mereka karena kematian saudara mereka itu. 20 Ketika mendengar Yesus datang, Marta pergi menemui-Nya. Namun, Maria tidak mengetahuinya dan tetap tinggal di rumah. 21 Marta berkata kepada Yesus, "Tuan, seandainya Engkau ada di sini waktu itu, saudaraku pasti tidak mati. 22 Namun, aku tahu bahwa sekarang ini pun Allah akan memberikan apa pun yang Engkau minta kepada-Nya."
23 Yesus menjawab, "Saudaramu akan hidup kembali."
24 "Ya, aku tahu," jawab Marta, "itu akan terjadi ketika orang mati dihidupkan kembali pada Hari Penghakiman."
25 Yesus berkata kepadanya, "Akulah yang membangkitkan orang mati dan memberikan hidup kepada mereka. Setiap orang yang percaya kepada-Ku akan hidup meskipun dia sudah mati. 26 Setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya. Apakah kamu percaya tentang hal ini?"
27 "Ya Tuan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang datang ke dunia," jawab Marta. 28 Sesudah berkata begitu, Marta pulang. Dia mendekati Maria, lalu berbisik, "Guru ada di sini dan ingin bertemu denganmu." 29 Ketika mendengar hal itu, Maria segera berdiri dan pergi menemui Yesus.
30 Pada waktu itu Yesus masih berada di luar desa, di tempat Marta menemui Dia. 31 Ketika Maria bangun dan meninggalkan rumah dengan terburu-buru, orang-orang yang sedang menghiburnya menyangka dia mau pergi ke kubur Lazarus untuk menangis di sana. Jadi, mereka mengikutinya. 32 Namun, Maria pergi ke tempat Yesus berada. Ketika melihat Yesus, dia bersujud di kaki-Nya dan berkata, "Tuan, seandainya Engkau ada di sini waktu itu, saudaraku pasti tidak akan mati."
33 Maria menangis dan begitu pula mereka yang menemaninya. Melihat itu, Yesus menjadi geram. Yesus marah terhadap dosa dan akibatnya, yaitu kematian. dan sangat terguncang hati-Nya. 34 Yesus bertanya, "Di mana kalian menguburkannya?"
Mereka menjawab, "Tuan, mari, akan kami tunjukkan." 35 Yesus menangis. 36 Orang-orang yang ada di sana berkata, "Lihat, betapa sayangnya Dia kepada Lazarus!" 37 Namun, ada juga yang berkata, "Orang ini sudah membuat orang buta. melihat. Tidak bisakah Dia berbuat sesuatu supaya sahabat-Nya itu tidak mati?"
38 Sekali lagi Yesus merasa geram dan pergi ke kubur Lazarus. Kubur itu berbentuk gua yang ditutup dengan batu besar. 39 "Singkirkan batu itu!" perintah Yesus.
Namun, Marta, saudara orang yang sudah meninggal itu, berkata kepada-Nya, "Tuan, sudah empat hari dia mati. Mayatnya pasti sudah bau busuk."
40 Yesus berkata, "Bukankah Aku sudah berkata bahwa kamu akan melihat kemuliaan Allah jika kamu percaya?"
41 Setelah mereka menyingkirkan batu itu, Yesus menengadah ke langit dan berkata, "Bapa, Aku berterima kasih kepada-Mu karena Engkau telah mendengar Aku. 42 Aku tahu Engkau selalu mendengar Aku. Namun, Aku berkata begini untuk orang-orang yang ada di sini, agar mereka percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku." 43 Setelah berkata begitu, Yesus berseru dengan suara keras, "Lazarus, keluarlah!" 44 Orang yang telah mati itu pun keluar dari kubur. Kaki dan tangannya masih terbalut kain kafan dan mukanya tertutup kain penutup kepala. "Lepaskan kainnya supaya dia bisa berjalan ke mana dia mau," kata Yesus kepada orang-orang yang ada di situ.
45 Setelah melihat mukjizat itu, banyak orang yang datang mengunjungi Maria menjadi percaya kepada Yesus. 46 Namun, ada pula yang pergi kepada orang Farisi dan menceritakan apa yang telah dilakukan Yesus. 47 Karena itu, para imam kepala dan orang Farisi mengadakan sidang Mahkamah Agung. Mereka bertanya satu sama lain, "Apa yang harus kita lakukan? Orang itu membuat banyak tanda ajaib. 48 Kalau kita terus membiarkan Dia seperti ini, semua orang akan percaya kepada-Nya. Kemudian, tentara Romawi akan datang dan menghancurkan Bait Allah dan bangsa kita."
49 Namun, salah satu dari mereka, yaitu Kayafas., Imam Besar pada tahun itu berkata, "Kalian tidak mengerti apa-apa! 50 Coba kalian pikir! Bukankah lebih baik bagi kalian jika satu orang mati demi bangsa ini daripada seluruh bangsa kita musnah?"
51 Sebenarnya perkataan itu bukan berasal dari pikirannya sendiri. Namun, Allah yang membuatnya berkata seperti itu, karena dialah Imam Besar pada tahun itu. Dengan demikian, dia menyampaikan perkataan Allah bahwa Yesus akan mati demi bangsa Yahudi. 52 Bukan hanya demi mereka, melainkan juga untuk mengumpulkan anak-anak Allah yang tersebar di seluruh dunia menjadi satu umat.
53 Sejak hari itu, para pemimpin Yahudi berencana untuk membunuh Yesus. 54 Karena itu, Yesus tidak lagi tampil di depan umum. Dia meninggalkan Yerusalem dan pergi ke sebuah kota bernama Efraim, dekat padang gurun. Dia tinggal di sana bersama murid-murid-Nya.
55 Pada waktu itu Perayaan Paskah Yahudi sudah dekat. Beberapa hari sebelum. perayaan itu dimulai, banyak orang dari seluruh negeri itu pergi ke Yerusalem untuk melaksanakan upacara penyucian diri. 56 Orang-orang mencari-cari Yesus di Bait Allah. Mereka saling bertanya, "Bagaimana menurut kalian? Dia tidak mungkin datang ke Perayaan ini, bukan?" 57 Sebelumnya para imam kepala dan orang Farisi sudah memerintahkan agar orang yang tahu di mana Yesus berada segera melaporkannya, karena mereka ingin menangkap Dia.