1 Dari Yakobus, hamba Allah dan hamba Tuhan Yesus Kristus.
Aku menuliskannya kepada kedua belas suku Israel, yaitu orang-orang Yahudi yang percaya, yang tersebar di seluruh dunia1:1 Secara harfiah kedua belas suku yang tersebar. Kemungkinan besar, yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus yang tinggal di luar Israel tersebar di seluruh Kekaisaran Romawi..
Salam!
2 Saudara-saudara terkasih, ketika kalian menghadapi banyak masalah, anggaplah itu sebagai kesempatan untuk bergembira. 3 Kalian tahu bahwa ketika iman kalian diuji dan terbukti kemurniannya, akan menghasilkan ketekunan. 4 Hendaklah ketekunan bekerja dalam diri kalian hingga mencapai tujuannya, dan kalian menjadi sempurna1:4 Atau menjadi dewasa. dan lengkap, tanpa kekurangan apa pun.
5 Jika ada di antara kalian yang merasa kurang bijaksana, mintalah kepada Allah, dan Dia akan memberikannya. Allah murah hati dan tidak mencela siapa pun yang meminta kepada-Nya. 6 Namun, hendaklah dia meminta dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan. Orang yang ragu-ragu seperti ombak laut yang diombang-ambingkan angin. 7 Orang seperti itu jangan berharap akan mendapat apa-apa dari Tuhan. 8 Dia mendua hati dan selalu berubah-ubah kemauannya.
9 Saudara-saudara yang miskin dan tidak dihargai di mata dunia ini, hendaklah merasa bangga karena sangat dihargai di mata Allah1:9 Secara harfiah bangga dalam kedudukannya yang tinggi.. 10 Sebaliknya, orang-orang kaya hendaklah merasa bangga akan kedudukan rendah mereka1:10 Atau Sebaliknya, biarkan orang-orang kaya merasa bangga akan apa sebenarnya kedudukan mereka yang rendah; atau Sebaliknya, orang-orang kaya hendaklah merasa bangga atas kerendahanperendahan diri mereka. di hadapan Allah. Karena meskipun kekayaan mereka besar, mereka akan lenyap seperti bunga rumput di ladang. 11 Ketika matahari terbit dan menjadi panas1:11 Atau dan angin gurun yang panas bertiup., rumput mengering, bunga-bunganya gugur, dan keindahannya lenyap. Demikian juga, orang kaya akan lenyap saat dia menjalankan urusan-urusannya.
12 Berbahagialah orang yang bertahan menghadapi cobaan. Ketika dia terbukti teguh, dia akan menerima hidup yang kekal sebagai mahkota kemenangan yang dijanjikan Allah kepada semua orang yang mengasihi-Nya. 13 Orang yang sedang dicobai, janganlah berkata bahwa Allah sedang mencobainya. Allah tidak dapat dicobai oleh kejahatan, dan tidak mungkin mencobai orang untuk berbuat jahat. 14 Cobaan berasal dari nafsu kita sendiri, yang memikat dan menyeret kita. 15 Begitu hawa nafsu dikandung, dosa akan lahir. Ketika dosa dibiarkan tumbuh dan menjadi dewasa, dosa akan mendatangkan kematian.
16 Jangan tertipu1:16 Atau Jangan tertipu tentang hal itu., Saudara-saudaraku terkasih. 17 Segala pemberian yang baik dan sempurna berasal dari atas, dari Sang Pencipta segala benda penerang di langit1:17 Secara harfiah dari Bapa semua terang.. Dia tidak pernah berubah, dan dalam diri-Nya tidak ada pergantian antara terang dan gelap. 18 Atas kemauan-Nya sendiri, Dia memberi kita hidup baru1:18 Secara harfiah Dia melahirkan kita. melalui firman yang benar, yaitu Kabar Baik. Dengan demikian, secara kiasan,1:18 Secara harfiah Dengan demikian, menjadi semacam buah sulung. Lihat catatan di 2 Tesalonika 2:13. kita menjadi awal dari ciptaan-Nya yang baru.
19 Ingatlah, Saudara-saudaraku terkasih. Kalian harus selalu siap untuk mendengar, tetapi pikirkanlah baik-baik sebelum berbicara, dan jangan mudah marah. 20 Sebab dalam kemarahan manusia tidak melakukan hal yang benar di hadapan Allah. 21 Jadi, buanglah segala sesuatu yang bobrok dan jahat yang merajalela dalam1:21 Atau yang masih ada dalam. hidup kalian. Terimalah dengan rendah hati firman Allah yang telah ditanam di hati kalian. Firman itu berkuasa untuk menyelamatkan kalian1:21 Secara harfiah menyelamatkan jiwa kalian..
22 Lakukanlah apa yang diperintahkan-Nya, jangan hanya menjadi pendengar saja. Kalau tidak, kalian cuma membohongi diri sendiri. 23 Orang yang hanya mendengar firman, tetapi tidak melakukan apa yang diperintahkannya, seperti orang yang melihat dirinya sendiri di dalam cermin, 24 lalu pergi dan langsung lupa seperti apa rupanya. 25 Telitilah dengan saksama Hukum Allah yang sempurna, yaitu hukum yang memberikan kebebasan melalui Kristus. Setiap orang yang bertekun di dalamnya, tidak melupakan apa yang didengarnya, serta melakukannya, dia akan diberkati dalam segala perbuatannya.
26 Jika seseorang menganggap dirinya saleh tetapi tidak dapat mengendalikan lidahnya, dia menipu dirinya sendiri, dan kesalehannya tidak berarti apa-apa. 27 Kesalehan yang sejati dan tanpa cela di mata Allah Bapa, adalah memperhatikan yatim piatu dan janda dalam kesusahan mereka serta menjaga diri agar tidak dicemari dunia.