1 Saudara-saudaraku, di antara kalian janganlah banyak yang ingin menjadi guru, karena kita yang mengajar akan dihakimi lebih berat daripada orang yang lain 2 Kita semua membuat banyak kesalahan. Jika seseorang tidak pernah membuat kesalahan dalam ucapannya, dia adalah orang yang sempurna3:2 Atau orang dewasa secara rohani.. Orang seperti itu juga mampu mengendalikan seluruh dirinya.
3 Sebagai contoh, ketika memasang kekang di mulut kuda, kita dapat mengendalikan hewan itu sesuai keinginan. 4 Lihat juga kapal layar. Meskipun ukurannya besar dan digerakkan oleh angin kencang, kapal itu dikendalikan dengan kemudi kecil sesuai kehendak nakhoda kapal. 5 Sama halnya dengan lidah. Walaupun merupakan ukurannya kecil, tetapi dampaknya besar3:5 Secara harfiah tetapi membanggakan hal-hal besar/hebat..
Satu percikan api saja dapat membakar hutan yang luas. 6 Lidah pun seperti api. Lidah adalah dunia yang penuh ketidakadilan, yang ditempatkan dalam diri kita dan menodai seluruh kehidupan kita. Bagian tubuh yang kecil itu membakar seluruh hidup kita dengan api neraka itu sendiri3:6 Secara harfiah dari Gehenna..
7 Manusia dapat menjinakkan segala jenis binatang liar, burung, binatang melata, dan binatang laut. Semuanya itu telah dijinakkan. 8 Namun, tidak ada seorang pun dapat menjinakkan lidah. Lidah adalah kejahatan yang selalu bergejolak dan penuh racun mematikan. 9 Dengan lidah kita memuji dan mengagungkan Dia, Tuhan dan Bapa kita, dan dengan lidah kita juga mengutuk sesama manusia yang diciptakan menurut gambar Allah3:9 Kejadian 1:26-27.. 10 Jadi, dari mulut yang sama keluar berkat dan kutuk. Saudara-saudaraku, hal itu tidak seharusnya terjadi! 11 Mungkinkah air tawar maupun air asin mengalir dari mata air yang sama? 12 Saudara-saudaraku, apakah mungkin memetik buah zaitun dari pohon ara atau buah ara dari pohon anggur? Tentu saja tidak! Begitu juga tidak mungkin kita mengambil air tawar dari mata air asin.
13 Adakah di antara kalian yang menganggap dirinya bijaksana dan berpengetahuan? Kalau demikian, buktikanlah melalui perbuatan yang memperlihatkan sikap bijaksana dan rendah hati. 14 Namun, jika ada iri hati3:14 Atau kecemburuan. Dalam ayat 16 juga. dan keinginan mementingkan diri sendiri dalam hati kalian, janganlah membanggakan sikap bijaksana itu. Sebenarnya, kalian telah berdusta dan melawan kebenaran, 15 karena kebijaksanaan seperti itu tidak berasal dari surga3:15 Secara harfiah tidak datang dari atas., tetapi bersifat duniawi, tidak rohani, dan berasal dari Iblis. 16 Di mana ada iri hati dan sifat mementingkan diri sendiri, di sana ada kekacauan dan segala macam kejahatan.
17 Namun, kebijaksanaan yang berasal dari surga itu, pertama-tama murni. Kemudian, cinta damai, lemah lembut, dan bersedia mengalah. Selain itu, penuh dengan belas kasihan, suka berbuat baik, tidak pilih kasih, dan tidak munafik. 18 Kebenaran itu bertumbuh dari benih damai yang ditaburkan oleh para pembawa damai3:18 Atau Kebenaran bertumbuh dari benih damai bagi para pembawa damai. Atau Buah yang dihasilkan oleh kebenaran bertumbuh. Secara harfiah Buah kebenaran ditabur dalam damai oleh/untuk mereka yang menciptakan damai..