1 Tidak lama setelah Yohanes dilahirkan, Kaisar Agustus memerintahkan agar penduduk di seluruh wilayah kekuasaannya disensus. 2 Sensus seperti itu baru pertama kali diadakan, dan berlangsung ketika Kirenius. Namun, ada kemungkinan bahwa Kirenius juga mendapatkan tugas untuk melakukan sensus antara tahun 6 dan 3 SM. menjabat sebagai Gubernur Siria. 3 Semua orang diwajibkan kembali ke kota leluhur mereka masing-masing untuk mendaftarkan diri.
4 Karena Yusuf adalah keturunan Raja Daud, dia harus pergi ke Betlehem di Yudea, kota asal Daud. Dia berangkat ke sana dari Nazaret di Galilea, tempat tinggalnya, 5 untuk mendaftarkan diri bersama Maria tunangannya, yang sedang mengandung. 6 Ketika mereka berada di sana, tibalah saatnya bagi Maria untuk bersalin. 7 Karena tidak ada tempat untuk menginap, dia melahirkan anak sulungnya, seorang anak laki-laki, di dalam sebuah kandang. Maria membungkus-Nya dengan kain, dan membaringkan-Nya di dalam palungan.
8 Di padang rumput tak jauh dari Kota Betlehem, pada malam itu ada beberapa gembala yang menjaga kawanan domba mereka. 9 Tiba-tiba malaikat Tuhan muncul di depan mereka dan kemuliaan Tuhan menyinari mereka. Para gembala itu sangat ketakutan, 10 tetapi malaikat itu menenangkan mereka. "Jangan takut!" katanya. "Aku membawa kabar yang baik yang akan membuat seluruh bangsa sangat berbahagia. 11 Malam ini telah lahir Penyelamat kalian di Betlehem, Kota Daud. Dia adalah Sang Mesias dan Tuhan. 12 Beginilah kalian akan mengenali-Nya. Kalian akan menemukan seorang bayi dibungkus kain dan terbaring dalam palungan."
13 Tiba-tiba banyak sekali malaikat lain muncul, dan bersama malaikat itu, mereka memuji Allah,
14 "Terpujilah Allah di tempat yang tertinggi!
Dia sudah mengirim damai-Nya ke bumi
kepada orang-orang pilihan-Nya."
15 Setelah para malaikat itu kembali ke surga, gembala-gembala itu berkata, "Mari kita pergi ke Betlehem dan melihat peristiwa yang terjadi, yang baru saja diberitahukan Tuhan kepada kita."
16 Mereka segera berangkat ke sana dan menemukan Maria dan Yusuf, serta bayi yang sedang terbaring di palungan itu. 17 Setelah melihat-Nya, mereka menceritakan kepada orang-orang apa yang dikatakan malaikat tentang bayi itu. 18 Semua orang yang mendengar cerita para gembala itu merasa takjub, 19 sedangkan Maria menyimpan hal itu dan merenungkannya dalam hati. 20 Para gembala kembali ke kawanan domba mereka sambil memuji dan memuliakan Allah atas semua yang telah mereka lihat dan dengar. Segala sesuatu terjadi tepat seperti yang dikatakan malaikat kepada mereka.
21 Setelah berumur delapan hari, bayi itu disunat dan diberi nama Yesus, nama yang diberikan oleh malaikat sebelum Dia dikandung.
22 Empat puluh hari setelah kelahiran Yesus, masa kenajisan bagi Maria. Selama waktu itu, dia tidak boleh pergi ke Bait Allah, dan di akhir masa itu, dia disucikan dengan mempersembahkan kurban. berakhir sesuai dengan Hukum Musa. Maka Yusuf dan Maria pergi ke Yerusalem untuk melaksanakan upacara penyucian di Bait Allah. Mereka juga membawa Yesus untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. 23 Dengan demikian, mereka mematuhi Hukum Tuhan yang memerintahkan, "Setiap anak sulung laki-laki harus diserahkan kepada Tuhan.". 24 Mereka juga mempersembahkan kurban bagi penyucian Maria, seperti yang diperintahkan dalam Hukum Tuhan. Kurban itu dapat berupa sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati..
25 Ada seorang laki-laki bernama Simeon yang tinggal di Yerusalem. Dia orang benar yang taat kepada Allah dan sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Israel. Roh Kudus menyertai dia 26 dan telah menyatakan kepadanya bahwa dia tidak akan meninggal sebelum melihat Mesias, Penyelamat yang dijanjikan Tuhan. 27 Pada hari itu, Simeon dibimbing oleh Roh Kudus ke Bait Allah. Jadi ketika Maria dan Yusuf membawa Yesus, bayi mereka, untuk diserahkan kepada Tuhan, sesuai dengan Hukum Musa, 28 Simeon ada di sana. Dia mengambil bayi itu dan memuji Allah,
29 "Tuhan, sekarang aku, hamba-Mu, dapat mati dengan tenang,
karena Engkau telah menepati janji-Mu!
30 Mataku sudah melihat keselamatan dari-Mu,
31 yang telah Engkau persiapkan bagi semua bangsa.
32 Dialah Terang bagi semua bangsa dan akan mendatangkan
kemuliaan bagi umat-Mu Israel!"
33 Maria dan Yusuf heran mendengar perkataan Simeon tentang Anak mereka. 34 Simeon memberkati mereka, dan berkata kepada Maria, "Anak ini telah ditentukan untuk membuat orang Israel menghadapi pilihan, apakah mereka akan dibinasakan atau diselamatkan. Dia adalah tanda dari Allah yang akan ditentang banyak orang. 35 Dengan demikian, isi hati mereka akan terbongkar, tetapi kamu akan banyak menderita demi Anak itu. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang."
36 Di Yerusalem tinggal juga seorang nabi perempuan bernama Hana. Dia anak Fanuel dari suku Asyer dan usianya sudah sangat lanjut. Suaminya meninggal setelah mereka tujuh tahun menikah. 37 Kemudian dia menjadi janda dan sekarang berusia 84 tahun. Dia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, menyembah Allah siang dan malam dengan berdoa dan berpuasa. 38 Tepat pada waktu Simeon berbicara dengan Maria dan Yusuf, Hana juga datang dan mulai memuji Allah. Dia memberitakan tentang Anak itu kepada semua orang yang sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Yerusalem.
39 Setelah melaksanakan semua ketentuan Hukum Tuhan, Maria dan Yusuf pulang ke Nazaret di Galilea. 40 Yesus bertambah besar dan kuat. Dia penuh dengan kebijaksanaan dan dikasihi Allah.
41 Setiap tahun Maria dan Yusuf pergi ke Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Paskah. 42 Ketika Yesus berumur dua belas tahun, mereka pergi ke sana seperti biasa. 43 Setelah perayaan itu selesai, mereka pulang, tetapi Yesus masih tinggal di Yerusalem tanpa sepengetahuan Maria dan Yusuf. 44 Mereka mengira Dia bersama dengan kawan-kawan seperjalanan. Setelah berjalan seharian dan Dia tidak terlihat, mereka mulai mencari-Nya di antara sanak saudara dan kenalan mereka. 45 Ketika tidak menemukan-Nya, mereka kembali ke Yerusalem untuk mencari-Nya di sana. 46 Sesudah tiga hari, mereka menemukan-Nya di Bait Allah. Dia sedang duduk di antara para ahli Taurat, mendengarkan dan bertanya jawab dengan mereka. 47 Semua orang yang mendengar-Nya kagum karena pengetahuan yang ditunjukkan dengan jawaban-jawaban-Nya. 48 Melihat hal itu, orang tua-Nya menjadi heran. Maria pun menegur Yesus, "Nak, mengapa Engkau berbuat seperti ini kepada kami? Aku dan ayah-Mu sangat khawatir mencari-Mu di mana-mana."
49 Tanya Yesus kepada mereka, "Mengapa mencari Aku? Apakah kalian tidak tahu bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?" 50 Namun, mereka tidak mengerti maksud perkataan-Nya.
51 Kemudian Yesus pulang bersama mereka ke Nazaret dan tetap taat kepada mereka. Maria menyimpan semua hal itu di dalam hatinya.
52 Yesus bertambah besar dan semakin bijaksana, serta makin dikasihi Allah dan manusia.