1 Dari manakah datangnya pertengkaran dan perselisihan di antara kalian? Bukankah semuanya berasal dari nafsu jahat yang berkecamuk di dalam diri kalian sendiri? 2 Kalian mendambakan sesuatu, tetapi tidak mendapatkannya, sehingga kalian membunuh. Kalian dipenuhi iri hati, tetapi tidak dapat memperolehnya, sehingga kalian berselisih dan bertengkar. Kalian tidak memperoleh apa yang kalian inginkan karena kalian tidak meminta kepada Allah. 3 Kalian tidak mendapatkan apa yang kalian inginkan karena kalian tidak meminta kepada Allah. Bahkan jika kalian memintanya, kalian tidak mendapatkannya karena kalian meminta dengan tujuan yang salah, yaitu demi kesenangan kalian saja.
4 Hai kalian yang tidak setia!. Tidak sadarkah kalian, persahabatan dengan dunia berarti permusuhan terhadap Allah? Jadi, siapa pun yang ingin menjadi sahabat dunia, menjadikan dirinya musuh Allah. 5 Atau apakah menurut kalian Kitab Suci tanpa alasan mengatakan bahwa Allah dengan cemburu mendambakan kesetiaan roh manusia yang telah ditempatkannya di dalam kita. Atau bahwa roh manusia yang telah ditempatkan Allah di dalam kita condong pada niat jahat? Menurut tafsiran yang lain, "roh" yang dimaksud bukanlah roh manusia, melainkan Roh Allah, sehingga ayat ini seharusnya diterjemahkan sebagai bahwa Roh-Nya yang telah ditempatkan-Nya di dalam kita, dengan cemburu mendambakan kesetiaan kita. Secara harfiah roh/Roh yang ditempatkan-Nya di dalam kita.. 6 Namun, justru karena itu kebaikan hati Allah kepada kita lebih besar lagi. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci,
"Allah menentang orang sombong,
tetapi menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada orang yang rendah hati.".
7 Jadi, tundukkanlah diri kalian kepada Allah. Lawanlah Iblis maka dia akan lari dari kalian. 8 Mendekatlah kepada Allah, maka Dia akan mendekat kepada kalian. Hai orang-orang berdosa, basuhlah tangan kalian! Murnikan hati kalian yang mendua antara Allah dan dunia. 9 Berkabunglah, ratapi dan tangisi dosa kalian! Daripada tertawa dan bergembira, merataplah dan bersedihlah! 10 Rendahkanlah diri kalian di hadapan Tuhan, maka Dia akan meninggikan kalian.
11 Saudara-saudara terkasih, janganlah saling mencemooh. Orang yang mencemooh atau menghakimi saudaranya, mencemooh dan menghakimi Hukum Allah,. yang menuntut agar kita mengasihi saudara-saudara kita. Bukannya menaati Hukum, dia malah menempatkan dirinya sebagai hakim atasnya. 12 Namun, hanya ada satu yang memberi hukum dan berhak menghakimi. Dialah yang berkuasa untuk menyelamatkan atau membinasakan. Siapakah kamu sehingga mau menghakimi sesama manusia?
13 Sekarang dengarlah hai kalian yang suka berkata, "Hari ini atau besok kami akan ke kota ini atau kota itu, akan berdagang di sana selama setahun, dan menghasilkan banyak uang." 14 Kalian bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi besok! Seperti apa hidup kalian? Hidup kalian hanyalah seperti uap, yang sebentar ada lalu menghilang. 15 Sebaliknya, katakanlah, "Jika Tuhan menghendaki, kami akan tetap hidup dan akan melakukan ini atau itu." 16 Namun, kalian malah menyombongkan diri dan membual tentang rencana kalian itu. Semua kesombongan seperti itu adalah jahat.
17 Ingatlah, jika kalian tahu berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, kalian berdosa.