1 Saudara-saudara, kalian sendiri tahu bahwa kunjungan kami kepada kalian tidaklah sia-sia. 2 Kalian pun tahu, sebelum kami datang kepada kalian, kami telah menderita dan dihina di Filipi. Namun, Allah memberi keberanian kepada kami untuk memberitakan Kabar Baik-Nya kepada kalian, meskipun banyak perlawanan yang harus kami hadapi. 3 Saat kami mengajak orang untuk menerima Kabar Baik, kami tidak menyampaikan dongeng. Kami juga tidak memiliki niat yang tersembunyi atau berkeinginan menipu siapa pun. 4 Sebaliknya, kami berbicara sebagai orang yang diuji Allah dan dianggap layak oleh-Nya, sehingga dipercaya untuk memberitakan Kabar Baik. Karena itulah kami menyampaikan Kabar itu, bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji isi hati kami.
5 Kalian tahu kami tidak pernah bermulut manis dan tidak punya maksud tersembunyi untuk memperkaya diri kami sendiri. Allah saksinya! 6 Kami juga tidak pernah mencari pujian dari manusia, baik dari kalian maupun orang lain, 7 walaupun sebagai rasul, kami bisa saja membuat wibawa kami dirasakan. Sebaliknya, kami polos seperti anak kecil terhadap kalian Sebenarnya sebagai rasul Kristus, kami bisa saja membuat wibawa itu dapat dirasakan (atau kami berhak untuk meminta dukung dari kalian). Namun, kami adalah rendah hati seperti anak kecil terhadap kalian. Bandingkan 1 Korintus 9:1-19; 2 Korintus 11:7-11. Dalam beberapa naskah kuno lain tertulis Namun, kami bersikap lemah lembut terhadap kalian.. Seperti seorang ibu yang merawat anak-anaknya, 8 kami peduli pada kalian. Kami sangat mengasihi kalian, sehingga dengan senang hati kami tidak hanya membagikan Kabar Baik dari Allah, tetapi juga berbagi hidup kami dengan kalian. Begitu besarnya kasih kami kepada kalian!
9 Saudara-saudara, kalian pasti ingat betapa kerasnya kami bekerja. Sambil memberitakan Kabar Baik dari Allah kepada kalian, kami juga bekerja siang dan malam, supaya tidak menjadi beban bagi siapa pun. 10 Kalian adalah saksi, demikian juga Allah, bahwa kami telah memperlakukan kalian, saudara seiman kami, dengan cara yang menyenangkan Allah. Kami bersikap benar dan tidak melakukan kesalahan. 11 Kalian tahu cara kami memperlakukan masing-masing dari kalian. Seperti seorang bapak kepada anaknya, 12 kami menasihati, mendorong, dan mendesak kalian untuk hidup dengan cara yang pantas di hadapan Allah. Dia yang memanggil kalian untuk masuk ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.
13 Kami juga senantiasa mengucap syukur kepada Allah karena ketika kalian mendengar pesan Allah yang kami sampaikan, kalian menerimanya bukan sebagai ajaran manusia, tetapi sebagai firman Allah. Sebab memanglah demikian, dan Firman itu bekerja di dalam hidup kalian yang percaya. 14 Saudara-saudara, kalian menderita di tangan orang-orang sebangsa kalian, sama seperti jemaat-jemaat Allah di Yudea menderita di tangan sesama orang Yahudi. Dengan demikian, kalian mengikuti teladan mereka, yang sama seperti kalian, adalah milik Yesus Kristus. 15 Orang-orang Yahudi telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi, dan sekarang mereka menganiaya kami. Mereka tidak menyenangkan hati Allah dan menentang semua orang 16 dengan berusaha menghalangi kami menyampaikan Kabar Baik tentang keselamatan kepada bangsa-bangsa lain. Dengan demikian, mereka terus menumpuk dosa mereka, dan akhirnya murka Allah akan menimpa mereka) dan mengasihi saudara sebangsanya (mis. Roma 9:2; 11:1). Paulus hanya menentang orang-orang Yahudi yang menolak pesan Injil dan menghalangi misinya. Orang-orang itu akan mengalami Penghakiman yang sama dengan semua orang lainnya (Roma 2:9). Dia tidak pernah menyerukan kekerasan, tetapi mengajarkan untuk mengasihi musuh (Roma 12:14-21; 1 Tesalonika 5:15)..
17 Saudara-saudara, setelah berpisah dengan kalian, kami merasa sangat kehilangan. Walaupun sementara waktu kalian jauh di mata, kalian tetap dekat di hati kami. Kami sangat rindu sehingga kami berusaha keras untuk bisa bertemu dengan kalian lagi. 18 Karena itu, kami bertekad untuk datang kepada kalian, dan aku, Paulus, sudah beberapa kali mencoba, tetapi Iblis menghalangi kami. 19 Bagaimana pun juga kalian sangat berarti bagi kami. Sebab, bukankah kalian yang menjadi harapan, kebahagiaan, dan mahkota kebanggaan kami ketika berdiri di hadapan Yesus, Tuhan kita, saat Dia datang kembali? 20 Ya, kalian adalah kebanggaan dan kebahagiaan kami.