21 Nenek moyang kita Abraham pun diterima oleh Allah sebagai orang benar saat keyakinannya dibuktikan lewat perbuatan, yaitu ketika dia sudah siap mengurbankan Isak anaknya di atas mezbah. 22 Lihatlah, keyakinan dan perbuatan Abraham bekerja sama. Maksudnya, keyakinannya sungguh-sungguh nyata karena ada perbuatan yang membuktikannya. 23 Demikianlah maksud ayat Kitab Suci yang mengatakan,
"Abraham percaya kepada janji Allah, karena itu dia diterima Allah sebagai orang benar."2:23 Kej. 15:6
Itulah sebabnya dalam Kitab Suci dia disebut "sahabat Allah."